Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

30 Agustus 2013

Hasil Voting Menjadikan Member 'Dimaki' Fans Bukan Hal Baru

(source)
Mungkin sepanjang sejarah di industri musik Indonesia, baru pada konser Revival Show Pajama Drive milik JKT48-lah para fans juga dilibatkan untuk 'membantu memilih' susunan formasi/posisi member tampil, bukan ditentukan oleh pihak manajemen maupun sang artis itu sendiri.

Konsep voting ini sebenarnya bukan hal baru dalam 48Family, di Jepang sana para fans 48Family mengenal sistem voting yang dikenal dengan sebutan senbatsu (terjemahan harfiah ; pemilu). Sistem voting yang melibatkan fans ini tentu 'menguntungkan' member dengan basis fans yang besar untuk terpilih menjadi yang terdepan dalam konser tersebut.

Namun meskipun banyak dari fans yang bergembira karena member yang mereka dukung (oshimen) berhasil mendapatkan posisi yang bisa dibilang 'bagus', banyak juga diluar sana (khususnya di dunia maya) yang tidak senang karena oshimen mereka berada di posisi yang tidak mereka harapkan, dan sayangnya malah melampiaskan kekesalan/kemarahan mereka dengan 'memaki' member yang posisinya lebih baik/yang mereka harapkan dapat dicapai oshimen mereka.

Tidak hanya dalam 48Family, secara luas kita tentu dapat melihat kalau seseorang yang berada di posisi yang lebih 'baik' kerap akan mendapatkan hujatan atau hal-hal yang bisa dibilang tidak menyenangkan. Seperti kata pepatah "semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang angin yang menerpanya", begitu juga dengan sistem voting dalam 48Family secara umum dan JKT48 secara khusus.

Bisa jadi karena masih mengalami yang namanya shock culture hingga para fans (yang bisa dikatakan) garis keras (namun berkelakuan 'tidak baik' hingga kerap disebut) alay menjadi menggila dan mulai mengutarakan sumpah serapah kepada member yang posisinya mereka anggap lebih baik ketimbang oshimen mereka. Tentunya yang banyak terlacak di publik adalah kata-kata tak senonoh yang 'diucapkan' melalui media twitter.

Dari fanboy
Dari fangirl
Namun sebenarnya tingkah 'alay' fans seperti dua kicauan diatas bukanlah hal yang baru di dunia 48Family. Tentu masih segar di ingatan bahwa beberapa waktu yang lalu fans Sayaka Yamamoto (Sayanee) NMB48 sempat 'mencak-mencak' di media sosial ketika ada berita yang mengatakan bahwa Sayaka dan Taka (vokalis One OK Rock) berpacaran, padahal berita tersebut merupakan hasil wawancara Taka yang berujar ingin memiliki kekasih seperti Sayaka.

Selain itu ada juga kasus dimana fans Watanabe Mayu (Mayuyu) AKB48 terbakar amarah bahkan sampai berujar 'mati! mati! mati!' kepada presenter acara variety show berjudul Mecha-Mecha Iketeru!, Koji Kato. Hal ini disebabkan karena satu adegan sandiwara yang menampilkan sang presenter 'menendang' salah satu member paling populer AKB48 hingga terpental.

Berita Selengkapnya
Selain itu, sistem voting untuk menentukan posisi untuk konser Revival Show Pajama Drive yang menggunakan sistem voting sms, berbeda dengan sistem voting senbatsu sousenkyo AKB48 beberapa waktu yang lalu yang menggunakan media online dan para fans harus memiliki album AKB48 untuk memperoleh hak pilih.

Sistem voting via sms dapat dikatakan kurang begitu terpercaya di Indonesia, khususnya dengan semakin menjamurnya acara-acara televisi (khususnya pencarian bakat) yang menggunakan sistem voting sms. Voting via sms ini bisa dibilang memilik kelemahan yaitu member yang memperoleh vote banyak belum tentu di-vote banyak orang.

Bisa saja voting banyak tersebut diperoleh dari satu orang yang memiliki pulsa/materi berlebih hingga bisa melakukan vote lebih dari sekali. Memang sistem kartu suara dari album yang dilaksanakan AKB48 dapat dikatakan mirip dengan sistem sms yang diterapkan JKT48, namun tentu membeli album dengan membeli pulsa/nomor telfon baru berbeda, khususnya dari segi harga dimana harga album bisa dikatakan lebih mahal.

Seseorang melakukan voting, bahkan sampai berkali-kali dan menghabiskan ratusan ribu/jutaan pulsa mereka juga tidak menjamin oshimen mereka akan mendapatkan posisi yang bagus, kemungkinannya tinggi namun tidak pasti. Perasaan kesal tentu muncul ketika sudah menghabiskan uang sebanyak itu untuk melihat sang oshimen gagal mendapatkan posisi centre, apalagi 'dikalahkan' oleh member yang menurut mereka tidak pantas mendapatkannya.

Misalkan saja, individu A menghabiskan pulsa sebesar satu juta rupiah untuk mendukung member A. Jumlah voting member A bisa saja kalah apabila ada member B yang didukung sejuta orang lainnya, meskipun jumlah pulsa yang mereka keluarkan tidak sebanyak yang dikeluarkan individu A. Hal ini dikarenakan yang pada akhirnya dilihat adalah total jumlah vote yang diperoleh, bukan besarnya pengeluaran pulsa yang dikeluarkan satu-dua orang.

Selain itu kembali ke masalah tidak adanya transparansi yang memang sulit ditampilkan apabila sistem voting melalui sms. Hal ini yang kerap membuat beberapa fans yang tidak terima kemudian membuat asumsi bahwa voting via sms ini merupakan 'akal-akalan' JOT, padahal pada akhirnya JOT lah yang menentukan posisi para member. Sebuah alasan yang juga kerap dilontarkan para fans yang kecewa ketika idola mereka tereliminasi dalam acara pencarian bakat lainnya di Indonesia.

Namun 'keributan' selevel makian fans kepada beberapa member yang mengalahkan oshimen mereka belum bisa dibandingkan dengan kemarahan fans Atsuko Maeda yang secara mengejutkan digantikan posisi centre-nya oleh anak kecil berusia 11 tahun (pada saat itu) ; Matsui Jurina di lagu 'Oogoe Diamond'.


Pada saat itu, Aki-P secara mengejutkan mengganti Acchan yang selalu berada di posisi centre dengan Jurina. Karena banyak yang kaget/kecewa/marah dengan keputusan sepihak Aki-P tersebut banyak bermunculan haters Jurina. Bisa dikatakan hal ini yang menjadikan sistem senbatsu diperkenalkan kepada fans agar keputusan soal posisi/formasi member bisa lebih diterima.

Meskipun bisa dikatakan masih penuh dengan kekurangan, namun 'senbatsu pertama' JKT48 ini dapat dikatakan merupakan langkah awal agar para fans JKT48 bisa 'menerima' sistem yang diterapkan dalam 48Family itu sendiri. Apapun hasil dari senbatsu untuk konser Revival Pajama Drive tersebut bisa dikatakan sebagai langkah awal pembelajaran bagi member, JOT dan khususnya fans dalam bersikap sekiranya nanti akan diadakan kegiatan semacam senbatsu lagi bagi JKT48.

Ketimbang mempermasalahkan akun-akun twitter yang 'memaki' fans pemenang senbatsu (yang jelas-jelas merendahkan diri mereka sendiri dan mungkin juga oshimen mereka), ada baiknya kita mendiamkan akun-akun 'negatif' tersebut. Anggap saja akun-akun 'negatif' tersebut seperti (maaf) orang gila yang ada di jalan. Bila kita berdebat dengan mereka tentunya mereka akan semakin beringas. Sama saja dengan akun-akun negatif yang apabila dibahas terus-menerus akan semakin menguatkan 'citra negatif' yang melekat pada diri mayoritas fans JKT48 di tanah air.

Toh, hasil voting tersebut hanya digunakan dalam sebuah konser. Aura kebintangan milik masing-masing member tidak akan pudar hanya karena gagal menjadi centre dalam satu konser, para member masih memiliki banyak waktu dan juga event untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada fans, baik yang mendukungnya maupun tidak.

Bahkan dalam beberapa kasus pada acara pencarian bakat, pemenang kedua acara tersebut kerap bisa bertahan lebih lama ketimbang pemenang pertamanya. Kemungkinan karena sang runner-up memang lebih berkualitas untuk eksis lama di dunia entertainment ketimbang sang jawara maupun para pendukungnya merasa tidak butuh melakukan vote secara massal lagi karena sang idola bisa dipastikan akan mendapatkan sorotan media yang 'sama' dengan si juara pertama.

Tentunya para fans JKT48 masih ingat kasus salah seorang (ex) member JKT48 yang keluar karena kebelet menjadi centre? Bukankah dulu banyak dari kalian yang mendeskritkan dirinya ketika 'memaksakan' keinginannya menjadi centre? Kalau kalian pernah memandang rendah sang (ex) member tersebut, maka jangan menjadikan diri kalian sendiri menjadi sosok yang kalian sendiri pernah pandang rendah.

(source)


11 komentar:

  1. pusing juga lama-lama liat gifnya ._.
    besok-besok yang ngirim SMS bakal berkesempatan dapet hadiah hehehe

    BalasHapus
  2. (.__. ) bocah-bocah delusional itu ga tobat juga...

    btw ya kalo membernya kepilih salahin voternya lah, masa membernya yang disalahin.

    logic doesn't exist in them of delusions ( =_=)

    BalasHapus
  3. kasian juga member yang dimaki-maki ya, mereka kan gak tau apa-apa ._.
    apalagi jurina, kasian dia -_-

    BalasHapus
  4. hmm,,, timbul masalah baru lagi nih di JKT48..!!

    penuh rintangannya ternyata..

    http://www/kreativitasforll.co.vu/

    BalasHapus
  5. Yah.. Sama gw alamin juga.. Terutama di 48familyfans regional~ seblum ini terjadi ngumpul tiap minggu tuh asik.. Makin kesini tiap ngumpul ribut mulu.. Jadi pecah.. Kumpulnya jauhan peroshien BLAH---

    BalasHapus
  6. ngenes gitu bang itu cewek di tendang kepalanya kasian hhhe -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buka link beritanya nggak? Itu kan semacam akting yang dilakukan Mayuyu, bukan ditendang beneran .__.v

      Hapus
  7. yah... pantesan hasil pemilu juga banyak yg ngomel2 gak jelas karena "oshi" nya kalah *tunggu ram, jangan nyambung2in ke pemilu lagi plis*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapikan Ram, ini kan namanya juga "pemilu" #desh

      Hapus
  8. Pelik juga ya masalah di group sebesar JKT48. Saya kira, mereka tinggal tampil-tampil aja

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...