Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

27 Januari 2016

Pogba dan Dybala, Berlian Muda Dari Serie-A


Bila kita mengatakan pemain berpotensi sebagai bagian keseksian sebuah tim, maka tak berlebihan bila nama Juventus muncul sebagai salah satu tim paling seksi di Eropa saat ini. Bagaimana tidak? La Vecchia Signora saat ini memiliki dua wonderkid yang (mungkin) bisa dikatakan menjadi kombinasi wonderkid paling sensasional di Eropa saat ini.

Pertama adalah Paul Pogba yang semenjak beberapa musim belakangan sudah menggoda klub-klub elit Eropa untuk mendapatkan jasanya, dan sekarang Juve memiliki Paulo Dybala yang tampil fenomenal dan menjadi faktor penentu keberhasilan Juventus dalam scudetto race musim 2015/2016.



Semenjak berseragam Juventus pada musim 2012/2013, Pogba semakin hari semakin membuktikan bahwa manager sekelas Sir Alex Ferguson pun bisa luput melihat bakat besar yang dimiliki pemain. Mulai dari merangsek ke persaingan tiga gelandang yang diusung Conte hingga akhirnya menjadi salah satu pemimpin lapangan tengah yang kini dinahkodai Allegri.

Meskipun awal musim 2015/2016 tampak kesulitan --ditenggarai karena 'beban' dari nomor punggung barunya-- namun sebelum memasuki tengah musim penampilan Pogba bisa dikatakan sudah kembali ke penampilan terbaiknya. Bahkan musim ini ia terlihat lebih efisien dengan mengurangi trik dan lebih terfokus dalam memberikan umpan matang ke lini depan.

Bila Pogba membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan 'suasana' baru, lain halnya dengan Paulo Dybala. Eks-Palermo bahkan bisa langsung nyetel dengan gaya main Juventus dan makin mematenkan dirinya sebagai predator ulung.


Memulai musim 2015/2016 sebagai pilihan ketiga dibelakang Alvaro Morata dan Mario Mandzukic, sekarang nama Dybala sudah menjadi pilihan utama sang allenatore di lini depan.

Terlibat dalam hampir semua gol Juventus, baik itu melalui sumbangan gol maupun assist, Dybala bisa dikatakan sebagai striker muda paling lengkap saat ini. Ia tak hanya bisa diandalkan dalam open-play, akhir-akhir ini Dybala bahkan membuktikan diri bahwa ia bisa menjadi momok menyeramkan dari situasi bola mati.

Performa fenomenal pemuda Argentina bahkan sudah menarik minat klub sebesar Barcelona, dimana pemandu bakat Los Cules terlihat saat Juventus mengandaskan perlawan AS Roma di Juventus Stadium melalui gol semata wayang Dybala.

Duo pemain muda ini bahkan sudah disama-samakan dengan duo legendaris Juventus semisal Pirlo-Tevez yang dimiliki Juventus tiga musim terakhir, bahkan duo Zidane-Del Piero yang ada pada medio 1996-2001.


Juventini tentu berharap Pogba dan Dybala bisa lama berseragam Juventus, namun hal itu rasanya sulit terealisasikan bila melihat track record Juventus dalam bursa transfer beberapa tahun ke belakangan.

Manajemen Juve memiliki tendensi untuk membuat pemain kunci asal Italia berseragam lama, sedangkan pemain kunci non-Italia kebanyakan dijual saat harga pasar mereka melambung. Proses kepindahan Zidane ke Real Madrid yang memecahkan rekor transfer saat itu dan kepindahan Arturo Vidal ke Bayern awal musim 2015/2016 sementara pemain macam Gianluigi Buffon, Allesandro Del Piero, Giorgio Chiellini dan Claudio Marchisio memiliki masa bakti yang lama.


Pemain non-Italia terakhir yang lama berseragam Juventus ialah Paul Nedved, legenda Republik Ceko bahkan pensiun di Juve pada akhir musim 2008/2009 dan akhirnya menjadi bagian dari jajaran staff Juventus semenjak Oktober 2012. Hal ini dimungkinan karena selain masih berperan penting dalam segi teknik, Nedved juga dengan jelas memperlihatkan kesetiaan berseragam Juventus.

Melihat pergerakan pemain pada bursa transfer dan filosofi Juve, tak berlebihan bila kita mengatakan kemungkinan salah satu antara Pogba atau Dybala --bahkan keduanya-- suatu saat akan meninggalkan seragam putih-hitam tidaklah sebegitu kecil.  Faktor yang bisa membuat baik Pogba maupun Dybala memiliki masa bakti yang lama pada Juventus ialah kesiapan dan kesetiaan mereka untuk terus membela panji Juventus, selain dari mereka masih dibutuhkan secara teknik di atas lapangan.

 Tapi untuk sekarang, kontribusi duo Pogba-Dybala tentu dibutuhkan apabila Juventus ingin mengulangi --bahkan melampaui-- pencapaian mereka di musim kompetisi sebelumnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...