Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

12 Mei 2012

J-Pop sudah, K-Pop Sudah, I-Pop Kapan ?

HYDE (L'arc~en~Ciel) dan G-Dragon (Big Bang)
Dalam beberapa tahun terakhir industri musik Asia diramaikan dengan kedatangan berbagai musisi dengan karya yang mengangumkan. Dan khusus untuk level Asia sendiri tampaknya genre musik yang paling populer didominasi dari dua negara dari Asia Timur, Jepang dengan J-Pop dan Korea dengan K-Pop. Keberhasilan kedua negara ini  menguasai pasar musik Asia juga dipengaruhi dengan banyaknya musisi mereka yang sudah berada di pasaran dunia, bahkan ada beberapa musisi yang kualitasnya diakui di mata dunia.

Melihat kesuksesan dua negara tersebut, tergelitik juga pertanyaan "kapankah Indonesia bisa menelurkan musisi yang berhasil berkancah dalam taraf internasional sekaligus digandrungi di negara sendiri ?". Sebelum sampai ke hal-hal seperti itu marilah kita lihat beberapa perbedaan antara J-Music (Jepang), K-Music (Korea) dan I-Music (Indonesia).


J-Music

J-Pop atau J-Music ialah lagu-lagu yang dibuat oleh musisi-musisi asal Jepang dan menggunakan bahasa Jepang dalam seluruh/sebagian liriknya. Mengingat negara Jepang memiliki gaya berbusana yang disebut 'harajuku', dimana seseorang menggunakan pakaian dengan kreativitas sebebas-bebasnya, maka beberapa musisi Jepang juga menerapkan sistem harajuku dalam bermusik, baik dari cara berbusana maupun penulisan lirik.

Dari fashion, kebanyakan yang menerapkan budaya harajuku dengan seluas-luasnya kebanyakan berasal dari band. Gaya penampilan yang unik dengan warna rambut yang bermacam-macam ala beberapa tokoh dari anime Jepang menjadi salah satu daya tarik dari band-band Jepang. Band bergenre J-Rock dan V-Kei merupakan band paling sering tampil dengan dandanan yang 'wah'. Khusus penganut aliran V-Kei (Visual Kei), yang mana menggunakan tema tertentu untuk band mereka, seperti tema Eropa abad pertengahan yang dianut band Versailles.

Versailles

Dari segi penulisan lirik lagu para musisi Jepang juga dapat dibilang kreatif. Rata-rata para musisi negeri Sakura ini jarang menuliskan lirik reffrain yang berulang-ulang, karena biasanya ada bagian yang dari segi musikalitas seharusnya menjadi reff, namun mereka mengganti liriknya (biar pendengar tidak bosan dengan liriknya, mungkin). Biasanya lirik pada reff yang diulang satu sampai dua kali.

Selain itu para musisi Jepang ini menggunakan kemajuan teknologi yang dimiliki negara mereka dengan semaksimal mungkin dalam membuat MV (Music Video). Tidak jarang ditemukan MV musisi Jepang yang menggunakan special effect untuk membuat MV yang lebih menarik. Hal ini sedikit-banyak juga membuat para penikmat musik menjadi semakin tertarik untuk melihat dan mendengarkan lagu-lagu mereka.

Passion, salah satu lagu Utada Hikaru yang menggunakan special effect.

Para musisi Jepang juga tidak melulu melakukan promosi lagu dengan menerbitkan album dan melaksanakan tur. Beberapa dari musisi Jepang malah mengincar atau diundang untuk mengisi soundtrack dari anime-anime, J-Dorama maupun video games di Jepang. Dari situ simbiosis mutualisme antara penerbit anime dengan musisi dapat terjadi, sebuah anime akan dapat terangkat pamornya bila musisi ternama yang mengisi soundtrack-nya, begitu juga sebaliknya. Karena soundtrack di beberapa acara di Jepang (khususnya anime) selalu mengganti soundtrack setelah beberapa episode, maka secara tidak langsung terciptalah persaingan dari para musisi tersebut untuk menghasilkan karya berkualitas yang berdampak positif bagi dunia musik Jepang.


K-Music

Tidak terbantahkan lagi kalau demam Korean wave telah melanda seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Lagu-lagu K-Pop yang ramai dilantunkan oleh boyband (BB) atau girlband (GB) kenamaan Korea ini telah menjadi salah satu kiblat musik Asia, bahkan mungkin dunia. Sama seperti J-Music, lagu-lagu yang dikeluarkan para musisi negeri Ginseng ini kebanyakan menggunakan bahasa Korea. Namun dari fashion sangat berbeda dengan Jepang yang 'fantastis', fashion yang diterapakan para musisi Korea cenderung 'simpel namun berkelas'.

Sesuai yang disebutkan diatas, fashion para pelaku K-Pop ini cenderung simpel namun berkelas. Pengenalan jas dan kemeja yang lazim digunakan dalam dunia high-class ke atas panggung musik disertai dengan cara pengemasan yang menarik. Lihat saja cara berpakaian beberapa boyband kenamaan Korea, rata-rata menggunakan setelan jas yang notabene umum dipakai kalangan borjuis.

Terlepas dari beberapa isu bahwa kebanyakan musisi Korea (khususnya BB/GB) menjalani operasi plastik agar mendapatkan wajah yang tampan/cantik. Namun tidak dapat dipungkiri kalau para musisi Korea didominasi oleh orang-orang dengan wajah rupawan dengan dibalut dengan setelah berkelas, membuat para musisi Korea tidak hanya enak didengarkan lagunya namun juga enak dipandang.

Super Junior

Dari segi penulisan lirik, musisi Korea cenderung menggunakan lagu yang easy listening. Meskipun kebanyakan dari mereka (khususnya BB/GB) memasukkan unsur rap, namun (kemungkinan) karena bahasa Korea merupakan jenis bahasa yang memudahkan seseorang mengucapakan beberapa secara cepat, jenis rap yang dihasilkan jadi berbeda namun unik bila dibandingkan dengan lagu-lagu rap dari negara Barat.

Selain itu para musisi Korea ini terkesan lebih 'interaktif' dengan para penggemarnya. Banyaknya akun twitter yang dimiliki para musisi Korea yang bersifat go-public sehingga memungkinkan para fans untuk berinteraksi dengan idola mereka. Selain itu para musisi Korea juga memiliki akun YouTube resmi (sepertinya dibuatkan oleh manajemen mereka) yang memungkinkan para fans untuk melihat maupun mengunduh MV terbaru dari musisi idola mereka dengan kualitas gambar dan suara yang tidak mengecewakan.


I-Music


Musik di Indonesia dapat dikatakan beragam, hal ini dikarenakan banyak musisi Indonesia yang terinspirasi dari musisi-musisi luar. Namun secara garis besar ada dua jenis aliran musik yang sulit tergantikan di hati penikmat musik Indonesia, musik Pop dan dangdut. Dalam hal ini, biasanya para musisi Indonesia akan berdandan secara casual, kemungkinan karena memang nyaman digunakan dan lebih dekat dengan para penikmat.

Musisi di Indonesia kebanyakan menggunakan dandanan yang tidak terlalu 'wah', t-shirt dan celana jeans menjadi pilihan utama bagi sebagian musisi (terutama musisi pria). Dan pakaian berjenis dress menjadi alternatif lain bagi musisi wanita dikala akan tampil di panggung/acara/event besar, seperti konser atau acara-acara lainnya. Sekilas hal ini menunjukkan bahwa fashion kurang mendapat perhatian penting bagi sebagian besar musisi tanah air.

Ada Band
Dari segi lirik dan musikalitas, terkesan sebagian besar ingin membuat lagu yang easy listening namun minim lirik sehingga mudah untuk dihafalkan pendengar. Metode ini memang merupakan salah satu cara agar lagu yang dikeluarkan gampang diterima di masyarakat namun juga berdampak kurangnya makna dari lagu tersebut karena minimnya kata dan banyaknya pengulangan dalam lagu, meskipun tidak semua lagu seperti itu. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kekuatan utama dan nilai jual suatu lagu karya anak bangsa ada pada bagian reffrain.

Selain dari segi berbusana, casual juga dibawa ketika musisi tanah air ini membuat MV. Biasanya sangat jarang musisi yang keluar dari 'pakem' show-off, dalam artian penampilan mereka ketika sedang menyanyikan lagu (baik secara band maupun solo) yang hampir mendominasi seluruh durasi MV (tidak berimbang dengan cerita dalam MV, kecuali memang tidak ada jalan cerita dari MV tersebut).

Untuk musik dangdut sendiri trend fashion yang biasa diperhatikan ialah baju-baju yang biasa digunakan ketika ada acara-acara tertentu, seperti baju dengan tambahan pernak-pernik "so-called bling-bling" yang seakan memamerkan keindahan tubuh sang penyanyi (untuk wanita). Meski pun trend tersebut baru-baru ini diubah dengan pakaian yang lebih casual. Selain itu beberapa pedangdut tanah air juga gemar mewarnai rambut mereka dengan beragam warna, tetapi kebanyakan (sepertinya) dilakukan tanpa konsultasi dengan pengamatan mode atau orang yang lebih berpengalaman dalam dunia coloring rambut.

Ayu Ting Ting

Biasanya dalam rangka promo lagu atau album terbaru musisi Indonesia menggunakan jalan baru tur dan mengandalkan penjualan melalui RBT (Ring Back Tone) atau NSP (Nada Sambung Pribadi). Hal ini tak lepas dari masalah ramainya pembajakan di era modern sekarang, sehingga promosi melalui RBT jauh lebih menguntungkan dan lebih murah untuk digunakan konsumen dibanding harus membeli CD aslinya. Selain itu biasanya lagu baru yang langsung nge-hits akan langsung dijadikan soundtrack dari sinetron-sinetron baru di beberapa stasiun televisi.


J-Music VS K-Music VS I-Music

Dari segi musik dan lirik yang digunakan, ketiga negara tersebut menggunakan bahasa asli masing-masing. Namun kenapa musik Jepang dan Korea lebih mendunia dibanding musik Indonesia ? Orientasi go international yang dicanangkan musisi-musisi tersebut dapat menjadi patokannya. Kalau Jepang dan Kore terlihat pede menggunakan bahasa asli mereka sebagai cara menaklukkan dunia, maka musisi Indonesia (kebanyakan) membuat lagu-lagu berbahasa asing (utamanya Inggris) agar dapat lebih diterima pasar internasional. Padahal tidak sedikit lagu Indonesia yang benar-benar mapan secara lirik dan musikalitas yang sebenarnya mampu menguasai pasar asing.

Selain itu money-oriented yang diterapkan beberapa manajemen di Indonesia membuat beberapa musisi harus kehilangan 'jati diri' mereka dalam bermusik. Untuk musisi-musisi yang baru di industri musik misalnya, jika diawal kemunculannya mereka menjadi seorang musisi yang asli, seiring dengan perjalanan waktu cara bermusik mereka pun perlahan-lahan berubah mengikuti selera pasar. Tidak jarang kita lihat band yang dulunya membawakan musik metal dan cadas setelah beberapa tahun menjadi band mainstream dengan lagu slow dan bertemakan cinta.

Berbeda dengan musisi asal Jepang dan Korea. Kebanyakan musisi dari dua negara tersebut masih mempertahankan sisi originalitas mereka dan malah tidak jarang mereka membuat 'aliran baru' yang sebenarnya masih merupakan bagian dari suatu aliran yang umum. Seperti band Jepang Maximum The Hormone yang menyatakan mereka membawa aliran Nu Metal, dimana bodybang (bukan headbang) menjadi keunikan dari band tersebut. Karena mereka mungkin percaya bahwa originalitas dengan sendirinya akan membawa pada kesuksesan dan keuntungan materi, sekaligus sang musisi memiliki waktu edar yang lumayan lama di industri musik karena minim saingan dari aliran yang benar-benar sama.

Maximum The Hormone

Sisi originalitas juga merujuk kepada fashion. Meskipun musisi-musisi Jepang dan Korea dikenal gemar gonta-ganti style mereka, tetapi pasti ada satu sisi dari karakter mereka yang mereka pertahankan sebagai nilai jual. Hal ini juga membuat para fans tidak jenuh dan malah penasaran dengan fashion dari idola mereka. Bandingkan dengan fashion Indonesia yang terkesan lebih 'membumi'.

Selain itu pemberitahuan tentang lagu-lagu maupun MV terbaru dari para musisi tersebut tidaklah seheboh dua negara Asia Timur tersebut. Kalau musisi Korea yang memiliki akun resmi di situs YouTube, para musisi Indonesia lebih sering mempopulerkan lagu atau MV terbaru mereka melalui acara-acara musik di televisi nasional. Memang broadcast-nya mudah dan pasti ke seluruh Nusantara, namun kurang eksklusifnya waktu yang dimiliki karena harus berbagi dengan musisi lainnya membuat beberapa musisi pendatang baru maupun yang berasal dari aliran non-mainstream akan kalah bersaing dengan musisi yang telah terkenal lebih dulu.

Selain itu minimnya liputan yang dilakukan pihak pertelevisian lokal terhadap musisi yang sedang manggung maupun membawa nama Indonesia di luar negeri seakan membuat mind-set bahwa musisi lokal sulit bersaing di pasar internasional. Padahal sebenarnya banyak musisi lokal yang sukses berkarya di luar, hanya saja minim pemberitaan. Siapa saja yang mengenal Anggun sebelum sang penyanyi memutuskan membuat beberapa lagu di Indonesia ? Selain itu ada juga band asal Bandung yang bernama Burgerkill yang sukses manggung beberapa kali Amerika Serikat.

Anggun C Sasmi

Musisi Indonesia sebenarnya memiliki kualitas dan kemampuan yang mumpuni untuk menaklukkan pasar Asia, bahkan dunia. Tergantung dari bagaimana manajemen dan semua perangkat yang berperan di balik layar sang musisi tersebut sendiri, bisakah mereka membantu untuk memfasilitasi sang musisi agar dapat membuat karya yang mendunia ? Karena sebenarnya untuk menguasai pasar dunia tidak perlu menggunakan lagu berbahasa asing, cukup dengan lagu berbahasa Indonesia namun dikemas sedemikian rupa agar menarik.


VIVA DUNIA MUSIK INDONESIA !!



Sumber Gambar :
  • Google

44 komentar:

  1. Ipop yang ane suka SHEILA ON 7 ..lagunya gak akan dimakan zaman. :)

    BalasHapus
  2. Kpop tetep di hati :3
    Ipop juga *< maksain* --"

    BalasHapus
  3. "Selain itu money-oriented yang diterapkan beberapa manajemen di Indonesia membuat beberapa musisi harus kehilangan 'jati diri' mereka dalam bermusik" <-- setuju banget, contohnya Killing me Inside, dulu waktu belum terkenal agak cadas, sekarang najis gue dengernya -,-

    btw, suka Maximum The Hormone bang? itu band fashionnya gak muluk-muluk, personel gak banyak, tapi musiknya asik banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget ! Meskipun ga suka-suka amat tetep aja gua kurang suka ngeliat musisi yang "beralih aliran" hanya karena duit semata. Tapi itulah kehidupan, saya hanya penikmat #meh.

      Suka. Emang soal fashion MtM bisa dibilang biasa. Tapi aliran Nu Metalnya itu looh. Ajeb pisan ^^v

      Hapus
    2. yoi, gue kenal Nu metal dari Slipknot, dan bener-bener suka gara-gara MtM :D

      Hapus
    3. indonesia terlalu banyak mengadopsi gaya luar tanpa membesarkan gaya sendiri sepertinya.
      udah gitu juga ada yg namanya aliran band musiman.

      wooaa suka maximum the hormone juga bang?
      unik banget itu.

      sekarang gue lagi suka denger 'Fear and loathing at las vegas' nih.
      band dari jepang yg berusaha go international.
      lagu 'Jump around' udah banyak peminat karena udah jadi ost pes 2012

      terus lagu 'Just awake' juga menarik buat didenger :D

      Hapus
    4. Negara ini sudah terlalu banyak band musiman #eh

      *brb searching Fear and Loathing at Las Vegas.

      Hapus
  4. yap, untuk membuat sesuatu yang menarik memang ga gampang. mungkin disini butuh beberapa proses lagi untuk mencapai nilai jual yang menarik. ^^v
    dimulai dari penikmat nya juga om. padahal kan bosen tiap hari lagu galau menye menye gitu -__-

    soal fashion, di sini ga se-wah sana jadi kadang gampang dilupain gitu.

    banyak manajemen yang money-oriented itu yang di sesalin, apa apa duit, semua duit. mau sukses gimana nanti untung nya. eaaaak

    ada nilai plus dari indonesia bang. Karena keanekaragaman, hampir semua aliran musik diterima. apa semua yah, ga apal deh hehe
    semua nya bisa ditampung.

    oh iya, sebenernya yang beli CD itu banyak kok. walau gue suka donlot lagu bajakan, pasti CD nya gue beli. karena entah kenapa denger dari CD asli itu lagunya jadi enak dan berharga gitu hahaaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Generasi galau muncul karena banyak lagu galau #teori

      Semuanya ditampung, asal jangan ditampung doang, ya mbok sekali-kali disaring juga ^^v.

      Nah, membeli CD asli (yang harganya menguntungkan sang musisi) memang agak mahal, namun malah membuat kita lebih menghargai CD dan lagu-lagunya :D

      Hapus
    2. Waw, tentang CD original.
      nggak sabar pengen nulis tentang ini (album gw belum dibalikin temen soalnya -_-")

      However, sekarang di dunia barat album fisik mulai dilirik lagi. Nggak cuma CD, Vynil juga mulai diincar (walau cuma jadi koleksi).
      DDigital akan menemui titik jenuhnya, dan album fisik akan kembali diminati nanti.

      Hapus
  5. Indonesia bisa! Aku yakin, sebab potensi kita lebih besar, hanya lemah dalam sistem sebenarnya.

    BalasHapus
  6. gue bingung mau komen apa rid, lo cocok jadi wartawan musik rid.
    ok maju terus musik indonesia. I love Cantal Della Conceta my hot mama #SalahFokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. #amin
      Semoga gue beneran bisa jadi wartawan musik.

      Hapus
  7. Susahnya, musik indo tuh belom punya karakter/ciri yg khas. Kalo ga dangdut ya niru2 band luar negeri. Sementara dangdut tidak begitu menjual di internasional. Jadi ya, kayaknya untuk saat ini masih hanya angan2 saja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya (menurut pribadi) ada band Indonesia yang khas, yaitu PeterPan. Cuma sayangnya ada kasus itu,, jadi yah begitulah .....

      Hapus
  8. emmm gak trlalu ngkutin prkembangan jaman musik sih ya jd ye gtw deh :D
    cuman klo indonesia kyak musti punya kiblat musik,,abis kadang mirip korea,kadang kebarat2an :D

    BalasHapus
  9. bagiku musik untuk didengar adalah ugm utama bukan untuk dilihat karena itulah aku lebih suka yg musik nya berkualitas daripada muka atau penampilan .
    entah mau jpop jrock aku suka karena sesuai selera :D

    kalo kpop aku ga suka karena emang ga sesuai selera :/

    BalasHapus
  10. industri musik indonesia emang kalah jaaaaauh .-.

    BalasHapus
  11. kayaknya nih ya (cuma pendapat), karena banyak musisi kita cuma ikut kemauan pasar tanpa diiringi kualitas yang mumpuni. juga jarang musisi yang konsisten buat ngejaga dan ningkatin kualitasnya. kalaupun ada yang begitu, pasar musik kita ga akan terlalu menerimanya. tapi musisi indi misalnya bisa jadi pengecualian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, kalau mau dengerin musisi yang konsisten dengan gaya bermusiknya dari awal indie memang pilihan yang tepat. Tapi kalau musisi indienya sendiri sudah silau dengan gelimangan rupiah yah balik lagi,,, makin banyak musisi money-oriented (ga salah sebenarnya, cuma kasihan ngeliat fans-nya).

      Hapus
  12. kpop jpop ngga terlalu suka dan ngikutin perkembangabnya untuk ipop masih terkesan ikut ikutan dan budaya latah mungkin itu yang ngebuat pergerakannya aga lambat jarang yg unik dan berdiri sendiri..

    BalasHapus
  13. Band Indonesia yang keren ya yang indie.
    Sepi di dalem, tapi punya nama di luar.
    Meskipun ya harus berbahasa inggris lagunya.
    Dilema yah.
    Semacam harus memilih pasangan yang mana.
    #VIVATEAMSALAHFOKUS

    BalasHapus
  14. I-POP,indonesia itu latahan.jadi ga punya ciri khas tersendiri kaya k-pop,or music2 barat. boyband lagi eksis yg laen buru2 bikin boyband,minim kreatifitas tapi modal tampang,giliran nyanyi pada lipsing semua.dari segi fashion juga gue setuju,musisi cewek kebanyakan ngandelin gaya2 feminin dg dresscode yg itu2 lagi,beda sama j-lo atau sebut aja lady gaga..

    BalasHapus
  15. Artikel yg Bagus....
    Cuma menurut gw yg di atas itu sorotan i-musiknya lebih ngeliat ke jalur mainstream dimana yang main kebanyakan band dari major label. Padahal prestasi bermusik indonesia boleh dibilang maju menurut gw dengan banyaknya band kita yg udah mulai maen di beberapa negara luar (gw kurang suka istilah go internasional kesannya kaya negara kita bukan bagian internasional "no offense") seperti yg udah disebutin tadi burgerkill, kalo masalah metal indonesia udah ngga diraguin deh selain burgerkill juga udah banyak kayak jasad yang main di bancock deathfest atau death vomit di australia jumlahnya aja di bandung yang udah tercatat sebanding mungkin melebihi band metal di seluruh daratan eropa. Selain scene metal banyak juga kok kayak the sigit, SID, mocca bahkan udah lebih dulu terkenal di korea sebelum wabah korea menjamur di indonesia dengan fanbase mereka disana udah cukup besar dan bukan hanya di korea tapi juga di negara asia lainya kaya singapura, jepang dll. White Shoes & The Couple Company juga sama. Dan yg baru juga ada gugun blues shelter yang jadi pembuka bon jovi di inggris. begitu halnya kaya komunitasnya semisal chiptune dimana indonesia merupkan basis chiptune terbesar di asia tenggara dan eventnya sekelas sama event di jepang dan amerika. lagipula indonesia udah diakui dunia semenjak the tielman brothers nyebarin musiknya di taun 50'an jauh sebelum the beatles bahkan rollingstones bahkan sampe mengilhami mc cartney buat bikin the beatles. dan kemari2 gayanya bahkan diikutin sama jimy hendrix. Dan masih banyak lagi lainnya kalo mesti di mention satu2. Sebenernya Ngga ada yang salah juga dengan cara bermusik band yang orang bilang genre melayu yang galau2 cuma iklim keterbukaan aja perlu dipupuk dimana acara2 musik harusnya bisa menampilkan keberagaman musik bukan Cuma yang itu2 aja. Jadi orang orang bisa lebih tau bahwa musik di indonesia ada beragam dan mereka bisa memilih mana yang mereka suka. mau itu mainstream atau cutting edge, dirilis secara major atau indie....
    :D. Semangat terus nulis yg kaya ginian, bagus...... hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih komennya Gan, takjub bacanya (ngeliat data banyaknya band Indo yang sukses diluar), tapi yah itu tadi, musisi yang berasal dari major label seakan 'menindas' musisi indie. Jadilah pemahaman sebagian orang awam tentang musisi-musisi tanah air jadi semakin terbatas.

      Hapus
    2. haha, disini sih musisi dari major label pun sebenernya ngga salah2 banget, cuma menurut gw kesempatan dari penyelenggara acara musik juga turut andil ya khususnya telivisi lah yg jangkauannya luas, kalo majalah, radio atau pensi si udah lumayan kondusif lah pemberitaan dan kesempatan main cukup merata. kan enak kalo liat acara di pagi hari ada efek rumah kaca sepanggung sama wali, atau ada hollywod nobody ama ten2five gitu, atau bahkan deadsquad sama kangen band..... hahahaha kapan ya???? IMHO.

      Hapus
    3. Hahaha, bener. Secara televisi itu merupakan media paling banyak dan gampang dicapai. Jadi kalau beragam jenis aliran musik yang ditampilkan akan membuat industri musik kita di mata orang awam 'tidak terlalu membosankan'.

      CMIIW

      Hapus
    4. Agak sulit mengharapkan yang disebut teman2 di atas karena media elektronik adalah industri yang (sangat) padat modal.
      Semestinya semua acara harus menghibur, mendidik dan layak jual. Sayangnya karena padatnya modal untuk industri media, maka unsur edukatif sering diabaikan demi komersialisasi.
      Musik yang berbeda (indie, cutting edge, whatever) juga disebut edukasi karena membuka wawasan masyarakat tentang keberagaman musik tanah air. Sayangnya hal ini sering diabaikan oleh media.
      Saya bersyukur ada acara musik larut malam yang menggabungkan ketiga unsur tersebut. Mengedepankan idealisme dan edukasi dengan tetap menghadirkan unsur hiburan serta tanpa mengabaikan nilai jual acara tersebut. (sialnya siaran penayang acara tersebut tidak tersedia di jalur UHF di daerah saya -_-")

      Hapus
  16. musik Indonesia itu banyak banget yang bagus. cuman kalo yang ada di tipi itu yang seolah terkenal malah lagu yang gak gue sukain.

    Tapi sebenerya lagu Indonesia yang bagus, akan lebih mengena di hati dan lebih bermakna karna bahasanya juga ngerti.

    kalo lagu luar, guenya gak suka K or J pop, tapi rock nya barat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Acara musik larut malam pasti suka deh.... ;)

      Hapus
  17. Tapi denger2, banyak band dari indie label yg pengen masuk major label itu harus mengikuti apa yg sedang tren sekarang. Dan contohnya itu Killing Me Inside. CMIIW~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang saya pernah dengar kalau beberapa band Indie yang ingin masuk ke major label harus 'mengubah aliran' menjadi tren yang disenangi saat itu juga. Berbeda dengan musisi-musisi yang sudah punya nama, seperti DEWA dan SLANK yang bebas berkreasi karena mereka telah punya basis penggemar yang besar (atau bahasa kerennya, pasti laku/menjual).

      CMIIW

      Hapus
    2. Kalo nggak salah, Slank dari awal memang band indie. Virgo Ramayana cuma jadi distributor. Dana produksi tetap mereka tanggung sendiri.
      Kalo Dewa itu band major. Dari masuk Team Records trus Aquarius (saya ragu tentang nasib Team Records, apakah bergabung ke Aquarius atau bangkrut sehingga Dewa pindah ke Aquarius) dan terakhir di Arka/EMI.

      Hapus
    3. Bener bung, slank gak pernah masuk major label..

      Hapus
  18. yg gue suka sheila on 7 hehe sama kyk Ahmad Firdaus tuh :)

    BalasHapus
  19. Setuju dengan artikel ini, tapi kurang setuju dengan label iPop yang digaungkan saat ini.
    Kesannya melemahkan musik Indonesia itu sendiri karena meminjam istilah yang kadung populer di luar negeri.
    Why don't we choose IndoPop?
    Despite the ambiguity with Indie Pop, I think people around the world can be easier to remember Indonesia by "Indo-" not "i-"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah benar juga, kalau IndoPop lebih berasa kalau itu milik Indonesia ^^v

      Hapus
  20. waw... keren ga, musik indonesia emg mendunia, bener kata kang yohanes, biasa cuman lagi ngetren ja jadi minjam istilah gtu

    BY : catatan google

    BalasHapus
  21. untuk fashion, mungkin boyben-boyben udah wah tuh tampilannya.. tapi ya gitu, Ipop Indo gak dapet khasnya, jadi gue gak tertarik sama musik Indo yg cuma musiman -___-

    BalasHapus
  22. wow.. penjabaran yang mantap sekali :)
    hehe aku setuju deh sama semua penjabaran di atas,
    menurutku bener banget di bagian kalo J-music dan K-music itu terkenal justru karena ke originalan lagi dan style mereka, jd bukan semacam terapan dari lagu luar..
    kupikir Indonesia bner2 harus belajar bagaimana menjaga keoriginalan dan membuat keunikan baru..
    soalnya menurutku juga kayak adanya lagu dangdut, itu udah cukup unik secara di negara lain gak ada. Tapi lagu dangdut itu kadang2 dibawakan ke arah yang kurang enak dinikmati karena unsur2 lirik di dalamnya *kadang-kadang aja lho*. Yah pintar2 mengolah aja..
    trus bener juga tuh, Indonesia mungkin agak kalah di publikasi video-videonya. Gara2 belakangan ini terlalu banyak grup band atau boyband baru yang muncul, emang rasanya jadi kayak pasar aja dunia musik indonesia.
    Kenapa aku selalu suka musik jepang dan korea, mungkin karena khasnya mereka itu gak aku dapet di tempat lain. Aku harap Indonesia bisalah minimal nemuin jati diri lagu mereka dan mengolahnya dengan apik, aku yakin Indonesia bisa :)

    *duh sori malah kepanjangan*

    BalasHapus
  23. Sekarang lebih terpusat semata-mata industri sih bang. Gak liat noh banyak band baru nyanyinya lipsing doang? Ikut audisi indo idol dandanannya lebay abis? Bandingin coba dengan audisi american idol mungkin. Band-band yang punya karakter gak akan termakan oleh waktu, bahkan go international. Gak jauh-jauh ngomongin burgerkill yang jadi mainstream sekarang, liat SLANK sama SID. TOP BGT! *barusan gue komeng apa deh*

    Gue nunggu boyband pake batik sebagai identitasnya. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boyband pakai batik ? Sounds good.

      Yah asal ga kayak boyband yang personilnya pakai high heels semua, identitas sih identitas,, tapiii .... #sudahlah

      Hapus
  24. sebagai salah satu pencinta J-POP dan K-POP, gue cuma prihatin sama I-pop akhir-akhir ini, ada beberapa yang suka plagiat gitu. gimana mau respect coba? trus kebanyakan lipsync jadi ragu kira-kira itu suara asli mereka apa bukan, aslinya sebagus itu apa bukan? kira-kira itu banyak editannya nggak? -___-
    gue respect banget sama penyanyi dangdut jaman ike nurjanah, kristina dll yang klo nyanyi dangdut suaranya adem, bajunya sopan, jogetnya biasa aja nggak erotis gitu..
    aduh ini komeng pesimis mulu hahah~

    BalasHapus
  25. nexnine will be organizing an upcoming J-Pop Concert on the 1st of December 2012 at the KL Live - Concert Hall.

    The Concert is in line with the 30th Anniversary of Look East Policy between Japan & Malaysia which is part of a yearlong celebration being held and the concert showcases Japan’s current Top Female All Girl Band – “SCANDAL” in their SCANDAL SPECIAL LIVE IN MALAYSIA 2012 CONCERT.

    The concert which starts off at 8.00pm will also feature one local opening act under the same music label.

    This is first time, the artiste known as SCANDAL will be performing in Malaysia and it will be a great opportunity for all their Malaysian Fans to catch them performing LIVE here. The Concert will be part of their promotions tour for the Album “Queens are trumps - Kirifuda wa Queen” which will be launched by SONY Music Malaysia on the 1st week of November 2012.

    Tickets can be purchased online or at stores via: www.ticketpro.com.my.

    For more details on the band, please visit their Official websites at:

    SCANDAL Official Webpage:
    http://www.scandal-4.com/

    SCANDAL Official YouTube page.
    http://www.youtube.com/SCANDAL4VEVO

    SCANDAL SPECIAL LIVE IN MALAYSIA 2012 - FB Event Page at: https://www.facebook.com/events/408193585901226/.

    SCANDAL SPECIAL LIVE IN MALAYSIA 2012 - Official Events Website: http://www.pipiluv.com/index_files/scandalspecial.htm.

    Hope to see you all there!

    Take care and help keep supporting SCANDAL!

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...