Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

21 Oktober 2014

Staff JKT48, Golden Rules Buat Apa?


Sebagai idol grup, 48G punya Golden Rules mereka sendiri yang membedakan grup mereka dengan idol grup lainnya. Lebih jauh lagi, Golden Rules yang diterapkan Akimoto-sensei ketika pertama kali membentuk grup AKB48 telah menjadi salah satu komponen penting dari kesuksesan yang dinikmati AKB48 dan sister grup mereka saat ini.

Apabila ada member yang melanggar aturan dari Golden Rules, maka mau-tidak mau suka-tidak suka mereka harus segera melepaskan jabatan mereka sebagai idol dari 48G. Hal ini karena Akimoto-sensei ingin menciptakan image "innocence idol" dari idol miliknya. Namun apa yang terjadi bila Golden Rules itu diabaikan?

Adalah JKT48 yang sedang mengalami 'bencana' terkait Golden Rules. Dimana foto-foto yang memperlihatkan member JKT48 --Jeje, Kinal, Shania, Dhike, Sendy, Chikariina, dan Rica-- tengah berpesta dengan teman lelaki dan terlihat sangat 'intim'. Padahal berfoto dengan lawan jenis selain di event yang diadakan (dan diperbolehkan) staff saja tidak boleh, apalagi memiliki kekasih.

Bila menilik sejarah 48G kebelakang secara kasar, hampir seluruh member 48G yang terkena 'skandal' (baca: ketahuan memiliki hubungan dengan lawan jenis) diganjar hukuman lulus (secara tidak hormat). Sejauh ini mungkin hanya Minegishi Minami (AKB48) yang tidak dipaksa grad, melainkan hanya memotong rambutnya dan diturunkan ke team 4 (team kenkyusei), namun hal tersebut mungkin bisa dimaafkan (atau tidak?) mengingat Miichan adalah salah satu member paling senior di AKB48.

Alasan 'karena member paling senior aka 1st gen' mungkin digunakan staff JKT48 atau yang biasa disebut JOT untuk mendiamkan (saat tulisan ini dirilis belum ada berita soal member yang terkait skandal ini) kasus kali ini. Karena masyarakat Indonesia tentunya lebih familiar dengan wajah-wajah member generasi pertama JKT48 ketimbang kouhai mereka.


Selain itu mungkin ada beberapa fans yang mencoba mengabaikan skandal ini (karena delusi buta atau hal lain? Saya tidak tahu) dan memberikan alasan seperti "namanya juga manusia, mana bisa ditahan-tahan kalau ingin punya kekasih" atau "masa' member tidak boleh punya pacar sih? Ini pelanggaran hak namanya!".

Well yang mereka katakan apabila dilihat dari segi kehidupan umum memang tidak ada salahnya, namun bagaimana kalau kita analogikan seperti sebuah perusahaan yang mengadakan perekrutan pegawai baru, tentunya mereka memiliki peraturan yang harus dipatuhi sang calon pegawai apabila diterima atau pemain sepakbola profesional yang tidak bisa memilih untuk bermain di tim sepakbola yang ia inginkan karena kemampuannya kurang/tidak dibutuhkan tim tersebut.

Hampir sama bukan? Idol 48G adalah kumpulan profesional. Member disebut profesional karena mereka harus mengorbankan masa muda mereka (seperti waktu senggang, waktu bersama teman-teman, waktu untuk menikmati masa-masa pacaran) demi cita-cita/prestise/merubah nasib mereka sebagai seorang idol.

Matsui Jurina. Semenjak usia 11 tahun (2008) sampai sekarang tidak pernah memiliki kekasih pria.
Mungkin penyebab ia menjadi 'tertarik' dengan member SKE48 lainnya (khususnya Matsui Rena)?

Bicara jujur, sebenarnya alasan semacam "jika member front-liner yang 'dipecat' maka popularitas JKT48 akan pudar" atau semacamnya menurut saya kurang profesional. Memang ketiadaan member front-liner (karena kebanyakan dari gen1) kemungkinan bisa mengurangi popularitas JKT48, namun karena mereka adalah member front-liner lah tindakan tersebut harus dilakukan untuk mencegah member-member lainnya melakukan hal yang sama.

Selain itu dari segi kematangan konsep, belum ada idol grup di Indonesia yang sebaik JKT48. Hal tersebut juga didukung karena konsep idol di Indonesia masih baru dan idol grup-idol grup baru yang bermunculan masih sebatas ada karena 'latah' dan beberapa dari mereka belum memiliki konsep yang kuat dan kontinuitas dari segi performa, perilisan lagu dan hal-hal idol lainnya.

Golden Rules (kemungkinan) diciptakan Akimoto-sensei untuk melindungi idol-nya dari distraksi bernama kekasih, sekaligus untuk melindungi cita-cita idol-nya dari kegagalan/kehancuran dalam menggapai mimpi mereka melalui jalan seorang idol karena permasalahan percintaan. Kemungkinan Akimoto-sensei menciptakan peraturan yang bermanfaat bagi sang idol dan fans mereka sendiri. Mungkin.

Namun apabila peraturan yang sudah menjadi acuan dasar dari sebuah organisasi (karena terdiri dari sekumpulan profesional, baik idol maupun staff) sudah seakan diabaikan. Maka masih pantaskah idol/staff yang melanggar aturan tersebut mendapatkan perhatian para fans?

Jadi pertanyaan untuk member, staff dan (tentunya) fans ;

Golden Rules Buat Apa?





Sumber ;

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...