Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

23 Mei 2017

Welcome Back to Europe, AC Milan


Semenjak dikalahkan 4-1 oleh Atletico Madrid pada 11 Maret 2014 di babak enam belas besar Liga Champions, akhinya musim depan AC Milan kembali mendapatkan kesempatan untuk berlaga di kompetisi Eropa, Europa League (EL). Meskipun EL sering disebut sebagai "kompetisi kelas dua" bila dibandingkan dengan Liga Champions, namun ini merupakan langkah awal yang bagus bagi Ill Rossoneri untuk mengembalikan nama besar mereka di kompetisi antar klub Eropa.

Tiga tahun tanpa berlaga di kompetisi antar klub Eropa tentu bisa dibilang sebagai sebuah kegagalan mengingat AC Milan adalah pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak kedua setelah Real Madrid, torehan 7 gelar Liga Champions milik Milan pun terhitung jauh dari rival sekotanya; Internazionale Milan yang mengoleksi 3 gelar Liga Champions, menjadikan AC Milan secara tidak langsung dapat disebut sebagai "kebanggaan Italia" dalam urusan Liga Champions.

Kesalahan dalam tubuh manajemen Milan dan kurang bersaing dalam mercato disebut-sebut sebagai biang kemunduran prestasi AC Milan. Ya, paska 2014 Milan terkesan mengincar hanya pemain berstatus free transfer tetapi tidak memberikan hasil yang maksimal diatas lapangan. Hal ini juga dipengaruhi oleh situasi finansial yang membuat mereka sulit bermanuver pada bursa transfer hingga menjadikan pemain yang didatangkan terkesan sering tidak sesuai dengan kebutuhan mereka saat itu.

Hal ini mulai berubah semenjak musim 2014/2015, meskipun sebagain besar masih berkutat pada pemain 'murah' dan pinjaman, namun manuver transfer Milan dirasa tepat bagi klub yang sedang berada pada masa transisi. Nama-nama seperti Bonaventura, Bertolacci, Suso, Bacca, Romagnoli dan Lapadula dapat dikatakan sebagai transfer tepat yang dilakukan Milan untuk membangun kembali klub tersebut agar dapat kembali bisa berbicara di pentas Eropa.

Donnarumma & Romagnoli
Selain membenahi transfer mereka, Milan juga sukses mengorbitkan pemain muda mereka sebagai salah satu usaha mengakali keterbatasan dana belanja mereka. Musim ini bisa dibilang ada dua pemain muda Milan yang mencuat; Manuel Locatelli dan Gianluigi Donnarumma. Khusus Donnarumma, Milan mungkin perlu berterimakasih kepada mantan allenatore mereka; Siniša Mihajlović yang berani bertaruh dengan memberikan kepercayaan pada remaja 17 tahun tersebut ketimbang Diego Lopez. Karena meski masih berusia 18 tahun, Donnarumma telah digadang-gadang sebagai suksesor Buffon di timnas Italia.

Dan karena Milan telah resmi berpindah tangan ke investor asal China, rasanya musim depan Milan bisa dibilang sudah memiliki kekuatan finansial untuk dalam bursa transfer. Meski rasanya cukup sulit membayangkan Milan akan langsung belanja besar-besaran, namun Montella sepertinya tahu pemain seperti apa yang cocok untuk meningkatkan kualitas skuat AC Milan saat ini.

Hal ini didukung selain dari dana transfer dari pemilik baru, sudah tidak adanya sosok Silvio Berlusconi yang kerap ikut campur dalam pembelian pemain maupun pemilihan taktik yang tak jarang berseberangan dengan filosofi manajer Milan saat itu juga menjadi salah satu penyebab Milan sulit berkembang beberapa tahun terakhir. Dengan pemilik baru, rasanya Montella selaku allenatore memiliki kebebasan dalam memiliki pemain yang cocok dengan filosofinya, yang dapat berdampak pada meningkatkan performa Ill Diavolo Rosso.


Kebebasan dalam menentukan pemain mana yang harus dibeli dan digunakan dalam taktiknya mungkin menjadi alasan mengapa Montella berbeda dengan manajer lain pasca 2014. Karena selain memiliki track record yang lebih teruji, Montella setidaknya bisa sepenuhnya memegang kendali dari ruang ganti Milan tanpa perlu memikirkan campur tangan pihak lain (baca: Berlusconi) yang kadang memiliki pemikiran berbeda dengannya.

Salah satu nama yang dirasa dapat meningkatkan kualitas skuat Milan saat ini adalah gelandang enerjik Atalanta; Frack Kessie. Gelandang asal Pantai Gading itu kemungkinan bergabung dengan Milan dengan status pinjaman untuk menghindari sanksi FFP, namun dengan minimnya gelandang bertipe box-to-box yang dimiliki Milan saat ini, kehadiran Kessie yang musim ini tampil impresif bersama Atalanta musim ini rasanya menjadi jaminan peningkatan di lini tengah dan hanya menunggu waktu agar statusnya menjadi pemain permanen AC Milan.




Meskipun harus melalui babak kualifikasi untuk memasuki Europa League, rasanya Milan dapat berbicara banyak pada kompetisi tersebut karena DNA Eropa yang dimiliki Milan rasanya masih ada. Hal ini terbukti dalam beberapa laga di musim 2016/2017, dimana Milan memiliki kecenderungan untuk tampil lebih baik apabila berhadapan dengan tim papan atas. Karena kompetisi Eropa adalah kompetisi sprint bukan marathon seperti Serie-A yang berarti setiap laga sangat menentukan, kemampuan untuk tampil apik dalam laga penting rasanya lebih diperlukan untuk meraih kesuksesan.

Milan mungkin memiliki kesempatan menjuarai Europa League, namun tidak berarti mereka akan langsung menjadi favorit utama. Hal ini dikarenakan skuat mereka rata-rata masih berusia muda dan mayoritas belum memiliki pengalaman bermain di level Eropa. Belum lagi pengalaman Sassuolo yang tampil mengejutkan di Serie-A malah melempem saat musim berikutnya harus bermain di dua kompetisi (Europa League dan Serie-A), hal seperti ini harus diwaspadai oleh AC Milan dan juga Montella.

Apapun yang akan terjadi nantinya, setidaknya ini adalah awalan yang baik bagi raja Eropa dari Italia tersebut untuk kembali ke kejayaan masa lalunya. Bila mampu meraih hasil yang memuaskan di Eropa, rasanya Milan memiliki kemungkinan untuk dapat tampil lebih baik lagi di musim-musim berikutnya.

At least for now, welcome back to Europe, AC Milan!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...