Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

27 Mei 2011

Twitter-mu = Harimau mu

Zaman sekarang siapa sih yang tidak kenal dengan situs jejaring sosial yang bernama Twitter ?

Situs yang dibentuk oleh Jack Dorsey pada 2006 ini memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengirim pesan melalui tweet-nya, atau bisa dibilang seperti sms yang disiarkan secara online dan bisa dibaca oleh dunia. Karena hal tersebut pula banyak orang-orang yang mendadak dikenal dunia hanya karena nama mereka sering di-mention atau sekedar di retweet oleh pengguna twitter lainnya.

Seperti yang gua tuliskan di atas bahwa status di twitter ini seperti sms yang disiarkan secara online, maka sebaiknya kita meng-update tweet kita secara bijak, karena salah-salah penulisan sedikit saja bisa membuat seseorang/institusi/organisasi merasa nama baiknya telah dicemarkan, secara status yang kita buat itu bisa dilihat oleh dunia.

Baru-baru ini di kampus tempat gua menimba ilmu, yaitu Institut Pertanian Bogor, kejadian akibat "salah" menuliskan status di situs jejaring sosial ini hingga menyebabkan suatu masalah telah terjadi. Semua dimulai ketika pertandingan semi-final basket putra antara Fakultas Kehutanan melawan program studi Diploma, saat itu pertandingan menjadi ricuh karena ada kesalahpahaman antar pemain, entah apa yang ada di pikirannya, seorang mahasiswa D3 tersebut kemudian menuliskan tweet yang berbunyi seperti ini :





Dapat dibaca sendiri bahwa seseorang dengan akun twitter bernama @aprivananda telah menuliskan status tweet yang mengina civitas Fakultas Kehutanan secara langsung. Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata akun @aprivananda ini merupakan mahasiswa D3 IPB angkatan 2010, artinya dia adalah mahasiswa yang bahkan belum genap berkuliah di IPB.

Akibat tindakan "cerobohnya" tersebut, banyak tanggapan meluncur dari akun-akun twitter mahasiswa Fakultas Kehutanan kepada si @aprivananda ini, berikut diantaranya :

Berikut adalah segelintir "emosi" yang keluar karena nama baik suatu institusi tempat mahasiswa-mahasiswi di atas bernaung, baik yang sudah alumni maupun yang masih menjadi mahasiswa aktif.

Sebenarnya si @aprivananda ini telah menyampaikan permintaan maafnya melalui akun twitter-nya juga, tapi hal tersebut sepertinya tidak sesuai dan dipilihlah jalan negosiasi yang dilakukan antara ketua BEM FAHUTAN dengan ketua BEM (atau DPM? au ah gelap) Diploma.


Setelah tersangka meminta maaf melalui akun twitter-nya, tersangka kembali meminta maaf secara langsung kepada seluruh civitas Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada hari Kamis (26/5/2011) di depan Ruang Sidang Sylva Fakultas Kehutanan. Berikut ini rekaman video saat tersangkan meminta maaf di hadapan civitas Fakultas Kehutanan


Berdasarkan pengalaman di atas, maka sehendaknya kita berhati-hati dalam menuliskan status di situs jejaring sosial, karena apa yang kita tulis disana dapat dibaca oleh siapa pun selama ia memiliki koneksi internet. Seiring perkembangan zaman, kita yang bisa menjadi harimau bukan hanya mulut (baca: perkataan verbal) saja, tapi tulisan-tulisan yang ditulis pada situs jejaring sosial juga dapat menjadi harimau yang bisa menyengsarakan kita.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...