23 November 2016

Moise Kean, Si Pionir Era Millenium Ini


Bila ada yang dikatakan beruntung dengan rentetan cidera yang menimpa lini depan Juventus, bisa dibilang dialah Moise Bioty Kean. Karenannya, pemuda Pantai Gading berpaspor Italia ini tidak hanya dapat merasakan debut tim senior di usia 16 tahun, namun ia juga mencatatkan rekor sebagai pemain sepakbola profesional kelahiran tahun 2000 pertama yang berlaga Serie-A dan juga Liga Champions.

Sejatinya Kean telah berada di bangku cadangan Juventus kala La Vecchia Signora menjamu Udinese 16 Oktober lalu, namun Max Allegri urung memberikan "The Next Balotelli" kesempatan untuk turun ke lapangan. Baru pada laga menghadapi Pescara kemarinlah Allegri memberikan kesempatan bagi pemuda 16 tahun tersebut untuk menjalani laga debutnya. Masuk pada menit 84 menggantikan Mario Mandzukic, Kean akhirnya resmi menjadi pemain kelahiran tahun 2000 pertama yang bermain di kancah Serie-A.

Debut Kean saat menghadapi Pescara

Berselang empat hari kemudian, Kean kembali mencatatkan dirinya sebagai pemain kelahiran 2000 pertama yang berlaga di Liga Champions saat masuk menggantikan Miralem Pjanić enam menit sebelum laga usai. Hal ini juga membuat dirinya tercatat sebagai pemain termuda keenam yang berlaga di Liga Champions.

Mengingat usianya yang baru menginjak 16 tahun 267 hari pada matchday lima Liga Champions serta Juventus yang telah menyegel kualifikasi ke babak gugur Liga Champions, bukan tidak mungkin Kean dapat mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol termuda Liga Champions apabila dapat membobol gawang Dinamo Zagreb pada matchday terakhir nanti, mengingat rekor pencetak gol Liga Champions termuda masih dipegang oleh Peter Ofori-Quaye (17 tahun 195 hari).

Debut Liga Champions Kean 'disambut' dengan torehan gol Leonardo Bonucci dan Mario Mandzukic.

Mengingat sekarang Juventus hanya memiliki satu striker natural yang dalam kondisi fit (Mario Mandzukic), tentu tidak berlebihan apabila dalam beberapa laga Juventus berikutnya kita dapat melihat aksi dari calon bintang masa depan Juventus ini. Layaknya pemain kelahiran Afrika lainnya, Kean memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan kekuatan badan. Bila berkaca dari formasi yang diturunkan saat bertandang ke Sevilla, Kean mungkin dapat menghuni sisi kiri Juventus, mengingat Alex Sandro bukanlah offensive winger natural, atau Allegri bisa saja mengejutkan kita dengan memberikan kesempatan pada Kean menjadi starter bersama Mandzukic.

Bila mampu tampil layaknya apa yang diharapkan publik, bukan tidak mungkin ia nantinya bersama Gianluigi Donnarumma akan tampil sebagai pilar timnas Italia dalam beberapa tahun ke depan. Tentunya para Juventini berharap sang wonderkid mau setia membela panji hitam-putih layaknya Maldini di AC Milan maupun Francesco Totti di AS Roma, namun mengingat Kean diwakili top agen Mino Raiola, publik Turin tentu berharap pemuda kelahiran Vercelli ini dapat meneruskan jejak Claudio Marchisio sebagai pilar yang berasal dari sistem pembinaan usia muda Juventus.

2 komentar:

  1. Umur 16 thn udah debut buat juve. Gue umur 16 thn galau mau masuk SMA mana :'))

    Sepintas mirip Lemina ya? Semoga masih dapat kesempatan tampil biarpun striker juve yg lain udah pada fit. Kasian aja debut cuma buat pecahin rekor. Tapi kalo doi agennya sudah mino riaola sih berarti kayaknya emang istimewa nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan gue 16 tahun masih galau cinta-cintaan ala anak esempe ( ._.)

      Sepintas mirip Coman juga, Pogba dulu pas awal-awal musim kemarin juga kek gini, mungkin ini semacam tren buat pemain kulit hitam di Juve #nggak
      'Pemain'nya Raiola biasanya kece, cuma itu, gampang pindah klub biar Raiola-nya kecipratan duit transfer juga.
      Rada-rada serem ngelihat kasus Pogba sama Mkhitaryan (khususnya Miki karena doi pindah cuma buat jadi cadangan).

      Hapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...