Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

10 Mei 2011

Congratulazione AC Milan


Pertama dan utama sekali izinkan gua mengatakan EAT THAT INTER !!!, akhirnya setelah beberapa musim terakhir gua dan segenap teman-teman seperjuangan memanjatkan doa agar Inter gagal scudetto, doa tersebut bisa terwujud tahun ini dengan rival sekota Inter yang menciptakan keindahan bagi kami.

Meski gua seorang Juventini tapi asalkan Inter nggak scudetto semua itu terasa nikmat, karena lebih baik jika scudetto jatuh ke tim lain jika dibandingkan melihat om Moratti itu tertawa puas melihat tim "instan"nya berpesta di Italia.

Cukup sudah intermezzo-nya, sekarang gua akan mencoba membedah kunci sukses AC Milan mengakhiri puasa scudetto mereka musim ini.


#1. Rafael Benitez


Suka atau tidak, diakui atau tidak, penunjukkan Benitez sebagai allenatore Inter berpengaruh dalam kesuksesan AC Milan. Benitez ditunjuk dengan ekspetasi tinggi menyusul raihan treble winner yang ditorehkan Jose Mourinho di musim berikutnya, dengan gaji selangit dan dana tranfer yang "wah", Rafa diharapkan (minimal) bisa menyamai pencapaian Mou. Tapi apa lacur, taktik Rafa ternyata tidak cocok dengan Inter malah membawa malapetaka bagi tim milik juragan minyak Itali tersebut. Terbukti, setelah pemecatan Benitez, dan kemudian digantikan Leonardo (yang notabene mantan allenatore AC Milan) grafik performa tim biru-hitam menjadi meningkat, tapi apa daya, jarak dengan Milan di puncak klasemen sudah terlanjur jauh, jadi mereka harus menyerahkan lambang tricolor musim depan tercetak gagah di jersey rival sekota.


#2. Milan Minim Pesaing


Seperti ketika Inter juara di tahun-tahun sebelumnya, bedanya kali ini tekanan baru muncul pada Milan di paruh kedua kompetisi, tepatnya ketika Leonardo mengambilalih komando di Ill Nerrazurri, tapi itu sudah terlambat, belum lagi labilnya kompetitor-kompetitor Milan yang lain, sebut saja permainan inkonsisten yang ditampilkan Juventus yang sempat mencuat di awal musim, hingga goyahnya stabilitas permainan Lazio dan Napoli yang tampil mengejutkan di paruh pertama kompetisi.


#3. Mercato Yang Tepat


Mercato atau pembelian pemain Milan dilakukan dengan sangat efisien, pemain yang hadir baik di awal mau pun pertengahan musim terbukti bisa menjadi mesin penggerak Milan di classifica Serie-A. Kehadiran Ibrahimovic, Robinho, Kevin-Prince Boateng, Mark van Bommel dan Antonio Cassano terbukti mampu mendongkrak performa Ill Diavolo Rosso. Ibra, Robinho, KVB dan Cassano mampu memberikan daya serang yang membuat gentar lawan-lawan Milan, sedangkan kehadiran van Bommel mampu membuat para Milanisti sedikit melupakan kehadiran sang konduktor Milan, Andrea Pirlo yang dibebat cedera.


#4. Zlatan Ibrahimovic Si Jimat Keberuntungan


Meski mendapat citra buruk soal loyalitasnya akibat terlalu sering berpindah klub, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa klub mana pun yang dibela Ibra selalu berhasil ia antarkan menjadi juara. Mulai dari Ajax Amsterdam, Juventus (meski akhirnya dicabut akibar calciopoli), Inter, Barcelona hingga terakhir ini ia lakukan di AC Milan. Ibracadabra memang seperti jimat keberuntungan bagi tim manapun yang dibelanya, dengan tekhnik olah-bola yang diatas rata-rata dan kekuatan fisiknya, ia seperti bisa mengantarkan tim mana saja untuk menjadi juara.


#5. Matangnya Alexandre Pato


AC Milan memang surga bagi pemain-pemain asal Brazil. Setelah sukses mengorbitkan Ricardo Kaka, kini Milan kembali mendapat buah manis hasil jerih payah mereka. Ya, kematangan permainan Alexandre Rodrigues da Silva atau lebih populer dipanggil Alexandre Pato merupakan hasil binaan Milan sejak pemuda ini masih berumur 18 tahun. Sejak awal bergabung dengan Milan, Pato sudah bermain dengan pemain-pemain tenar asal Brazil lainnya, semisal Kaka, Ronaldo dan Ronaldinho, bermain dengan para pemain fenomenal tersebut mampu mengasah naluri mencetak gol si bebek ini. Ditambah dengan tandemnya di lini depan Milan, Ibra, Robinho dan Cassano, Pato mampu menjadi sang pembeda dalam permainan Milan. Penampilannya sebagai seorang fantasista terlihat saat ia membekuk rival sekota, Internazionale Milan dengan dua golnya. Dua gol yang semakin memuluskan perjalanan Setan Merah asal Italia ini ke tangga scudetto.



*sumber foto dari searching di google

1 komentar:

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...