Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

30 Juni 2012

Spain VS Italy ; The Unfinished Business



Akhirnya teka-teki siapa dua tim tersisa untuk memperebutkan gelar jawara Piala Eropa 2012 terjawab sudah. Spanyol dan Italia memastikan tiket final setelah mengalahkan lawan-lawannya di babak semi-final, Spanyol memenangkan derby Iberia menghadapi Portugal lewat adu pinalti sementara Italia memperpanjang rekor tak terkalahkan atas Jerman di turnamen resmi lewat keunggulan 2-1.

Kedua tim sebelumnya pernah bertemu pada babak grup, dimana hasil akhir pertandingan adalah sama kuat 1-1. Sekarang Spanyol dan Italia akan menuntaskan pertandingan mereka untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Akankah Spanyol menjadi negara pertama yang berhasil menjuarai tiga kejuaraan berturut-turut ataukah Italia mampu mengulang kesuksesan 2006 saat negara mereka diguncang skandal dan malah berhasil menjadi kampiun dunia ?

HEAD TO HEAD

Kedua tim sama-sama memiliki skuad yang fantastis, hasil yang diperoleh kedua tim dari awal turnamen sampai pada babak semi-final tampaknya menjanjikan partai final yang seru. Hal ini disebabkan karena pemain-pemain bintang yang menghuni kedua tim dan pola permainan atraktif yang tidak membosankan kedua tim.

Spanyol yang terkenal dengan gaya tiki-taka kembali mampu menunjukkan kelasnya sebagai tim yang bisa memegang kendali permainan. Terbukti dari keunggulan ball possession yang selalu ditampilkan Spanyol. Deretan pemain tengah yang memiliki keunggullan dalam hal passing semakin menyempurnakan gaya tiki-taka.

Sebaliknya dengan Italia, tim yang terkenal karena gaya catenaccio pada turnamen ini seakan 'membuang' tradisi tersebut. Italia sekarang menjadi tim atraktif yang selalu menekan dan ngotot untuk menguasai lini tengah. Komposisi pemain Italia yang memiliki beragam karakter juga memudahkan sang allenatore Cesare Prandelli dalam meramu taktik.


GOAL KEEPER
Iker Casillas VS Gianluigi Buffon


Dua kiper yang disebut sebagai yang terbaik di dunia ini kembali akan saling bertemu pada laga final. Secara statistik kebobolan di EURO, boleh dibilang kalau Casillas lebih unggul dibandingkan Buffon. Casillas hanya kebobolan satu kali melalui kaki Antonio Di Natale kala melawan Italia, sedangkan gawang Buffon telah bergetar tiga kali.

Meski begitu tidak serta merta Casillas dapat dikatakan lebih baik dibanding Buffon, dalam open play kedua penjaga gawang ini sulit sekali untuk ditaklukkan. Belum lagi tanggung jawab lebih sebagai kapten tim, baik Casillas maupun Buffon pasti tidak akan menyerah dengan mudah. Sekali lagi laga pembuktian kiper terbaik dunia antara Saint Iker dan Superman tersaji.


DEFENDER
Sergio Ramos VS Leonardo Bonucci



Dua nama ini mungkin memang diprediksi sebagai komponen utama dan terpenting di lini pertahanan masing-masing tim. Namun dicoretnya beberapa nama pemain belakang di masing-masing tim seakan menjadi berkah bagi kedua pemain ini untuk bersinar.

Sergio Ramos menjadi pilihan utama Vicente Del Bosque setelah kapten Barcelona, Carles Puyol urung ikut serta di Polandia-Ukraina karena masalah cidera. Sadar timnya kekurangan pemain bertahan murni dan fleksibilitas Ramos yang bisa dipasang menjadi bek tengah membuat Del Bosque mempercayakan Ramos sebagai tandem Gerard Pique di jantung pertahanan La Furia Roja. Kepercayaan tersebut dibayar tuntas oleh Ramos dengan permainan apiknya selama turnamen EURO 2012.

Sementara Bonucci sebenarnya berada di balik bayang-bayang kesuksesan rekan setimnya, Giorgio Chiellini. Namun setelah cideranya Chiellini dan Barzagli di beberapa pertandingan La Nazionale, ditambah dicoretnya nama Domenico Criscito akibat skandal pengaturan skor membuat Bonucci selalu mendapatkan kesempatan untuk unjuk kemampuan. Kesempatan yang tidak disia-siakan Bonucci, kematangannya membuat gawang Italia semakin aman.


MIDFIELDER
Xavi Hernandez VS Andrea Pirlo


Dalam skema permainan Spanyol dan Italia saat ini, dominasi lini tengah menjadi suatu keharusan. Maka dari itu peran gelandang akan sangat krusial dalam pertandingan final Piala Eropa 2012. Otak dan nyawa utama dari lini tengah masing-masing klub ialah Xavi Hernandez bagi kubu Spanyol dan Andrea Pirlo di kubu Italia.

Xavi telah terbukti sebagai jendral lapangan tengah Spanyol, titel juara Eropa 2008 dan juara Dunia 2010 menjadi bukti nyata kemampuan Xavi sebagai nyawa lini tengah Spanyol. Secara individu Xavi bahkan menjadi runner-up pemain terbaik dunia dibawah koleganya di Barcelona, Lionel Messi serta memecahkan rekor EURO sebagai pemain paling banyak melepaskan passing.

Sedangkan bagi Italia kehadiran Pirlo seakan menjadi pedang bermata dua. Bila Pirlo bermain mengagumkan maka begitu pula dengan Italia, sebaliknya bila sang metronom dihentikan Italia akan mengalami kesulitan membongkar pertahanan lawan. Mampukan pemain yang membawa Juventus menjuarai Serie-A musim ini memberikan trofi EURO 2012 kepada publik Italia?


STRIKER
Fernando Torres VS Mario Balotelli


Lini depan kedua tim sedikit berbeda. Jika Spanyol kesulitan mendapatkan striker haus gol, maka Italia seakan menyambut masa dimana mereka punya lini depan yang bisa diandalkan. Peran pemain depan menjadi krusial karena permainan possession football yang diterapkan kedua tim. Maka dari itu para penyerang dituntut untuk mampu mengkonversi peluang sekecil apapun menjadi gol.

Spanyol mungkin menyesalkan ketidak hadiran David Villa karena cidera, namun Del Bosque malah menciptakan taktik baru yang disebut false nine. Formasi ini sering kali menempatkan gelandang dan mengorbankan pemain depan, menyebabkan peluang para penyerang Spanyol memiliki kesempatan yang minim untuk unjuk gigi. Dari ketiga striker yang dibawa Del Bosque hanya Fernando Torres yang pernah menggetarkan jala gawang, namun keraguan akan musimnya yang mengecewakan semakin menyulitkan Torres agar dipasang sebagai starting eleven Spanyol.

Jika Spanyol kesulitan menemukan penyerang, maka Italia sedang melihat awal dari karir Mario Balotelli sebagai striker kelas dunia. Penyerang kontroversial Manchester City ini memang berbakat namun acap kali bermasalah dengan kepribadiannya. Jika Balotelli mampu bermain brillian tanpa terkendala emosinya, alamat mimpi buruk bakal dirasakan oleh pemain bertahan Spanyol.

10 komentar:

  1. Pertandingan yang bakal berjalan ketat gan..
    Saya dukung Spanyol, tapi prediksi saya kemungkinan juara, Italia 52 : 48 Spanyol.
    Nice post.. :)

    BalasHapus
  2. Susah untuk diprediksi, kedua tim luar biasa hebat. Tapi, entah kenapa, feeling jatuh ke Spanyol. Muehehe :D

    BalasHapus
  3. Kalo dilihat dari kemarin sih Spanyol bakal menang, tapi gua berpihak ke Itali. Gua yakin Itali menang, yoossshh ! Buffon masih bersinar xD

    BalasHapus
  4. saiiaaaa.. pegang italiaaaaaa....
    sebenarnya senang spanyol juga sihh,,

    yang manaa aja lahhh..
    tpi 51% pegang italia...
    hohohoho

    BalasHapus
  5. Dari awal aku suka spanyol sama jerman, tapi entah kenapa pas kemaren jerman main karna mereka terlalu pede, aku rasa itali menang, eh bener. aku harap spanyol menang, biar barca makin berjaya *pasang iket kepala* yosh ('-')9

    BalasHapus
  6. Setuju, para penyerang kedua tim dituntut untuk mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun, . dilihat dari segi pertahanan spertinya Italy lebih baik dari spanyol.. Saya yakin Italy yang menang, apalagi si Balotelli lagi semangat-semangatnya mengejar topskor.heueheu

    BalasHapus
  7. kahirnya ketemu lagi ya mereka. dan tetep fabregas unyunya maksimal uuuuuuuu :)

    BalasHapus
  8. telat baca ini, tapi yang penting spanyol juara. :D

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...