Tampilkan postingan dengan label Minang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minang. Tampilkan semua postingan

6 Mei 2013

My Perfect 5 Maggio


5 Maggio (baca; cinque maggio) adalah kata dalam bahasa Italia yang berarti tanggal lima Mei. Bagi para fans kub sepakbola Juventus, 5 Maggio adalah tanggal bersejarah. Tepatnya ketika musim kompetisi 2001/2002, dimana mereka berhasil keluar menjadi kampiun Serie-A secara dramatis dengan menang 2-0 melawan Udinese, sementara Internazionale yang saat itu berstatus capolista harus menyerahkan tahta klasemen di akhir kompetisi akibat kekalahan 4-2 di kandang Lazio.

Sedangkan bagi gue sendiri, tahun 2013 adalah tahun dimana 5 Maggio dapat dikatakan sempurna, bahkan mungkin bisa dibilang salah satu hari paling bersejarah dan menggembirakan buat gue secara personal.

1 Mei 2011

Gua, Futsal, Kiper dan Nomor 16

Gua ? Siapakah gua ? Kenapa gua disini ? Apakah gua dibutuhkan ?

Mungkin itu lah yang terbayang dipikiran gua selama menekuni olahraga futsal ini, berawal dari kelas 2 SMA (akhir), akibat susahnya mencari lapangan untuk memainkan soccer, maka gua murtad untuk menekuni olahraga futsal ini. Olahraga ini pun rutin kami lakukan meski harus curi-curi waktu sekolah, sebut saja ketika sekolah bubaran kami "menyusup" ke lapangan olahraga untuk bermain futsal.

Karena dari SD kelas 4 sampai saat itu gua selalu menekuni posisi centre-back, maka jiwa-jiwa defence serasa tak bisa lepas dari hati ini. Tapi melihat permainan futsal yang seakan semua pemain merupakan pemain yang bisa menyerang-bertahan dan gua juga sadar diri akan kemampuan dribbling dan stamina gua yang kurang untuk menyerang. Maka dari itu gua memutuskan menekuni posisi kiper yang tidak terlalu membutuhkan kedua hal tersebut (katanya).

27 Februari 2011

Seharian Dengan Dewa Sial

Kemarin itu bisa dibilang sebagai hari yang melelahkan buat gua. Kenapa bisa begitu? Silahkan baca terus postingan ini :p

Dimulai dari munculnya penyakit gokil, yaitu insomnia yang membuat gua nggak bisa tidur nyaman malam harinya, bayangin aja, start tidur jam 10 malam eh malah kebangun jam 3 pagi cuma buat ngintipin adegan maho teman kontrakan gua (bener Gan, ane kagak boong). Tapi lumayan bisa buat baca-baca slide sifat fisis kayu.

Dan gua pun bisa sukses tidur jam 6 paginya (gile men, cuma buat tidur gua butuh perjuangan 3 jam) dan harus bangun lagi karena sudah masang alarm jam 10 pagi (kampret). Untungnya tidak lama setelah gua bangun Bejo sang Penjual Ketoprak muncul, langsung manggil, mesen, bayar dan kemudian makan ketoprak paling enak se-DR (mungkin se-IPB) sebagai makan pagi sehat edisi sabtu.

Setelah makan gua lebih banyak beramal di laptop tercinta dengan cara main FM (wat de hel?) sampai kira-kira jam setengah dua, 'cause jam dua nya ada latihan futsal DHH untuk menyambut FORESTER CUP, jadi gua langsung meluncur ke tempat latihan tanpa mandi terlebih dahulu (buat apa? toh nanti keringetan juga).

Setelah jalan kaki dengan malasnya ke GOR lama (sumpah, ni GOR jauh gila dari kontrakan gua) dan gua baru sadar kalau latihan futsal itu jam empat, kalau jam dua mah jatah latihan basket, dengan perasaan galau bercampur capek gua memutuskan untuk balik. Ternyata niat untuk balik terganggu dengan adanya warnet yang menggoda gua untuk OL sampai jam empat, kalah dengan ajakan si warnet maka gua memilih OL daripada pulang.

Ternyata nasib apes masih belum mau jauh dari gua hari ini, warnet ini lemooot parah saudara2, saking keselnya (karena lemot plus panas juga disini) gua akhirnya menyerah setelah setengah jam berlalu (pakai lambai-lambai tangan ke kamera tanda nyerah). Setelah keluar dari warnet yang disitu muncul juga godaan dari warnet yang disana, tapi karena sudah terlanjut kecele gua milih pulang (kali ini beneran) untuk tidur.

Bangun jam tiga lewat lima menit (dengan alarm hape juga) gua langsung berangkat ke GOR lama dengan malas dan kesel kenapa gua nggak punya motor? kalau punya kan ga harus jalan kaki sejauh ini. Ternyata gua masih dinaungi dewa kesialan hari ini, jadwal latihannya ternyata ngaret, dan nggak tanggung-tanggung ngaretnya .... sampe satu jam lebih !!!!

Okelah kita anggap saja latihan sudah dimulai, dan ternyata yang datang cuma enam orang, dan ternyata latihan kali ini test fisik (males siah cuma test fisik). Efeknya jelas, gua jadi bersimbah keringat karena memang tidak kuat yang beginian, lagian gua kan kiper, nggak terlalu ngaruh juga sih *sotoy

Okey, yang namanya latihan fisik sudah berakhir, sekarang briefing kesiapan kami untuk FORCUP yang tinggal dua minggu lagi. Setelah itu akhirnya bisa pulang juga, tapi gua tidak langsung pulang, lebih enak muter-muter dulu di BARA, lumayan buat buang-buang waktu karena memang jam delapannya gua ada latihan futsal OMDA juga.

Selagi menuju gym untuk latihan futsal gua menemukan seorang teman yang sedang PDKT sama mahasiswi baru (aseeek, lumayan bisa malakin PJ), belum dibahas soal itu secara mendetail, tapi ada waktunya teman saya itu harus di"interogasi". Selesai latihan baru bisa pulang ke kontrakan, mandi dulu biar seger trus tidur untuk kemudiannya gua kebangun jam dua pagi (insom lagi). *naseb

21 Februari 2011

Makrab HIMAPD Angkatan 47

Alhamdulillah Acara Makrab HIMAPD angkatan 47 yang bertempat di Gunung Bunder kali ini berhasil dilaksanakan. Ada banyak cerita suka dan cita yang kami rasakan selama dua hari satu malam di Gunung Bunder ini, mungkin saya bisa bercerita sedikit tentang kegembiraan kami saat itu.

Bermulai dari keberangkatan pada pukul 11.00 WIB (rencananya), tapi akibat masalah transportasi yang tak kunjung bisa ditemukan maka kami berangkat sekitar pukul 11.30. Saya yang berada satu angkot dengan para kaum hawa mendapat rezeki yang tak diduga-duga saat mengetahui kabar bahwa angkot yang mengangkut penumpang laki-laki tidak kuat mendaki dan harus menurunkan penumpangnya (alhamdulillah nggak perlu jalan kaki naik gunung).

Sesampainya di villa para peserta dipersilahkan untuk istirahat selama beberapa saat sebelum acara makrab dimulai. Mulainya acara makrab ditandai dengan adanya games yang menuntut ekspresi terlebai dari para peserta untuk menjawab soal-soal dari kuis kata, dan acara menjadi semakin meriah dengan kedatangan senior-senior yang datang pada malam harinya.

Acara malam dilanjutkan dengan acara sharing dengan beberapa senior terkait HIMAPD dan kehidupan di IPB itu sendiri, puncaknya acara dilanjutkan dengan acara api unggun dimana seluruh anggota HIMAPD disana menikmati malam dengan alunan musik dan kebersamaan.


suasana di api unggun

Setelah acara api unggun para peserta dipersilahkan untuk beristirahat untuk menyimpan tenaga buat acara esok harinya.

Keesokan harinya acara merupakan outbound di tempat yang sudah disediakan, berikut ini deskripsi tiap-tiap pos :

Pos 1 ; Pena dan Botol
Tujuan game ini adalah memasukkan pena ke dalam botol dengan mendengarkan komando seseorang yang dipilih menjadi komando pada awal game.

Pos 2 ; Bambu Gila
Tujuan game ini adalah menurunkan sebatang bambu menggunakan dua jari tanpa ada jari yang lepas maupun bambunya miring.

Pos 3 ; Kreativitas
Tujuan game ini adalah membuat menara setinggi mungkin dengan barang bekas yang disediakan.

Pos 4 ; Kotak Sembilan
Tujuan game ini adalah melatih logika bagaimana cara mengikuti pola kotak sembilan yang sudah disiapkan oleh panitia.

Setelah serangkaian games peserta dipersilahkan dan juga memikirkan siapa yang kira-kira bisa menjadi ketua angkatan mereka.

Setelah musyawarah maka terpilihlah nama Wilham Idris sebagai ketua angkatan HIMAPD 47.

29 Januari 2011

From Bunder With Complicated Things

Dari judul entri saja sudah bisa ditebak kalau entri kali ini akan banyak dengan kata-kata ngaco dan sejenisnya (yakin amat).
Okay, kali ini saya akan membagi pengalaman saat melakukan survey vila di daerah Gunung Bunder untuk tempat makrab (malam keakraban) OMDA HIMAPD.

Semua ini diawali dengan adanya sms dari kak Yaya yang ngajak untuk survey sekarang karena bisa bareng dengan KAMAWITA yang diwakilkan oleh kak Mezi, jadi daripada bosan berdiam di rumah (baca: kontrakan) kenapa tidak?

Setelah jam di handphone menujukkan pukul 13.00 lebih sedikit maka kami pun pergi dengan tiga motor dengan pembagian :
  • Farid - Bang Andri
  • Bang Empe - Kak Yaya
  • Bang Yoyo - Kak Mezi
Kayaknya udah bener ni :p

Dalam perjalanan ada banyak kejadian kocak (kalau boleh jujur sih, sebenarnya menyedihkan), mulai dari pom bensin yang sangat dibutuhkan karena bensin sudah menipis (baca: sekarat), hingga motor yang harus overheat akibat banyaknya tanjakan yang harus didaki.

Ibarat kata soundtrack Ninja Hatori ....
"mendaki gunung, lewat dilembah"


Okey, lupakan semua kejadian suram di perjalanan tadi, sekarang masuk chapter pencarian vila.

Sudah mencari beberapa vila yang lumayan enak untuk dijadikan tempat berteduh dan bermakrab (bahasanyaa) membuat saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa survey itu tidak mudah. Banyak halangan dan rintangan yang menerjang yang harus dilalui, seperti harga yang tidak cocok dan sudah ada yang nge-take duluan (tapi lumayan juga, gua jadi tahu dimana vila tempat makrab DHH44). Dan setelah berpusing-pusing mencari akhirnya pilihan (belum final sih) sudah ditentukan.

Sekarang pembahasan kita pindahkan ke daerah BARA, dimana kami sudah sampai dengan selamat di BARA meski diperjalanan harus diguyur hujan nan deras. Sesampainya di BARA kami disambut (baca: beli) bandrek hangat untuk menormalkan kembali suhu tubuh ini.

Sayangnya ketika saya ingin kembali ke kostan (dan main game plus membeli makan) terjadilah suatu hal dahsyat di daerah bateng sampai DR, yaitu mati lampu. Meski cuma beberapa menit tapi ada masalah yang lebih urgent lagi dibanding cuma sekedar mati lampu, yaitu perut saya yang mules dan menyatakan status emergency akibat makanan yang dimakan seharian ini (tebak sendiri).

28 Desember 2010

Farid Permana Putra Azroel


Yup, this is me ....

The one and only Farid Permana Putra Azroel a.k.a pemilik blog ini. Lahir di Padang pada 11 Oktober 1991, dan merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Bisa berbahasa Indonesia, Minang dan Inggris dengan (insyaallah) lancar. Status sekarang ialah "in relationship with Ayu Januarty" dan masih mengincar posisi di HIMASILTAN.

Memulai jenjang pendidikan formal di SDN Negri Percobaan Padang, pada kelas 4 SD baru mulai tertarik dengan yang namanya olahraga sepakbola (percaya atau tidak, dulu saat 6 tahun pernah ditawari masuk SSB) akibat pengaruh seorang teman interisti, Dendy Filiciano. Meski diajari sepakbola (dari game Winning Eleven) menggunakan Internazionale, tapi saya lebih menyukai Juventus (mungkin karena pesona Pavel Nedved dan Alex Del Piero) maka saya bisa dikategorikan seorang Juventini.

Memasuki masa SMP di SMP Frater Padang. Disini untuk pertama kalinya (mungkin) saya mengetahui apa itu yang disebuh pluralisme dan tenggang rasa antar agama. Mungkin karena di sekolah ini mayoritas pelajarnya berbeda agama dengan agama yang saya anut, but that's okay karena disini saya sama sekali tidak merasakan yang namanya rasa "bersitegang" antar umat bergama. Di masa SMP inilah saya mengenal yang namanya cinta monyet dan hal-hal yang berhubungan dengan cinta-cintaan ala anak SMP, meski pun mau ga mau harus diakui saya bisa meraih peringkat 4 (peringkat terbaik seumur hidup) pada Ujian Akhir Nasional adalah karena saya ingin mendapat nilai yang bisa membuat saya masuk ke SMA yang sama dengan gadis (cailaaah) yang saya sukai pada saat itu.

Masa SMA (masanya para remajaa #soundeffect lagu darah muda).

Kehidupan putih-biru telah berubah menjadi kehidupan putih-abu-abu, dimana disini saya merasakan yang disebut nikmatnya waktu sibuk. Pada tahun pertama masuk kegiatan ekstrakulikuler PANSUS (Pasukan Khusus) yang memfokuskan diri pada latihan PBB (Pasukan Baris Berbaris) meski sudah bisa disebut anggota aktif, tapi saya tidak melanjutkan masa karir disini karena ada masalah pribadi dengan pembinanya.

Pada tahun kedua saya memilih kegiatan ekstrakulikuler sepak bola, meski cuma seminggu sekali tapi lumayan menyenangkan, hal ini juga ditunjang dengan keadaan kelas yang (menurut saya) adalah kelas terbaik yang pernah saya masuki. Lepas ke kelas tiga SMA sebenarnya nggak ada kegiatan ekstrakulikuler buat siswa tingkat akhir. Tapi berhubung ada acara kesenian sekolah maka tahun terakhir ini dimanfaatkan untuk "menggila", salah satunya ialah ikutan lomba cheerleaders, modern dance dan katakan cinta.

Saatnya ke masa perguruan tinggi, dimana saat SMNPTN saya hanya memilih FAHUTAN IPB sebagai tujuan masa depan tanpa menyiapkan perguruan tinggi lain sebagai cadangan. Alhamdulillah saya berhasil diterima di Fakultas Kehutanan IPB.

Masuk IPB dan dilempar ke kelas "ajaib" A27. Kelas yang kocak terdiri dari beberapa orang yang bisa dikategorikan unik. Pada masa TPB ini juga lah saya menemukan pacar pertama (yang cinta monyet pas SMP-SMA nggak dihitung laa) karena bisa bertahan sampai (hampir) tujuh bulan. Di masa ini juga saya mulai diperkenalkan dengan dunia FAHUTAN, yang diawali dengan acara FORCUP (Forester Cup) dimana saya bertugas sebagai PJ untuk cabang Olahraga Tradisional.

Mungkin dari sekian kesibukan itu ada beberapa kelebihan dan kekurangan saya yang terekspos ke luar. Jadi kalau ada kekurangan saya tolong dimaafkan dan dibantu untuk mencarikan solusi yang tepat.

6 Desember 2010

Makrab IPMM 47

Malam Keakraban Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang (MAKRAB IPMM) kali ini bertempat di sebuah Vila di daerah Cisarua, Puncak. Adapun tujuan dari malam keakraban ini adalah untuk mengakrabkan (khususnya) mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi yang tersebar di daerah Bogor, baik itu sesama mahasiswa baru maupun mahasiswa baru dengan kakak kelasnya.

Acara pada hari pertama (4 Desember 2010) ialah pembukaan MAKRAB dan malam api unggun, dimana masing-masing mahasiswa baru yang telah dibagi dalam beberapa kelompok menampilkan kreatifitas masing-masing. Acaranya sendiri berakhir pada pukul 01.15 WIB

Acara pada hari kedua (5 Desember 2010) terfokus pada outbound dan pemilihan ketua angkatan 47 yang lebih difokuskan pada mahasiswa IPB (karena mayoritas mahasiswa minang menimba ilmu di IPB). Adapun konten acara dari outbound ialah :

- Pos 1 : Pipet
peserta diminta untuk merangkai pipet menjadi suatu rangka bangunan yang bisa berdiri kokoh. Esensi yang dicari ialah kekompakan dan kreativitas.

- Pos 2 : Jalan Bambu
peserta berjalan menggunakan dua batang bambu untuk mencapai tempat yang ditentukan. Esensi yang dicari adalah percaya pada teman dan kemampuan menyesuaikan diri.

- Pos 3 : Pengetahuan Tentang Tepung
peserta diminta mencari kertas pertanyaan di dalam tepung dan menjawabnya, pertanyaannya seputar pengetahuan tentang adat dan sejarah Minang. Esensi yang dicari ialah pengetahuan tentang daerah asal dan jangan melupakan daerah asal kita.

- Pos 4 : Jalur Listrik
peserta diminta menutup mata dengan satu orang temannya membimbing mereka. Esensi yang dicari ialah kepercayaan terhadap pemimpin, rasa peka akan teman dan kemampuan memberi informasi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...