Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

18 Mei 2013

Manajer Muda di Sepakbola Eropa

Peran seorang manajer dalam sebuah tim sepakbola dapat dikatakan sebagai salah satu elemen penting kesuksesan sebuah klub sepakbola. Peran manajer sebagai juru taktik terkadang menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan sepakbola. Banyak nama manajer nomor wahid di jagad sepakbola Eropa, namun para manajer senior ini suatu saat juga harus digantikan dengan sosok manajer muda yang memiliki visi sepakbola yang mungkin lebih dahsyat dari yang manajer sekarang tampilkan.


Nama Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun di akhir musim kompetisi 2012/12013 ini dapat dikatakan sebagai kehilangan besar dunia sepakbola. Sir Alex yang telah 26 tahun melatih skuad Manchester United disebut-sebut sulit dicari penggantinya. Dengan menghabiskan hampir seluruh karir kepelatihannya membesut Red Devils, sosok manajer yang lihai mencari bakat muda dan berfilosofi "membangun sebuah klub, bukan tim" mungkin sulit dicari penggantinya.

Dan berikut adalah nama-nama manajer 'muda' di dunia sepakbola Eropa. Para manajer yang memiliki prestasi membanggakan meskipun baru beberapa tahun berkecimpung di dunia sepakbola sebagai manajer, siapa tahu diantara mereka ada yang akan menjadi the-next-Ferguson.


#1. Josep "Pep" Guardiola


Manajer yang mulai musim 2013/2014 akan melatih Bayern Muenchen ini pantas dijuluki sebagai yang terbaik diantara manajer berusia muda lainnya. Mantan gelandang Barcelona era 90-an ini meraih suksesnya kala memperkenalkan pola tiki-taka kepada Barcelona yang mulai ia asuh sejak musim kompetisi 2008/2009 sampai 2011/2012.

Bersama Pep, Barcelona telah bertransformasi menjadi kekuatan dahsyat di La Liga maupun Eropa, bahkan sering disebut-sebut sebagai skuad terbaik yang pernah ada di muka Bumi. Permainan penguasaan bola melalui operan-operan pendek menjadi ciri khas tim yang diasuh manajer yang sempat digosipkan menjadi suksesor Sir Alex di MU tersebut. Sejauh ini Pep telah mengoleksi 14 gelar resmi bersama Barcelona, tentunya tangan dingin Pep akan ditunggu para fans Bayern Muenchen musim depan.


#2. Andre Villas-Boas


Andre Villas-Boas (AVB) adalah sosok manajer yang tak hanya muda secara pengalaman, namun juga umur! Dengan umur yang baru menginjak 35 tahun, lazimnya seorang manajer dengan umur seperti itu masih melatih tim-tim semenjana atau baru akan memikirkan menjadi manajer (bila ia pemain sepakbola). Namun AVB mampu membuktikan dengan usia yang terkadang lebih muda dari pemain yang ia latih, ia mampu meraih sukses.

Manajer yang disebut sebagai the special two --plesetan special one milik Mourinho-- karena sama-sama mampu memberikan treble winner kepada Porto sebelum akhirnya hijrah ke Chelsea ini memang dapat dikatakan tidak berhasil bersama tim biru London tersebut. Namun Villa-Boas mampu membuktikan kapasitasnya bersama Tottenham Hotspurs, bahkan Spurs musim ini masih memiliki kesempatan lolos ke Liga Champion. Sebuah pembuktian yang pantas dari AVB bagi fans yang mencemoohnya kala dipecat Chelsea.


#3. Massimiliano "Max" Allegri


Semenjak Serie-A terkena kasus Calciopoli, liga sepakbola terbesar Italia itu seakan menjadi milik Internazionale Milan sendiri. Namun pada musim kompetisi 2010/2011 rival sekota Inter ; AC Milan membuat gebrakan dengan menunjuk manajer muda yang bersinar bersama Cagliari ; Max Allegri sebagai nakhoda baru Ill Diavolo Rosso

Kepercayaan tersebut langsung dibayar Allegri dengan memutus scudetto berantai Inter di musim pertamanya melatih Milan. Permainan Allegri yang gemar mengkombinasikan pemain senior-muda mampu membawa Milan menjadi salah satu klub yang disegani tak hanya di tanah Italia, namun juga Eropa. Namun sepertinya manajer yang memberi Milan satu gelar scudetto dan satu gelar Super-Coppa ini musim depan tidak akan bersama Milan lagi. Gosip yang berkembang Allegri akan membesut klub Italia lainnya ; AS Roma.


#4. Antonio Conte


Semenjak kembali ke Serie-A akibat terlempar ke Serie-B karena terjerat skandal calciopoli, Juventus memang belum sekalipun memenangi gelar bergengsi. Karena itu pada musim 2011/2012 manajemen klub berjuluk "Si Nyonya Tua" itu menunjuk mantan pemain mereka yang sukses membawa Siena promosi ke Serie-A untuk musim 2011/2012 ; Antonio Conte untuk mengembalikan martabat mereka di kancah sepakbola Italia.

Namun ternyata Conte mampu melebihi ekspetasi manajemen Juventus, bersama Conte, Juve telah memenangi dua scudetto secara beruntun. Pertahanan cattenacio ala Italia mampu ia modifikasi dengan permainan penguasaan bola modern, hasilnya adalah permainan Juventus yang bergairah dan tampak berbeda dengan klub Italia kebanyakan. Conte yang sempat dilirik Manchester City dan Real Madrid ini sudah menandatangani kontrak barunya di Juve, ia juga berpesan bahwa ia ingin dikenang sebagai manajer yang hebat bagi Juve, bukan hanya sebagai pemain.


#5. Jurgen Klopp


Pencapaian Dortmund menggapai final Liga Champions kedua mereka tentu tidak lepas dari tangan dingin manajer nyentrik kelahiran Stuttgart ini. Menangani Dortmund semenjak musim kompetisi 2008/2009, pencapaian gemilang Dortmund di musim kompetisi 2012/2013 merupakan buah dari jerih-payah Klopp semenjak baru melatih klub Lembah Rurh tersebut.

Klopp lebih sering menggunakan jasa pemain muda binaan klub ketimbang membelinya. Hasilnya? Pemain-pemain muda seperti Kevin Grosskreutz, Ilkay Gundogan, Marco Reus dan Mario Gotze semuanya merupakan pemain yang lahir dari akademi Dortmund. Jangan lupakan striker paling hot di Eropa saat ini ; Robert Lewandowski yang mampu bersinar dibawah arahan Klopp. Racikan Klopp biasanya menuntut pemainnya untuk dapat selalu bergerak dan melakukan sprint, baik dalam menyerang maupun bertahan. Hal ini menjadikan para pemain Dortmund 'keras kepala' dan sulit untuk ditembus.



3 komentar:

  1. Rodgers dan strama gak dimasukin, efek gak juara kali wakakakak... Berhasil/enggaknya suatu manajer tergantung kebijakan klub, imho. Contoh: avb pas di celsi, malah sukses di totenham :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. AVB juga enggak juara musim ini Yog, wkwkwkwk.
      Menurut gue dua orang itu belum nunjukkin prestasi yang cukup 'wah' :D

      Bener, kalau sama Abramovic susah kalau cuma bagus, ama bos Russia itu harus bagus banget banget banget. LoL

      Hapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...