Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
5 Juli 2012
23 Januari 2012
4 Agustus 2011
25 Juli 2011
Kado Dari Sancang "Malam Sesepi Rimba"
Semilir angin dan putihnya pasir pantai Sancang ditambah dengan keramah-tamahan khas penduduk lokal desa Sancang telah memberikan memori indah tersendiri bagi kami yang beberapa saat yang lalu melaksanakan Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH). Lima hari di desa Sancang sudah bisa membuat kami jatuh hati kepada desa kecil tersebut.
Dengan segitu banyaknya memori indah tentang desa Sancang, kami menjadi semakin terpesona dengan desa tersebut ketika kami mendapat kado yang indah dari bapak Yoga, salah satu guide kami disana. Ia memberikan kami sebuah puisi indah yang berasal dari lubuk hatinya yang terdalam, sebuah wujud syukurnya atas kehadiran generasi muda yang berjiwa konservasi dan peduli akan alam.
Puisi tersebut berjudul :
PEDULIKAH ANDA PADA LEWEUNG SANCANG
5 Juli 2011
1 Juli 2011
16 Mei 2011
Do You Still Have The Courage To Love Me ?
Label:
Puisi
29 Desember 2010
Renungan Kita
Katakan ya jika kau ingin mengatakan ya ...
Katakan tidak bila kau ingin berkata tidak ...
Kanan atau kiri yang engkau pilih ...
Hiduplah karena nama penguasa sejati ...
Yang menciptakan dan mencintai kita ...
Perancangan sempurna dari yang terkecil hingga terbesar sekalipun ...
Kesempurnaan segala sesuatunya ...
Aku, engkau, maupun semua tidak akan bisa menjangkaunya ...
Lewat akal, jasad, ruang dan waktu ...
Hanya ruh suci yang bisa menemuiNya ...
Karena noda noda kecil juga takkan mampu melakukan itu ...
Tak terelakkan jika ingin membersihkan hati ...
Nafsu secuil belumlah bisa terlepas dari nurani yang Dia beri ...
Bekal yang diberi hanya menjadi penghalang untuk tinggalkan yang Ia sukai ...
Katakan tidak bila kau ingin berkata tidak ...
Kanan atau kiri yang engkau pilih ...
Hiduplah karena nama penguasa sejati ...
Yang menciptakan dan mencintai kita ...
Perancangan sempurna dari yang terkecil hingga terbesar sekalipun ...
Kesempurnaan segala sesuatunya ...
Aku, engkau, maupun semua tidak akan bisa menjangkaunya ...
Lewat akal, jasad, ruang dan waktu ...
Hanya ruh suci yang bisa menemuiNya ...
Karena noda noda kecil juga takkan mampu melakukan itu ...
Tak terelakkan jika ingin membersihkan hati ...
Nafsu secuil belumlah bisa terlepas dari nurani yang Dia beri ...
Bekal yang diberi hanya menjadi penghalang untuk tinggalkan yang Ia sukai ...
*pesan dari Asyief Khasan dengan penyesuaian
Label:
Puisi
10 Desember 2010
Renungan
Setiap orang hanya memiliki satu pasangan ....
Setiap orang hanya memiliki satu nyawa ....
Setiap orang hanya memiliki satu jiwa ....
Pilihan memang akan selalu ada di setiap jalan manusia ...
Tapi yang penting adalah memilih pilihan yang benar ...
Sekali pun pilihan kita ternyata salah ...
Maka kita harus berusaha agar pilihan yang salah itu memiliki makna yang benar ...
Bagiku ....
Manusia hanya bisa berjalan pada satu jalan ...
Jika ia memaksakan berjalan di dua jalan yang berbeda ...
di saat itu pula lah kehancuran menantinya ...
Tapi kehancuran bukan akhir dari segalanya ..
Bisa saja itu adalah awal dari sesuatu yang lebih baik dari yang direncakan sebelumnya ..
Karena kita takkan pernah tahu
apa yang Maha Kuasa rencanakan tentang hidup kita
Setiap orang hanya memiliki satu nyawa ....
Setiap orang hanya memiliki satu jiwa ....
Pilihan memang akan selalu ada di setiap jalan manusia ...
Tapi yang penting adalah memilih pilihan yang benar ...
Sekali pun pilihan kita ternyata salah ...
Maka kita harus berusaha agar pilihan yang salah itu memiliki makna yang benar ...
Bagiku ....
Manusia hanya bisa berjalan pada satu jalan ...
Jika ia memaksakan berjalan di dua jalan yang berbeda ...
di saat itu pula lah kehancuran menantinya ...
Tapi kehancuran bukan akhir dari segalanya ..
Bisa saja itu adalah awal dari sesuatu yang lebih baik dari yang direncakan sebelumnya ..
Karena kita takkan pernah tahu
apa yang Maha Kuasa rencanakan tentang hidup kita
Label:
Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)




