Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

22 Juli 2011

10 Hari di Papandayan - Sancang Timur

Akhirnya kuliah PPEH (Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan) dimulai juga, diawali dengan berangkat pagi-pagi buta pada sekitar pukul 5 pagi bersama Dony dan Paul menuju DAR PLAZA, suatu tempat di Fakultas Kehutanan IPB dimana bus yang akan membawa kami ke jalur masing-masing bermula. Dengan bawaan Carrier dan Tas Lapang plus toolbox yang berisi peralatan Jalur, gua mencapai DAR PLAZA.

Sesampainya di DAR dan setelah mendengar kata-kata pelepasan oleh dosen kami bapak Dadan, maka rombongan FAHUTAN yang mengikuti mata kuliah PPEH ini menuju bus masing-masing. Berhubung gua mabuk darat maka dengan bantuan antimo (sebut merk) gua berhasil dengan suksesnya tidur dan kemudian terbangun hanya di rest area dan desa Cisurupan untuk berganti kendaraan menjadi pick-up karena bus tidak bisa langsung ke Papandayan.

Di Dalam Bus Menuju Papandayan
Gua - Panji - Alex - Dini - Rifqi - Barika (atas) - Dodoy - Tomi - Bantis

Sesampainya di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan kami langsung bersih-bersih penginapan (baca : warung) tempat kami menginap selama lima hari disini. Setelah bersih-bersih dan menunaikan ibadah shalat Maghrib kami briefing tentang apa yang akan dilakukan keesokan paginya dan sistem pembagian tempat tidur.

Selamat Datang di Papandayan

Keesokan paginya kami memulai hari dengan pemanasan dari jam 6 pagi, didalam kabut tebal yang menyelimuti Papandayan kami mulai meregangkan otot-otot badan ini agar ketika melakukan Analisis Vegetasi di dalam hutan sekitar Papandayan kami terhindar dari cedera, tak lain dan tak bukan menu streching pagi ini adalah pemanasan biasa dan lari pulang-pergi areal Papandayan - Gerbang Utama yang jaraknya sampai 2 km, yang artinya kami lari pagi dengan jarak mencapai 4 km !!

Ini Pemanasan
Ini Lari Paginya
Ketika otot-otot tubuh mulai lemas dan sarapan sudah mengisi perut kami, maka kami pun segera menuju lokasi Anveg (Analisis Vegetasi) yang pertama, yaitu di daerah hutan dataran tinggi. Perjalanan yang kira-kira memakan waktu sekitar dua jam kami lalui dengan suka cita (dan tentu saja foto-foto), selain itu disertai beberapa canda-tawa akibat asisten praktikum kami yang terjatuh (atau tergelincir ?) membuat suasana tracking hari pertama ini semakin nikmat.

Menyusuri Tebing

Setelah mencapai tempat anveg maka tiap-tiap kelompok mulai praktikumnya, kelompok gua sih aman-aman saja hingga waktu makan siang dimulai. And you know what ? Makan di lapang (baca: dalam hutan) it's so damn good !!! Senang rasanya bisa makan di tengah teman-teman seperjuangan dan sependeritaan, meski rada-rada bingung melihat asisten yang makan,  tapi bekal makanannya ada di tas gua (dan akhirnya diketahui kalau tadi sang asisten nyolong makanan dari kelompok lain).

Seusai praktikum kami sampai di basecamp sekitar pukul enam sore dan langsung melaksanakan sholat Maghrib, waktu kosong diisi dengan testing dinginnya air Papandayan yang langsung secara seketika menghilangkan niat untuk mandi malam (gila aja di suhu 13 derajat mandi malam-malam), dan pada pukul delapan malam kami briefing lagi untuk evaluasi kegiatan tadi dan makan malam bersama (dan gua sukses menghabiskan tiga rolade).

Malam pertama setelah praktikum di Papandayan lumayan (sangat) menyiksa, ini semua akibat dinginnya Papandayan yang mencapai 9 derajat Celcius di saat kami semua terlelap. Maka wajah-wajah beku sudah menjadi hal yang biasa di pagi harinya ketika briefing pagi dan pemanasan dilakukan.

Hari kedua dimulai pada pukul delapan pagi, kali ini kami akan melakukan Anveg di atas Gunung Papandayan yang tingginya mencapai 2622 dpl (diatas permukaan laut). Berhubung tracking kali cukup ekstrim tapi kesenangan saat melihat indahnya pemandangan alam dari atas Gunung Papandayan dan eloknya bunga abadi Edelweis (Anaphalis javanica) menjadi oase yang membuat kami lupa akan lelahnya perjalanan.

depan kawah Papandayan
Panji - Khalid - Dodoy - Tomi -Rifqi - Farid (gua) - Azzam

Bekas Letusan Papandayan di sekitar Bandung Selatan
Gua dan Barika di Bunga Abadi ; Edelweis (Anaphalis javanica)

Setelah puas menikmati pemandangan alam pada ketinggian 2622 dpl kami akhirnya turun sekitar pukul lima sore hari, kami melalui jalan yang sama sekali berbeda dengan track yang digunakan untuk mendaki, dan dijalan yang baru ini sekali lagi kami disuguhkan pemandangan alam yang cantik khas Papandayan. Meski sesampainya di basecamp (sekitar pukul setengah delapan malam) gua harus tepar akibat kelelahan dan kebanyakan menghirup asap belerang dari kawah Papandayan.

Pada hari ketiga dan badan gua juga sudah lebih baik dari hari kemarin, maka track kali ini dilalui dengan sedikit mengurangi beban pada tas gua (kalau kemarin bawa 10 bungkus makan siang + raincoat + 2 botol air minum 1.5 liter, maka kali ini gua cuma bawa 10 bungkus makan siang). 

Hari ketiga ini tracking lumayan menantang, soalnya ada bagian turun trebing menggunakan tambang (meski tebingnya ga terlalu curam) dan merayap di tebing yang pernah jadi tempat suatu pesawat jatuh. Dengan panjang jalan hanya sebatas sepatu ukuran 44 maka konsentrasi penuh sangat dituntut saat melewati tebing ini, apalagi ketika malam datang (for your information, kami di tebing dari jam setengah lima sore sampai pukul setengah tujuh malam).

sempet-sempetnya foto-foto di pinggir tebing
Tomi - Gua - Diza

Setelah turun dan menunaikan ibadah tidur malam akhirnya hari terkahir melakukan anveg di Papadanyan selesai juga. Kami pun bersiap tidur untuk menghadapi keesokan hari yang sepertinya menyebalkan, yaitu hari pembuatan laporan.

Kami bangun pagi dan kali ini tidak ada yang namanya pemanasan pagi, jadi setelah sarapan kami pun langsung ke kelompok masing-masing untuk mengerjakan laporan selama tiga hari melakukan anveg di Papandayan. Tapi ketika sore (sekitar pukul setengah lima) pak Dadan selaku dosen lapangan kami mengajak main bola yang lebih tepat disebut Shaolin Soccer karena banyak korban luka dan baret maupun keserempet siku sedikit, tapi semua have fun. Setelah mengambil napas sejenak kami (para lelaki) kembali dipalingkan dari yang namanya laporan oleh pak Dadan, kali ini untuk mengambil ranting untuk dibuat api unggun pada malam harinya. Maka malam terkahir di Papandayan dihabiskan dengan menghangatkan badan di api unggun sambil bercerita.

Malam Api Unggun


Kelompok Tiga
gua - Cuya - Irma - Alex - Adly - Tomi - Pak Dadan - Kak Nita - (si bapaknya gua lupa namanya :p) - Tina - Perti - Vira - Diza


Selamat Tinggal Papandayan


Keesokan harinya pindah ke daerah Sancang Timur


Kali ini daerah praktikumnya ada di hutan pantai, kami mendapat tempat di daerah Sancang Timur dan tidur di Balai Desa Sancang, jadi tidak perlu gelap-gelapan di dalam warung dan pusing mencari air dengan suhu normal, karena hidup kami disini ditampung di balai desa Sancang ini. Berhubung banyak yang kelelahan di perjalanan maka setelah makan malam dan briefing kami tidur untuk mengisi tenaga sebelum memulai anveg keesokan harinya.

Pagi harinya kami memulai perjalanan ke hutan dataran rendah (atau hutan pantai) di daerah sancang, meski ada insiden nyasar di perjalanan, untungnya kami memilih memisahkan diri dan berhasil sampai di Pantai Sancang setengah jam sebelum rombongan datang.

Welcome to the Beach !!!
Setelah memanfaatkan waktu yang kurang-lebih setengah jam untuk mengabadikan gambar alias foto-foto maka anveg kembali dilakukan. Ternyata anveg di pantai Sancang tidak lah selama saat anveg di Gunung Papandayan, kalau di Papandayan kami baru bisa pulang kira-kira pukul lima sore, maka disini kami bisa kembali ke basecamp pada pukul 11 pagi. Karena lamanya waktu luang yang kami miliki maka waktu luang itu dimanfaatkan untuk mengerjakan laporan atau sekedar nongkrong di warung depan balai desa.

balada ketua angkatan
Bantis dan Gua

Pada hari kedua kami melakukan anveg di Hutan Mangrove, kali ini anveg diawasi langsung oleh dosen lapangan kami ; bapak Basuki Wasis. Meski plot di Mangrove cuma 10x20 tapi dengan terganggunya mobilitas akibat berjalan diatas air sedikit-banyak cukup menyulitkan kami.

di Hutan Mangrove
Setelah selesai di hutan mangrove kami langsung menuju tempat kedua yaitu hutan GN yang dikembangkan sendiri oleh penduduk asli Sancang. Meski tajuknya tidak terlalu rapat tapi akibat banyaknya tumbuhan bawah dan semak membuat mobilitas saat melakukan anveg sedikit terganggu.

Setelah melakukan anveg di hutan GN kami kembali ke basecamp dengan beberapa kelompok yang tersesat di jalan pulang #geleng-gelengkepala .

Pada hari ketiga rombongan kembali aman terkendali, tidak ada kejadian seperti tersesat lagi. Dan anveg di hutan dataran rendah juga selesai dengan cepat hingga kami memutuskan untuk bermain-main dulu di pantai Sancang yang dalam dua hari lagi akan kami tinggalkan.


Berhubung hari keempat kami tidak ada kegiatan, maka kami memutuskan untuk jalan-jalan ke daerah Karang Gajah, dimana anak-anak dari jalur Sancang Barat juga kesana. Sekalian nostalgia kami menuju ke daerah Karang Gajah menggunakan truk.

Di atas truk
gua dan Barika
mereka ini bukan TKI

Sesampainya di Karang Gajah dan bertemu dengan teman-teman dari Sancang Barat kami memulai nostalgila dan kegiatan gila lainnya, mulai dari foto-foto ala kiper hingga bikin video "Hawaiian Forester".

Indahnya Pantai Karang Gajah

Sekembalinya dari Pantai Karang Gajah kami bersiap-siap packing karena keesokan paginya harus kembali ke Bogor, meski pada malamnya kembali ada acara bakar-bakar ikan dan makan bersama sekaligus pembacaan award-award kecil-kecilan agar perjalanan kami selama di Papandayan - Sancang Timur lebih berkesan. Setelah tidur pulas malam harinya, pada subuh kami bersih-bersih balai desa yang digunakan dan pulang ke Bogor dari pukul tujuh pagi hari. Dan sebelum pindah ke bus, gua mengeluarkan jurus semburan naga (baca: muntah) akibat tidak bisa tidur di jalur naga dari Sancang ke Cisurupan, tapi alhamdulillah perjalanan dari Cisurupan menuju Bogor gua terbebas dari yang namanya mabuk darat.



AKHIR KATA
TERIMA KASIH BUAT TEMAN-TEMAN YANG BERSAMA GUA SELAMA PPEH INI
SEMOGA KITA BISA TERUS MENJAGA KEKOMPAKAN 3B !!!!

Ucapan Terima Kasih Kepada :
ALLAH SWT dan Nabi Muhammad S.A.W
atas nafas yang masih diberikan

Ucapan Terima Kasih Kepada :
Bapak Dadan Mulyana dan Bapak Basuki Wasis
selaku dosen lapangan

Ucapan Terima Kasih Kepada :

Para POLHUT yang tidak bisa disebutkan satu per satu


Ucapan Terima Kasih Kepada :
Semua Praktikan PPEH khususnya jalur 3B 

FAHUTAN !!!!
ASIK !!!!!

11 komentar:

  1. aaaaaaaaaaaaaaaaaa kayanya asik bangett >,< iriiiiiiiii

    BalasHapus
  2. wuiiih, seru bgt ya.
    yg itu edelweys beneran? sebanyak itu? boleh di bawa pulaang kah?

    BalasHapus
  3. esumpe dah itu enak2 banget tempatnya, buat motret ajiiiib!!!

    someday, yu orang musti ajak owe kesono!!!

    BalasHapus
  4. BEneran dah.....masa itu indah bangetdssszzz....

    gua kangen ma Papandayan - Sancang.....

    Asik....Keren....Seru...

    Rid....Lu nulis keren juga ternyata....

    ya udah... lu aja yang ngegarap pembahasannya..oke...biar ada karangan bebasnya...

    BalasHapus
  5. @Data : bukan kaya'nya lagi, emang asik disana. wakakaka


    @Yono : beneran lah, mana boleh edeleweis dibawa yon, kan dilindungi pemerintah :p


    @Irvina : okeeh, sekalian aja anak-anak KK diajakin nanjak bareng kesana #ngarep


    @alex : wani piro? hahaha

    BalasHapus
  6. Tempatnya kece, gak bisa nilep edelweis, fotoin aja ya :v

    kalau lihat tulisan tas carrier jadi ingat gak pernah ngangkat tuh tas kalau jelajah alam, maklum badan terlalu kecil, yang ada malah ketelen sama tas :v

    BalasHapus
  7. Si parit ngelayat ke tempat gue. Pajak mana pajak...!

    BalasHapus
  8. GUE PENGEN KESANA .... !!!

    Om jemput gue om. Jemput gue !!

    BalasHapus
  9. Fose lu tuh yang foto sendirian kagak nahaaaaaan meeeen -____-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa? Terlalu tampan yak? #plak

      Hapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...