Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

14 Oktober 2011

Necromancer

Tidak berlebihan kalau kita menyebutkan bahwa di setiap negara mempercayai keberadaan ilmu hitam dan hal-hal yang berhubungan dengan dunia hitam. Dan tentunya banyak yang mengetahui ada beberapa oknum yang mempraktekkan ilmu tersebut dengan spesialisasi dan sebutan yang berbeda. Salah satunya ialah kemampuan Necromancy.
Necromancy adalah bentuk divination dimana mereka yang menggunakannya akan memanggil arwah untuk mendapatkan perlindungan atau ilmu pengetahuan. Necromancy sendiri berasal dari bahasa Yunani ; Nekros (dead) dan Manteia (divination). Necromancy bisa ditemukan dalam mitologi-mitologi, salah satunya ialah dalam mitologi Yunani, diceritakan mengenai perjalanan Odysseus ke Hades saat ia akan membangkitkan Tiresias untuk menanyakan sesuatu. Sedangkan dalam mitologi Norse, diceritakan bahwa Odin pernah membangkitkan seorang ahli nujum yang sudah meninggal untuk meramalkan masa depan. Bahkan penyihir legendaris Skuld memiliki kemampuan untuk membangkitkan prajurit yang telah mati untuk kembali berperang.

Jadi bisa disimpulkan bahwa necromancy bukan merupakan ilmu yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Namun sejak memasuki abad pertengahan, makna dari necromancy itu sendiri menyimpang jauh menjadi ilmu yang digunakan untuk memanggil iblis atau membangkitkan orang mati demi tujuan buruk. Image tersebut terus melekat hingga sekarang dan membuat necromancy dianggap sebagai salah satu ilmu hitam paling berbahaya.


Necromancy Kuno

Pada zaman dahulu, sebelum necromancy dicap sebagai cabang ilmu hitam yang berbahaya, necromancy sering dihubungkan dengan shamanism yaitu pemanggilan roh (biasanya arwah leluhur) untuk tujuan yang positif. Menurut penuturan kalangan yang menggunakan ilmu tersebut alias Necromancer, dikatakan ketika melakukan komunikasi, para arwah akan menghasilkan suara lengkingan atau dengungan yang tinggi. Hal ini jelas berbeda dengan proses pemanggilan arwah menggunakan medium sebagai perantara. Seorang ahli sejarah bernama Strabo menyebutkan kalau necromancy merupakan bentuk divination yang berkembang di masyarakat Persia, dan berkembang hingga Chaldea (terutama di kalangan pemuja bintang atau Shabian), Eturia serta Babylonia. Para necromancer di Babylonia disebut Manzazuu atau Sha’etemmu, sementara roh yang dipanggil disebut Etemmu.

Beberapa kebudayaan mempercayai bahwa roh memiliki pengetahuan yang sangat luas, hal inilah yang menyebabkan mereka sering dipanggil untuk ditanyai berbagai hal. Tapi hal tersebut bertentangan dengan kepercayaan bangsa Romawi dan Yunani yang berpendapat bahwa pengetahuan roh itu terbatas sampai yang mereka miliki selama mereka hidup. Pendapat lain dari cendekiawan Romawi ialah ; disebutkan di underworld (alam baka) ada pusat perdagangan informasi dimana para roh bisa dengan leluasa bertemu dan bertukar pengetahuan.


Necromancy Abad Pertengahan & Modern

Pada masa medival (abad pertengahan) hampir semua kaum cendekiawan berasal dari kalangan bangsawan atau christian clergy. Mereka menolak pemikiran bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan arwah yang telah meninggal dan menyatakan bahwa arwah tersebut adalah iblis yang menyamar. Karena itulah necromancy dianggap sebagai salah satu cabang ilmu hitam paling berbahaya dan mulai menangkap semua yang mempraktekkannya. Sayangnya ketakutan mereka terhadap necromancy menjadi sebab tragedi yang dikenal sebagai “The Salem Witch Trial”. Terjadi di kota dan desa Salem, Massachusetss, dimana sejumlah orang (mayoritas wanita) ditangkap dan diadili karena dituduh sebagai penyihir. Meski kebenaran akan betul-tidaknya para orang tersebut adalah penyihir masih dipertanyakan, mereka tetap diadili dengan cara dibakar hidup-hidup.

Salem Witch Trial

Pada zaman modern ini necromancy hanya menjadi mitos yang ada dalam masyarakat. Sebagian kalangan tidak mengakui keberadaannya karena tidak bisa dijelaskan secara logika, tapi beberapa kalangan masih mempraktekkannya di berbagai negara. Seperti di Quimbanda dan beberapa negara di Afrika, terutama dengan munculnya kepercayaan akan santeria dan voodoo.



Sumber
- Gamestation 141. Juli 2007
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...