Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

8 Juli 2011

Kuliah Pembekalan PPEH

PPEH atau P2EH adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil di Fakultas Kehutanan Insitut Pertania Bogor. Sebelum bisa mengambil mata kuliah ini, sang mahasiswa terlebih dahulu harus mengambil mata kuliah Ekologi Hutan yang bisa diambil pada semester genap (biasanya semester empat). Mata kuliah yang mengambil waktu di saat masa peralihan antara semester empat menuju semester lima ini terkesan membuat para mahasiswa dari Fakultas Kehutanan tersebut "kurang" bisa menikmati waktu liburan mereka, tapi sesungguhnya mata kuliah ini dapat memberikan pelajaran dan liburan yang berharga yang hanya bisa didapatkan dengan cara terjun langsung ke lapangan (baca: hutan alam).

Berhubung gua sudah (baca: hampir) menyelesaikan semester empat ini, maka gua sekarang sedang menghadapi yang namanya masa-masa persiapan P2EH atau yang lebih dikenal dengan nama kuliah pembekalan PPEH. Kuliah yang berlangsung dari tanggal 4, 5 dan 6 Juli 2011 ini telah memberi banyak cerita meski hanya berdurasi tiga hari (dan tiga hari itu dimulai dari pukul delapan pagi sampai pukul empat sore).

Berikut adalah rangkuman cerita gua selama kuliah pembekalan :


HARI PERTAMA


Hari pertama yang jatuh pada tanggal 4 Juli 2011 ini bertempat di Audit Silva Pertamina Fakultas Kehutanan IPB. Adapun tujuan dari materi hari pertama ini adalah memberikan informasi kepada mahasiswa yang sudah mendaftarkan dirinya untuk mengikuti PPEH tahun ini tentang kondisi umum hutan yang ada di Indonesia. Menghadirkan narasumber mentri kehutanan (sepertinya, gua lupa sih).
korban sesi pertama

korban sesi kedua


HARI KEDUA


Hari kedua ini kelas dipisahkan menjadi empat menurut rute pengamatan masing-masing, adapun rute dari kuliah P2EH kali ini adalah :
  • Jalur 1 : Cikeong - Tangkuban Perahu
  • Jalur 2 : Pangandaran
  • Jalur 3 : Sancang Timur - Papandayan (jalur gua)
  • Jalur 4 : Sancang Barat - Kamojang
Pada kuliah hari kedua ini para mahasiswa diajarkan cari pengenalan satwa liar dan tekhnik-tekhnik pengamatan alam ketika di lapang. Kuliah yang dibagi kedalam dua sesi ini menambah pengetahuan mahasiswa tentang cara-cara identifikasi tumbuhan dan binatang ketika di lapang.

masih ada korban di hari kedua
ganjennya mahasiswa


HARI KETIGA

Hari ketiga ini para mahasiswa lebih banyak dihadapkan kepada praktikum cara-cara pengamatan di lapang dan tekhnik-tekhnik jungle survival. Setelah dari jam delapan pagi sampai jam dua belas siang belajar cara pengukuran iklim dan keadaan tanah. Maka dari pukul setengah satu siang sampai pukul lima sore mahasiswa dihadapkan dengan metode-metode jungle survival, hal ini dimaksudkan agar para mahasiwa bisa mengatasi keadaan tak terduga yang mungkin terjadi di lapang, beberapa materi yang diberikan adalah :
  1. Membaca Kompas, bukan Kompas nama koran yak, ini beneran kompas yang digunakan untuk menunjukkan arah. Dimana kompas tersebut menunjukkan arah utara magnetik Bumi dan bukan arah utara Bumi yang sebenarnya, juga diajarkan bagaimana cara membaca azimuth dan back-azimuth dari sebuah kompas.
  2. Mencari Makanan, terkadang di lapang kita tidak bisa menemukan Pizza Hut atau pun mini market #halah, untuk mengantisipasi kematian akibat kelaparan maka tekhnik mencari makanan dan minuman dari alam perlu diajarkan. Untuk makanan kita bisa memakan serangga-serangga maupun dedaunan, tapi ada beberapa hewan maupun dedaunan yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi karena bisa berbahaya bagi tubuh. Sedangkan minuman bisa dicari dengan menampung air hujan maupun menebang pohon bambu.
  3. Mendirikan Bivak, kalau misalkan di lapang sudah gelap dan kita tidak bisa kembali ke basecamp atau hotel bintang lima, maka mendirikan bivak merupakan suatu opsi yang bisa dilakukan. Adapun syarat mendirikan bivak ialah :
    • Harus diikat dengan erat, biasanya menggunaka simpul delapan.
    • Arah bivak harus melawan arah angin, agar ketika kita tidur di dalamnya angin tidak masuk.
    • Harus membuat parit di sekeliling bivak, bertujuan agar bivak kita tidak "kebanjiran".
    • Bivak harus diberi alas, agar tidak ada hewan-hewan yang "menemani" tidur malam kita.
Romeo oh Romeo






Kira-kira seperti itulah Kuliah Pembekalan yang gua jalani
DOAKAN ANE SUKSES DI LAPANG TANGGAL 10-21 NTAR GAN

SEKIAN
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA

WASSALLAMUALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARRAKATUH

    1 komentar:

    1. Wah keren nih sobat cinta lingkungan, tapi kok pada tidur ya, haha..

      BalasHapus

    Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

    Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

    Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

    Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...