Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

19 Juni 2015

Siapa Cocok Gantikan Tevez?


Keputusan Carlos Tevez untuk meninggalkan Juventus dan kembali ke klub masa kecilnya, Boca Juniors merupakan pukulan telak yang harus diterima Juventini dimanapun. Bukan hanya kehilangan juru gedor utama tim, tapi juga kehilangan sosok berpengaruh di ruang ganti tentu sulit untuk ditemukan penggantinya. But the show must go on, Marotta telah mengambil langkah antisipasi hengkangnya striker Argentina dengan mendatangkan dua striker baru, Paulo Dybala dan Mario Mandzukic.

Selain dua rekrutan baru tersebut masih ada dua nama yang dikabarkan akan kembali berseragam hitam-putih; Simone Zaza dan Domenico Berardi. Kehadiran duo Sassuolo yang juga merupakan pemain Juventus itu menambah banyak deretan striker yang dimiliki Si Nyonya Tua yang hanya menyisakan Alvaro Morata, Fernando Llorente dan Allesandro Matri. 

Tapi kabar terbaru mengatakan bahwa Juve ingin melego Llorente dan Matri dan hanya mendatangkan Zaza --Berardi kembali dipinjamkan ke Sassuolo-- sehingga menjadikan Juve memiliki empat striker untuk mengarungi musim 2015/2016 (sampai sejauh ini).

Kemudian pertanyaan muncul "Siapakah yang akan menggantikan Tevez sebagai juru gedor utama Juventus dan juga pemegang nomor keramat Juventus?"

Bila lini depan Juventus sama sekali tidak berubah, maka Mandzukic sebagai striker paling kaya pengalaman mungkin menjadi kandidat utama posisi juru gedor utama. Bila melihat gaya main Mandzukic ketika berseragam Muenchen dan Atletico, maka gaya main Mandzukic mirip dengan beberapa striker yang pernah bermain untuk Juventus, semisal David Trezeguet. Striker Kroasia tidak memiliki masalah apabila menjadi striker tunggal dan mampu menarik pemain bertahan lawan untuk memberi ruang kepada rekannya, sebuah kemampuan yang akan sangat membantu Morata/Dybala untuk memanfaatkan kecepatan mereka dalam meneror lini belakang lawan.

Mario Mandzukic

Namun untuk dianugrahi nomor punggung 10 dirasa terlalu berat bagi sang attacante. Meskipun banyak orang berkata "hanya nomor" namun di Italia --khususnya Juventus-- nomor punggung 10 berarti seseorang yang bisa mengubah arah permainan menjadi milik mereka, karena alasan ini pula pemilik nomor 10 Juventus bukan hanya diminta untuk mencetak gol, tapi juga membuat permainan menjadi milik La Vecchia Signora. Bagi Madzukic yang merupaka textbook-striker peran sebagai pemberi assist sekaligus pencetak gol dirasa terlalu berat untuk diemban.

Nama lain yang muncul juga dari rekrutan baru, dialah wonderkid sensasional Serie-A musim lalu; Paulo Dybala. Talenta Argentina yang sempat disebut sebagai "The New Messi" ini mungkin menjadi kandidat utama sebagai pemilik nomor punggung 10 yang baru apabila melihat dana transfer yang dikeluarkan Juventus untuk mendaratkannya di Turin. Datang dengan mahar mencapai 32 juta Euro, rasanya aneh apabila Allegri tidak menyeratakan nama Dybala dalam starting eleven-nya.

Paulo Dybala

Namun tekanan yang harus diemban Dybala dari harga transfer-nya akan menjadi beban bagi sang pemain, belum lagi bila ia diberikan nomor punggung keramat Juventus. Berbeda ketika bersama Palermo, di Juventus ia dituntut untuk menampilkan performa puncak secara konsisten, apalagi ia datang dengan label harga yang tinggi. Bila Dybala sanggup menjawab ekspetasi Allegri dan Juventini dengan permainan mengesankan, maka harga transfer yang mahal pun nomor punggung 10 tentu pantas diberikan padanya, namun (dua) harapan berlebih tersebut bisa juga menjadi penghambat/penghancur karir Dybala bersama Juventus.

Meskipun telah memiliki nomor punggung, bukan tidak mungkin Alvaro Morata menjadi pewaris nomor punggung Tevez. Enam bulan pertama berseragam hitam-putih yang dilalui secara "biasa" oleh pemuda Spanyol lebih kepada cidera dan masih dalam proses adaptasi dengan kultur dan gaya main Juventus, buktinya di enam bulan terakhir Morata membuktikan dirinya tidak kalah dari Tevez dan bahkan mencetak gol  di dua laga semi-final dan final Liga Champion. Gol di panggung penting seperti semi-final dan final Liga Champion membuktikan bahwa Morata memiliki mentalitas yang dibutuhkan seorang juru gedor utama.

Alvaro Morata

Namun kita tidak boleh lupa semua itu kurang-lebih karena Morata merupakan wajah baru di Juventus yang kerap diabaikan pemain bertahan lawan dan adanya sosok Carlitos sebagai musuh utama bek lawan. Morata belum pernah benar-benar teruji sebagai striker utama secara konsisten, namun apabila melihat performanya ketika menghadapi Internazionale Milan, ia memiliki potensi untuk menjadi juru gedor utama.

Menyusul tiga nama sebelumnya adalah striker muda yang musim lalu dipinjamkan ke Sassuolo; Simone Zaza. Pemuda Italia tampil menjanjikan dan sempat dipanggil Antonio Conte untuk berseragam timnas Italia. Hampir sama dengan Madzukic, Zaza adalah striker yang harus memiliki tandem agar mampu menampilkan performa sepenuhnya. Namun Zaza belum memenuhi kriteria sebagai juru gedor, mengingat pemain musim lalu yang bersinar bersama Sassuolo adalah Domenico Berardi yang juga merupakan pemain milik Juventus dan Sassuolo.

Simone Zaza

Penampilan Zaza yang belum terlalu menjanjikan musim lalu membuatnya diragukan untuk bisa tampil reguler bersama Juventus, apalagi mendapatkan nomor punggung 10. Zaza memiliki potensi untuk menjadi striker yang dibutuhkan Juventus, namun sepertinya bukan musim depan mengingat track record miliknya serta deretan striker lain yang dimiliki Juventus.

Nama terakhir ialah Domenico Berardi. Talenta muda Italia telah membuktikan bahwa ia pantas dipandang sebagai masa depan Italia (dan Juventus) melalui penampilan mengesankan selama berseragam Sassuolo. Meskipun bukan tipikal striker murni, Berardi yang biasa beroperasi di sisi sayap bisa difungsikan sebagai second striker dan kemungkinan dapat berkerjasama dengan baik bersama Mandzukic.

Domenico Berardi

Tapi sepertinya Allegri masih menginginkan sang attacante muda untuk menambah jam terbang bersama Sassuolo, mengingat ia merupakan pemain terpenting dalam skema Eusebio Di Francesco dan Juventus belum terlalu membutuhkan jasa Berardi, setidaknya untuk musim kompetisi 2015/2016.

Dengan hanya memiliki satu striker berpengalaman pada diri Mandzukic, Juventus masih mungkin untuk mendatangkan striker kelas dunia sebagai pengganti Tevez baik dari kebutuhan akan goal-getter atau kebutuhan sebagai pengemban nomor punggung 10. Dari incaran Juventus sejauh ini nama Edinson Cavani dan Robin van Persie bisa dikedepankan sebagai kandidat pemilik nomor punggung 10 baru Juventus.

Cavani yang mulai lelah menjadi nomor dua di PSG karena kalah bersaing dengan Ibrahimovic atau RvP yang sudah lama dikaitkan dengan Si Nyonya Tua bisa dikatakan memenuhi kriteria Juventus akan striker yang tak hanya ahli membobol gawang lawan, namun juga mampu menciptakan peluang dan memenangkan pertandingan bagi Juventus.

Robin van Persie -- Edinson Cavani

Dengan bursa transfer baru beberapa minggu dibuka, menarik ditunggu manuver Marotta untuk mendatangkan amunisi baru bagi sang jawara Italia. Apalagi Allegri sendiri menyiratkan bahwa ia ingin mendatangkan seorang trequartista --pemain yang sepantasnya mengenakan nomor punggung 10-- sebagai pelengkap skema baru yang ia persiapkan untuk musim kompetisi berikutnya.

6 komentar:

  1. ngga ada yg cocokkk.
    bahas rumor ramos ke barca aja bang :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang tipikalnya beda semua sih dari stock yang tersedia sekarang.
      Ramos ke Barca itu RM mau jadi apa kemudian? :v

      Hapus
    2. lah ramos bukannya mau di barter ama de gea?

      Hapus
  2. diantara semua kandidat, gw lebih prefer ke paulo dybala...
    gw udah liat tehniknya di youtube, kalo di taro di posisi yang tepat, ini anak bisa jadi the next messi.
    Selain itu umurnya juga masih muda, tapi untuk awal-awal mending dia jadi 2nd striker atau pelapis nomor 10 dulu. Jangan langsung dikasih nomor 10 atau 7. Bebannya terlalu berat, mungkin bisa jadi nomor 9 atau 11 atau 20.

    BalasHapus
  3. Dan akhirnya, mandzukic bung yang mendarat di turin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan Mandzukic udah dibahas juga di artikel diatas .-.

      Hapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...