Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

6 Januari 2015

Cross Ange, Sebuah Roller-Coaster Rating


Sudah memasuki bulan Januari 2015, artinya sudah saatnya anime-anime musim dingin Jepang tayang menggantikan anime musim gugur yang beberapa sudah berakhir kontrak tayangnya. Namun jumlah anime musim gugur yang berlanjut ke musim dingin kali ini juga tak kalah banyak, menjadikan kuantitas anime yang tersedia dari Januari ke Maret depan menjadi sesak.

Salah satu anime musim gugur yang berhasil 'survive' ke musim dingin ialah Cross Ange: Tenshi to Ryuu no Rondo atau lebih sering dikenal dengan sebutan Cross Ange. Awalnya Cross Ange terlihat menjanjikan, apalagi kalau bukan karena perusahaan yang menerbitkannya adalah tak lain tak bukan Sunrise yang sudah terkenal karena kemampuannya membuat cerita berjenis mecha (baca: Gundam).

Meskipun begitu, rating Cross Ange (secara saya pribadi) acapkali mengalami naik-turun, mulai dari ekspetasi awal, animasi-animasi awal yang 'membuat mata sakit' hingga perkembangan cerita ketika sudah memasuki tahap pergantian musim yang bisa membuat penontonnya sulit menebak kelanjutan cerita anime ini.

*SPOILER ALERT*


THE BEGINNING

Pertama, lihat gambar dibawah ini.


Awalnya Cross Ange terlihat seperti rip-off dari beberapa seri terkenal milik Sunrise, seperti yang terlihat dari animasi opening anime ini, mengingatkan kita akan opening milik anime milik Sunrise lainnya yaitu Gundam Seed: Destiny. Selain dari opening, perkembangan cerita Cross Ange juga sedikit nyerempet Code Geass, mungkin juga karena penggambaran keluarganya Angelise mirip dengan beberapa karakter dari anime Code Geass (yang juga dari Sunrise).

Tapi kejutan (dan juga salah satu alasan kenapa di bagian awal Cross Ange terlihat kurang menarik) yang paling besar adalah banyaknya fanservice yang diberikan Sunrise dari anime ini (terkadang jadi mirip Infinite Stratos juga). Gabungan dari "boobs and yuri" rasanya cukup membuat banyak penggemar anime mecha terkejut dengan apa yang disajikan Cross Ange pada episode-episode awalnya.

THE RIP-OFF


Kemiripan Cross Ange dengan anime mecha Sunrise lainnya (khususnya Gundam Seed) tak hanya berhenti di opening dan penampakan karakternya. Jalan ceritanya pun mirip dengan Gundam Seed kalau tidak kita sebut sebagai storyline template-nya Sunrise. Mulai dari adegan dimana Ange 'dipaksa' menjadi Norma bisa dikatakan mirip dengan kenapa Kira mau menjadi pilot Gundam hingga adegan terdampar di pulau berdua ala Athrun-Cagalli atau Hallelujah-Marie bisa ditemukan di anime ini, tentunya dalam kadar yang lebih ecchi.

Athrun dan Hallelujah pasti tidak sejauh ini ketika terdampar, atau tidak?

Dan jangan lupakan kalimat yang diucapkan Ange dan Hilda saat mereka 'kembali' ke Arzenal yang tentunya mengingatkan kita terhadap salah seorang karakter anti-hero-diktator terhebat yang pernah diciptakan Surise; Lelouch vi Britannia.


THE TURNING POINT


Layaknya kedamaian dunia yang berubah saat avatar menghilang dan negara Api menyerang, rating (pribadi) Cross Ange juga berubah drastis dari anime sekedar-mecha-more-fanservice menjadi anime mecha 'beneran' dengan jalan cerita yang tak bisa ditebak saat tiga ParaMail asing menyerang Arzenal dan Vilkiss berubah emas (dan tak lupa juga, cerita sebenarnya dari kehadiran DRAGOON dan Norma).


====================================================


Cross Ange (dan juga Kill la Kill) mengajarkan pada kita bahwa tak semua anime bertipe (yang membuat kita berpikir) fanservice di episode-episode awalnya tak mampu berubah menjadi anime dengan storyline yang mengagumkan. Meskipun sisi ecchi Cross Ange sampai saat ini masih ada, namun dari segi kedalaman cerita hingga pembahasan karakter sudah bisa dibilang layak dibilang sejajar (atau lebih rendah satu level) dari anime-anime mecha Sunrise yang lebih dulu terkenal.


4 komentar:

  1. Buat saya episode pertama memang terkesan mencari "sensasi". Seperti adegan penyiksaan Ange oleh Zola itu tidak terlalu berpengaruh pada jalan cerita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain menunjukkan kehidupan para Norma ke Ange sih sepertinya tidak terlalu berefek ke jalan cerita.

      Masalahnya dari awal kaget aja gitu lihat Sunrise tumben-tumbenan bikin anime model gitu (baca; ecchi mengarah hentai).

      Hapus
  2. Anyway saya salah masuk ruang nih,saya bukan pecinta anime. :D
    Tapi kok jadi betah disini ya...

    BalasHapus
  3. suka anime juga abang ini ya...

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...