Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

5 Desember 2015

Dybala-Mandzukic, Calon Suksesor Del Piero-Trezeguet


Duo Allesandro Del Piero dan David Trezeguet disebut-sebut sebagai duo terbaik yang pernah dimiliki Juventus. Pasangan yang telah bermain bersama selama 10 tahun itu seakan membuat paten bahwa Juventus butuh satu sosok big man yang bertarung di udara yang didampingi striker kreatif yang bisa merusak konsentrasi lini belakang lawan hingga mencetak gol.

Setelah dua legenda Juve tersebut meninggalkan La Madama, tidak sedikit striker yang datang untuk mengisi lini depan Juventus, namun belum ada duo yang dirasa (minimal) memiliki potensi untuk menyamai duo legenda La Madama tersebut, Paling mendekati adalah duo Carlos Tevez dan Fernando Llorente musim lalu, namun sayang performa Llorente yang menurun membuat Tevez seolah bekerja sendirian di lini depan Juventus.

Lalu pada musim kompetisi 2015/2016 muncul nama Paulo Dybala dan Mario Mandzukic yang dirasa pantas dikatakan sebagai penerus duo legendaris tersebut. Dari bentuk fisik hingga gaya main Dybala-Mandzukic bisa dikatakan mirip dengan gaya main Del Piero-Trezeguet.


Gaya main Mario Mandzukic dirasa cukup mirip dengan gaya bermain Trezegol. Keduanya merupakan tipe striker yang tidak bisa beroperasi sendiri, alias membutuhkan dukungan dari pemain lain agar mampu tampil maksimal. Selain itu keduanya sama-sama memiliki kelebihan dalam duel udara, sederhananya, bila mendapatkan umpan lambung yang bagus maka baik Mandzukic maupun Trezeguet hampir pasti bisa mengkonversi umpan tersebut menjadi sebuah gol.

Mandzukic saat mencetak gol pembuka ke gawang Palermo

Meskipun sempat kesulitan beradaptasi di Turin pada bulan-bulan awal berkarir di Turin, namun semenjak November 2015 performa Mandzukic mulai memperlihatkan kualitasnya sebagai finisher kelas wahid. Khususnya bila ia mendapatkan suplai bola-bola matang, seperti yang ia perlihatkan kala mencetak gol pembuka Juventus saat membungkam Palermo tiga gol tanpa balas di Renzo Barbera.


Mungkin yang menjadi pembeda dari dua striker ini adalah Mandzukic lebih mobile ketimbang Trezeguet. Bila legenda Prancis lebih sering terlihat menunggu bola dari rekannya, Mandzukic memiliki peran lain, yaitu sebagai 'penggangu' konsentrasi bek lawan agar memungkinkan rekan-rekannya merangsek dari lini kedua.

Sedangkan Dybala adalah versi cepat dan lincah dari Del Piero. Pangeran Turin memang memiliki visi bermain dan insting mencetak gol kelas wahid, namun ia kerap kesulitan bila harus beradu kecepatan dengan bek lawan. Di sisi lain Dybala memiliki kecepatan yang bisa digunakan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Dybala saat mencetak gol kedua Juventus saat berkunjung ke Olimpico

Kecepatan mungkin menjadi satu-satunya pembeda gaya main kedua pemain tersebut, karena baik Dybala maupun Del Piero mampu tampil sebagai game changer dikala Juventus mengalami kebuntuan. Torehan delapan gol dan tiga assist adalah bukti nyata bahwa Dybala tak hanya handal mencetak gol, namun juga bisa menciptakan peluang bagi rekannya. Hasil terbaru adalah kala Dybala 'seorang diri' menghancurkan Lazio pada gelaran Serie-A. Dimana umpan crossing-nya salah diantisipasi Santiago Gentiletti hingga menjadi gol bunuh diri untuk kemudian mencetak gol sensasional yang memastikan La Madama membawa pulang tiga poin dari Olimpico.


Saat ini duo Dybala-Mandzukic merupakan duo paling produktif yang dimiliki Juventus. Bila berkaca dari hasil bertandang ke ibukota, maka tidak berlebihan bila menyebutkan kedua striker ini telah menemukan chemistry di lini depan Juventus. Hal ini juga bisa semakin memanaskan persaingan di lini depan Juventus yang masih menyisakan Alvaro Morata dan Simone Zaza.

Masa kerja duo Dybala-Mandzukic memang tidak akan bisa menyaingi masa kerja Del Piero-Trezeguet mengingat usia Mandzukic yang sudah mencapai 29 tahun, hampir mustahil membayangkan ia bisa mengalahkan torehan 10 tahun masa bakti sebagai duet lini depan Juventus milik Del Piero-Trezeguet.

Namun setidaknya untuk musim ini dan (mungkin) beberapa musim ke depan para Juventini bisa menyaksikan duo yang tidak kalah mematikan dengan duo legendaris yang pernah berseragam hitam-putih Juventus.


1 komentar:

  1. Bener juga bang. Tapi duo kali ini sedikit lebih lincah. Patut ditunggu kontribusi para striker yang keren2 itu. Mdz-dyb-mrt-zza :)

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...