Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

22 Mei 2011

Guan Yu ; The War God

Beberapa hari yang lalu gua main-main ke salah satu mall ternama di kota Bogor, niatnya pengen jalan-jalan doang sih. Tapi ketika melewati XXI yang terdapat disitu mata gua tertegun pada satu poster, yaitu :



OMG, it's another movie about Three Kingdoms dan pakai setting cerita Guan Yu lagi #pengennonton, tapi apa daya filmnya baru diputar dua jam lagi dan dana juga tidak mencukupi #miris

Berhubung gua belum sempet nonton filmnya, maka gua akan membahas sedikit tentang Guan Yu ini ....

Guan Yu adalah Jenderal Utama dari Five Tigers General yang dimiliki negara Shu saat perang Tiga Kerajaan di Cini dahulu kala. Ia merupakan saudara angkat dari Liu Bei (raja kerajaan Shu) dan Zhang Fei. Dikisahkan pada saat pemberontakan sorban kuning pada (sekitar) tahun 188 mereka bertiga bertemu, karena memiliki keinginan dan tekad yang sama untuk menghentikan perang saudara yang tengah bergolak di China saat itu, mereka bertiga bersumpah di kerbun persik untuk sehidup-semati.

Kehebatan Guan Yu terlihat saat menjadi tentara di bawah pimpinan Gongsun Zan dalam upaya menumpas tirani Dong Zhuo, saat itu tentara Gongsun Zan mengalami kesulitan melewati Gerbang Shishui yang dijaga oleh Hua Xiong, Guan Yu yang saat itu hanya tentara biasa menawarkan diri untuk mengalahkan Hua Xiong disaat tentara lain gentar kepadanya, dengan jaminan Gongsun Zan berhak memenggal kepalanya jika ia gagal. Kenyataannya ? Guan Yu berhasil mengalahkan Hua Xiong, ia bahkan kembali membawa kepada Hua Xiong ke hadapan Gongsun Zan disaat anggur merah yang dituang Cao Cao saat ia pergi masih hangat.

Saat ketiga saudara ini tercerai-berai akibat kejatuhan Xuzhou dan Xiapi. Zhang Liao, salah seorang jendral Cao Cao dan teman lama Guan Yu membujuknya untuk bekerja di bawah komando Cao Cao, Guan Yu pun setuju dengan tiga syarat :

  • Ia tunduk pada kekaisaran Han, bukan kepada Cao Cao
  • Kedua istri Liu Bei harus dihidupi dan diberi penghidupan yang layak
  • Ia langsung meninggalkan Cao Cao begitu mengetahui keberadaan Liu Bei

Syarat tersebut dengan senang hati diterima oleh Cao Cao, ia bahkan memberikan berbagai hadiah dan materi kepada Guan Yu, tapi Guan Yu mengembalikan semuanya kecuali kuda kelici merah (Red Hare) peninggallan jendral Lu Bu yang dikatakan bisa berlari 1000 km dalam sehari.

Guan Yu turut serta saat Cao Cao bertempur melawan Yuan Shao di pertempuran Baima, ia bahkan mengalahkan dua jendral utama milik Yuan Shao ; Yan Liang dan Wen Chou, tanpa menyadari Liu Bei berlindung pada Yuan Shao dan menyebabkan hubungan Yuan Shao-Liu Bei menjadi buruk. Karena masalah tersebut Liu Bei memilih meninggalkan Yuan Shao, Guan Yu yang mengetahui hal tersebut langsung bergegas meninggalkan Cao Cao untuk bertemu kembali dengan saudaranya.

Dalam perjalanannya untuk menemui Liu Bei, Guan Yu harus melewati lima kota, dan di kelima kota ini ia berhadapan dengan jendral Cao Cao yang tidak mengizinkannya lewat karena ia tidak punya izin dari Cao Cao. Tidak ada pilihan lain, Guan Yu maju menghadapi mereka satu persatu, Kong Xiu, Meng Tan, Bian Xi, Wang Zi dan Qin Qi tidak dapat menang melawan Guan Yu. Sebenarnya Guan Yu juga harus berhadapan dengan sepupu Cao Cao yaitu Xiahou Dun, tapi Xiahou Dun melepaskan Guan Yu ketika Zhang Liao datang membawa pesan dari Cao Cao yang mengatakan untuk membiarkan Guan Yu pergi.

Selain akibat kehebatannya dalam medan perang, Guan Yu juga terkenal dalam salah satu cerita Buddha

Dikatakan bahwa Sangharama Bodhisattva adalah gelar atau sebutan lain untuk jendral ini. Jenderal yang sangat gagah dan setia ini menjadi pengikut Buddha setelah bertemu dengan seorang bhiksu bernama Pu Jing di gunung Yuquan. Saat itu arwahnya sedang menuntut balas atas perbuatan para jendral Wu yang memenggal dirinya. Ia berteriak "kembalikan kepalaku!!" Bhiksu Pu Jing lalu berkata, "Kepada siapakah Yan Liang, Wen Chou, dan para panglima lain yang kepalanya kau tebas berteriak?" Guan Yu lalu sadar dan berlindung kepada Sang Triratna dan Dhamma. Keberadaan Bhiksu Pu Jing sendiri disebutkan dalam sejarah dan tempat gubuknya berdiri di gunung Yuquan sekarang menjadi kuil Yuquan.


*Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...