Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

26 Maret 2013

Dampak Negatif JKT48

(source)
Kehadiran JKT48 di industri musik tanah air bukan hanya semakin menyemarakkan dunia musik Indonesia, namun juga memberikan pengalaman baru kepada para penggemarnya. Dengan konsep 'idola yang bisa ditemui setiap hari', para fans JKT48 cukup datang ke theater JKT48 dan mereka sudah bisa melihat penampilan idola mereka secara langsung, sungguh berbeda dengan artis lain di Indonesia yang hanya bisa disaksikan secara langsung pada acara tertentu saja.

Namun dibalik semua kesuksesan yang mengiringi JKT48, ada beberapa dampak negatif dari sister grup AKB48 ini bagi sebagian masyarakat Indonesia. Kebanyakan sisi negatif yang timbul dari idol grup ini bukan berasal dari mereka, namun merupakan dampak dari sebagian fans JKT48 yang masih 'labil'.

Kebanyakan fans JKT48 di Indonesia adalah remaja yang masih berstatus pelajar, dan fans yang kebanyakan menonton langsung theater JKT48 adalah mereka (para pelajar) dibanding mahasiswa atau yang sudah bekerja. Sedangkan untuk menonton di theater hampir setiap hari pastilah membutuhkan dana yang tidak sedikit, sedangkan mayoritas fans JKT48 belum memiliki penghasilan sendiri.

Kalau mereka berasal dari keluarga mampu maka tidak terlalu bermasalah, namun bagaimana kalau fans tersebut berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja? Dengan harga tiket antara 50.000-100.000, kalau sang fans terlalu memaksakan kehendak untuk menonton idola mereka, maka sama saja dengan memberatkan orang tua mereka. Belum lagi biaya kesana dan konsumsinya.

Selain biaya untuk membeli tiket theater, biaya yang dikeluarkan para fans tersebut untuk membeli 'barang pelengkap' lainnya seperti light stick dan photopack member juga tidak bisa disebut murah. Light stick yang seolah menjadi keharusan dibawa ketika menonton idola mereka dan photopack dari member favorit (yang disebut) sebagai bukti rasa cinta mereka kepada member idolnya. Dengan segala 'kebutuhan' diatas, tidak salah dikatakan bila seseorang harus merogoh kocek cukup dalam untuk sebuah status sebagai 'fans sejati'.

Selain suara untuk chant, light stick juga menjadi salah satu 'senjata' para fans JKT48
Selain itu tujuan JKT48 dibentuk adalah untuk jembatan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang, secara khusus juga menjadi media pengenalan AKB48 kepada masyarakat Indonesia. Maka mereka secara sadar atau tidak sadar juga akan mencari informasi tentang AKB48, yang kemudian juga mengetahui tentang gravure idol*.

*Gravure Idol ; sebuah pekerjaan seorang idola di Jepang dimana artisnya akan berpose (baik foto maupun video) akan berbusana minim (kebanyakan ber-bikini) namun tidak pernah tampil telanjang.

Kembali menitikberatkan kepada fans JKT48 yang mayoritas merupakan siswa SMA, yang berarti mereka bisa dibilang masih dibawah umur. Sebagai negara yang menganut budaya ketimuran, maka pekerjaan maupun gambar-gambar para gravure idol ini seyogyanya hanya diakses oleh mereka yang sudah dewasa secara pola pikir (meski sebenarnya tidak disarankan juga untuk diakses).


Selain 'bahaya' gravure karena member AKB48 memang kebanyakan menjadi model majalah gravure (patut dicatat, pekerjaan sebagai model gravure di negara Jepang merupakan salah satu pekerjaan paling dicari dan bisa dikatakan sebagai salah satu indikator seorang artis wanita sudah menjadi terkenal atau belum), MV (Music Video) AKB48 juga kebanyakan menampilkan member mereka dengan balutan bikini.

Kebanyakan MV AKB48 yang menampilkan member berbikini merupakan versi asli (Jepang) dari beberapa lagu andalan JKT48, seperti Ponytail to Shushu, Heavy Rotation dan Baby! Baby! Baby!.

Sebagai orang timur, trend yang dipopulerkan AKB48 (melalui JKT48) haruslah disikapi dengan kepala dingin. Sebagai orang tua atau orang yang lebih tua (lebih dewasa pola pikirnya) dari fans 'labil' dan 'baru' ini haruslah mampu menuntun mereka agar tidak salah kaprah tentang seni gravure ini. 

Menjadi fans ataupun menggilai JKT48 (atau artis manapun) sebenarnya sah-sah saja karena merupakan hak seseorang sebagai individu. Namun akan menjadi 'gangguan' bagi orang lain apabila sudah mengganggu kenyamanan umum. Sebagai seorang fans selayaknya bertindak agar artis/idola mereka dicap baik oleh orang lain, bukan melakukan hal-hal negatif yang bisa membuat orang berpikiran bahwa perilaku negatif tersebut merupakan efek dari mengidolakan artis/idola tersebut.

Jokowi pun suka JKT48
(source)


25 komentar:

  1. saya kira tidak hanya anak-anak muda saja, tapi yang sudah tua juga, bahwa kita (termasuk saya) seperti sudah fitrahnya orang Indonesia memiliki 'budaya instan' yang tanpa proses panjang bisa senang dengan sesuatu hal yang menarik.

    Saya kira kita harus bisa lebih menahan diri ketika berhadapan dengan gempuran budaya asing semacam ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weiiiisss... Wisna merhatiin aja jkt48... Gw aja tergila2 ama ini idol grup ampe lupa umur... Untung anak bini ngertiin... Wakakakakakakkk

      -temen sd lu-

      Hapus
  2. wah saya nggak fans JKT48

    BalasHapus
  3. sy juga pernah googling ttg akb48, klo dak salah dri sejumlah member malah ada sub grup gitu yg khusus untuk fans bapk2(dewasa). ada jadwal konser khusus untuk penggemar pria dewasa.

    well, ini masalah kultur dan pola pikir. betul, hati2 buat penggmar labil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu SDN48 namanya, kalau tidak salah sudah dibubarkan/jarang show karena memang jadwal konsernya yang terlalu malam.

      #CMIIW

      Hapus
    2. Itu SDN48 (saturday night) memang setiap malam minggu mereka kerap tampil di theater AKB48, tapi sekarang mereka sudah bubar mungkin karna surutnya minat :D

      Hapus
  4. wkwkwkwkk itu bikin ngakak foto yg diakhir xD

    BalasHapus
  5. untung gau ga kayak gitu, btw poto terakhir bikin ngakak XD nice post kak :D

    BalasHapus
  6. emang begitulah kebenarannya, dulu pernah mampir ke blog seorang fans, terus ada post dengan judul "Download Foto Gravure si a", karena penasaran ane download deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maka dari itu. Terkadang rasa ingin tahu itu tidak baik.

      Hapus
  7. Ya bener sih, ada lagi, membuat perselisihan. Emang sih kalo yang membuat perselisihan itu engga cuma JKT48 doang, pasti yang lain juga banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perselisihan pun terjadi karena fans yang kurang dewasa. menanggapi haters dengan cara berlebihan.

      Hapus
  8. hehehe, kalo mau diperpanjang ada lagi bang selain boros dan masalah shock culture, bener kata sahil, banyak perselisihan, bahkan sesama fanbase, masa satu artis fanbasenya ratusan, per regional ada, per kecamatan sekalian, heheu pis X)

    BalasHapus
  9. Nah.
    Menjadi Fans itu sah2 aja emang tapi jangan terlalu FANATIK banget. Yang over itu pasti gak bagus. Bahaya bagi diri sendiri.

    Mampir ya kakanya :)

    BalasHapus
  10. Oke. Awalnya mau komen yang bener tentang 'fans' itu sendiri. Tapi liat pict. lu yang bangke, semua komentar gue lenyap! Faakhh!! :))))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang pict bagian mana yang bangke Na ? :v

      Hapus
  11. yang jelas JKT tuh revolusioner baru, tapi yang gw heran. sistem idola yang dipakai di jepang kok berhasil diterapkan di indonesia yah. ckckck

    BalasHapus
  12. Yang gambar terakhir itu Bos gue Woy :3

    BalasHapus
  13. wkwkwk gan gan kenapa harus di kuak negatif nya?? biar bocilnya nyari gitu benergak negatifnya?? menurut ane yaa *menurut ane nih
    mending share positif nya biar mereka juga tau apa siih efek" baik bagi mereka saat nge idol
    kayak gwe 1.banyak temen gan >.< sampe" ane ke luar kota bisa nginep di temen ane yang kenal gara" nge idol
    2. bisa belajar mandiri gan contoh : bisa beli photopack jeri payah sendiri, bisa jual photopack nya >.< lumayan kan balik modal + uang jajan , terus bisa ngerasaain mandiri sebenarnya banyak kok sisi POSITIF nya ane belum baca artikel agan seluruhnya siih

    BalasHapus
  14. share positif nya gan >.< biar yang nge fans tambah banyak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. maybe next time. Bisa ane pertimbangkan, thanks for the advice.

      Hapus
  15. wakkk.... tadi sempet gk trima baca judul postingan Dampak negatif JKT48
    Ehh ternyata isinya dapak negatif fans JKT48
    nah emang ane setuju bang, fans JKT48 baru - baru ini otaknya kayak anak kecil *ueekkkk

    BalasHapus
  16. yg pasti, kita tidak boleh berfikir labil tentang jkt48.?? Sah sah aja ngidol apapun, asalkan jngan berlebihan. Dan jngan melebih lebihkan apa yg ada.??

    BalasHapus
  17. ya jelas rata2 yang menyukai JKT48 adalah pelajar, kalo untuk seusia dewasa sampai lanjut usia pasti sudah tak ada rasa fans lagi untuk mengidolakan'y penyebab'y juga banyak contohnya yang sudah bekerja dari pada konsentrasi selalu update tentang idola'y mending fokus ke pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dari pada harus mengeluarkan duit untuk idola yang sudah jelas kaya hahaaaa

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...