Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

24 Juni 2012

The Life (Part Two)

Baca sebelumnya :

Story so far ...

  "Fred merupakan siswa yang gemar menyendiri di kelasnya. Dre yang merasa penasaran dengan perubahan sikap Fred berusaha menanyakan kenapa sikapnya berubah menjadi dingin. Tiba-tiba muncul cahaya terang yang membawa mereka ke dunia bernama Carnagia. Ternyata yang tertarik masuk ke Carnagia bukan hanya mereka berdua, ada beberapa murid lainnya yang terseret masuk juga. Perjalanan murid-murid tersebut mencari sosok Saint yang disebut-sebut bisa mengembalikan mereka ke dunia asal mereka."

**


Fred membawa Dre, Irine dan Daisy ke sebuah ladang kosong di pinggiran desa untuk melatih ketiga temannya cara mengaktifkan Eve Weapon. Sesampainya di ladang tersebut Fred kemudian menyuruh ketiga temannya untuk berpencar dengan jarak sekitar 10 meter satu sama lain.

  "Sekarang aku akan mengajarkan cara mengaktifkan Eve Weapon. Pertama kalian harus mengingat satu kenangan yang menurut kalian paling kuat dan paling kalian inginkan terjadi lagi, kenangan dibutuhkan untuk membentuk Eve Weapon secara fisik. Setelah kalian membayangkan bentuk fisik dan memilih kenangan, maka kalian harus memikirkan harapan yang paling ingin kalian wujudkan. Semakin ingin kalian mewujudkan harapan itu maka akan semakin tinggi juga potensi dan kekuatan Eve Weapon kalian. Mungkin terkesan mudah, tapi jika kalian melakukannya dengan setengah hati maka kemungkinan Eve Weapon yang kalian ciptakan malah merepotkan diri kalian sendiri." Fred menjelaskan.

  "Umm.. Fred. Aku ada pertanyaan. Kenapa kita harus memisahkan diri sejauh 10 meter?" tanya Irine.

  "Itu karena Eve Weapon memiliki sifat yang tak terduga saat pertama kali dibangkitkan. Dan ada juga kemungkinan Eve Weapon bertipe long-range yang malah bisa menciderai orang disebelah kalian. Aku juga tidak tahu sebenarnya berapa jarak aman, it's just a precaution act." jawab Fred santai.

  "So basically, kita tidak bisa merubah bentuk Eve Weapon setelah diaktifkan?" Daisy ikut bertanya.

  "Tampaknya tidak, karena Eve Weapon punyaku masih sama seperti yang ku aktifkan dulu." jawab Fred.

  "By the way Fred, kenangan dan harapan apa yang kau pikiran saat menciptakan Eve Weapon mu?" tanya Dre.

  "That's not your business Dre, sekarang kalian pikirkan saja kenangan dan harapan agar Eve Weapon kalian aktif. Itu untuk keamanan kalian sendiri kalau liveless tiba-tiba menyerang." Fred menyudahi.

Dre tampak kurang senang dengan tanggapan temannya itu, tapi ia juga sadar bahwa apa yang dikatakan Fred benar. Ia harus bisa menggunakan Eve Weapon secara bebas untuk keamanan diri masing-masing. Dre juga sadar bahwa Fred mungkin tidak akan selalu ada untuk melindungi mereka.

  "Jika semua sudah jelas, aku ingin berjalan-jalan ke kota. Mengaktifkan Eve Weapon pada awalnya cukup melelahkan, kalian butuh makanan dan minuman jika sudah selesai. Aku ingin mencari informasi lebih tentang serangan liveless di daerah ini dan keberadaan Saint. Jika beruntung kita bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan mereka yang terpisah dengan kita saat badai. If they manage to survive." kata Fred tanpa emosi.

Setelah itu Fred meninggalkan Dre, Irine dan Daisy agar bisa berlatih mengaktifkan Eve Weapon.

  "ketus sekali dia. Dia pikir dia sudah hebat karena bisa mengaktifkan Eve Weapon?" kata Irine setelah Fred pergi.

  "IRINE!!!" tanpa sadar Dre langsung berteriak pada Irine.

  "What? Are you blind? Tidakkah kau lihat bagaimana dia memperlakukan kita barusan?" Irine tampak tersinggung dengan reaksi Dre.

  "Ummm .... Aku pikir apa yang dikatakan Fred ada benarnya. Ini untuk keamanan kita juga, kita tidak bisa selalu berada dibelakangnya dan meminta pertolongan. Ada kalanya kita harus berjuang untuk nyawa kita sendiri." Daisy berusaha menenangkan Dre dan Irine.

Dre dan Irine pun diam setelah mendengar perkataan Daisy, tapi tampaknya mereka belum berbaikan.

  "How about we start our training? Jangan menghabiskan waktu lagi dengan pertengkaran seperti ini." Daisy masih berusaha menenangkan kedua temannya.

Dre dan Irine masih bersikap dingin satu sama lain, dan akhirnya mereka menjauh untuk melatih Eve Weapon mereka sendiri. Daisy merasa lega melihat pertengkaran Dre dan Irine tidak berlanjut, meskipun tampaknya kedua rekannya tersebut masih menyimpan rasa kesal. Tiba-tiba Daisy terpikirkan sesuatu tentang Fred, ia pun mendekati Dre yang terlihat membela Fred barusan.

  "Umm ... Dre, aku ingin bertanya." Daisy bertanya dengan hati-hati.

  "about what?" Dre menjawab.

  "Ummm ... kau tampak membela Fred. Apa kau tahu bagaimana sifatnya? I mean tampaknya hanya kamu yang masih bisa memaklumi sifat dingin Fred." tanya Daisy.

  "Well, aku dulu pernah sekelas dengannya, tepatnya dua semester lalu. Fred pada saat itu bukanlah sosok yang dingin, kebalikannya malah, ia tipe orang periang yang senang membantu orang lain dan sering terlibat dalam kegiatan diluar sekolah. Tapi entah mengapa semenjak semester lalu sikapnya berubah seperti sekarang, ia menjadi dingin dan tampak tidak peduli dengan lingkungannya." jawab Dre.

  "Apa ada sesuatu yang terjadi?" Daisy masih penasaran.

  "Don't know. Tapi aku dengar dia pernah memiliki kekasih. Well, aku tidak benar-benar yakin mereka sepasang kekasih atau bukan karena si gadis itu tinggal di luar kota. Tapi dari yang ku dengar perubahan sikap Fred berhubungan dengan gadis itu. Soalnya ketika dia menjadi pendiam aku tidak pernah mendengar kabar tentang gadis itu lagi." jawab Dre.

  "Jadii .... ada kemungkinan Fred ditinggalkan gadis itu. Apa itu yang menjadi alasan sikapnya yang begitu dingin?" tanya Daisy.

  "Naaah, Fred tidaklah selemah itu. Aku tahu. Pasti ada hal lain yang membuat sifatnya berubah sejauh itu. Tapi aku yakin kalau Fred bukanlah orang lemah yang menjadi pendiam setelah ditinggalkan wanita." jawab Dre.

  "Oh begitu." kata Daisy.

  "Kenapa? Jangan bilang kau suka pada Fred?" Dre malah menggoda Daisy.

  "No .. no .. absolutely not. Aku cuma ingin tahu, kenapa kau sangat membelanya." Daisy tampak panik.

  "Hahahaha, aku membelanya karena dia temanku. Aku bukan orang yang suka melihat temanku dijelek-jelekkan. Itu memang sifatku." jawab Dre.

  "Ahahaha, Kurasa ada benarnya. Well, sekarang yang bisa kita lakukan adalah berlatih bagaimana cara mengaktifkan Eve Weapon. Agar kita tidak menjadi penghambat bagi Fred." kata Daisy.

  "You got it!" kata Dre sambil tersenyum pada Daisy.


...................................................................


Fred yang meninggalkan Dre, Daisy dan Irine untuk berlatih mengaktifkan Eve Weapon pergi mencari makanan dan informasi tentang keberadaan Saint di pasar. Makanan dan minuman di Carnagia memang tampak berbeda dengan makanan di dunia asal mereka, tapi masih bisa dikonsumsi. Selagi mencari makanan dan informasi, Fred bertemu dengan beberapa sosok yang dikenalnya.

Sosok tersebut adalah rekan mereka yang terpisah saat badai pasir datang. Ada Andrew, Eugene, T.K, Terry, dan Gina, mereka semua selamat. Dan ada satu lagi sosok mirip manusia serigala yang bersama mereka.


  "Itu Fred! Thanks God kau selamat." Andrew tampak senang ketika bertemu dengan Fred.

Banyak dari mereka yang tampak senang dan ingin berbicara dengannya, tapi Fred bersikap biasa dalam menanggapi tanggapan teman-temannya. Ia malah berjalan ke arah manusia serigala dan menyapanya.

  "Sudah lama ya, Argharna. Bagaimana kabarmu?" Fred bertanya pada manusia serigala tersebut seakan mereka telah berteman lama.

  "Well well, ternyata Fred Cornwell. Tidak diduga aku bisa melihatmu lagi di dunia ini. Sudah berapa ratus tahun terlewati dan kau masih memiliki wajah menyebalkan seperti biasa." manusia serigala itu menanggapi.

  "Humph, dan setelah beberapa ratus tahun itu kau masih tampak kesulitan bertarung dengan liveless." Fred menimpali.

  "Aku bukan orang yang sama seperti dulu. Kau akan lihat perkembangku manusia." jawab manusia serigala bernama Argharna itu.

  "Hold on, bagaimana kau mengenal Argharna Fred? Bukankah kau baru bertemu dengannya?" kali ini T.K yang berbicara pada Fred.

  Fred berbalik dan menjawab pertanyaan T.K "To put it simple, aku dulu pernah datang, atau lebih tepatnya terseret ke dunia ini."

  "Oh jadi itu alasan kau bisa menggunakan Eve Weapon Fred? Tidak heran kau bisa mengalahkan liveless yang menyerang kami dengan mudah." kata Andrew.

  "Kalian tahu .... tentang Eve Weapon?" Ini pasti ulah mu Argharna." sambut Fred.

  "Heh, aku tidak mungkin membuat mereka mengikuti jika aku tidak mengatakan segalanya. Sama seperti dirimu saat pertama kali melihat sosokku yang kau sebut monster." jawab Argharna.

Fred tersenyum kecil, mungkin itu senyuman pertamanya semenjak kembali ke Carnagia. Ia tampak nyaman di hadapan Argharna. Ia mengajak rombongan itu untuk menemui Dre, Daisy dan Irine yang ia tinggalkan di pinggiran desa untuk berlatih Eve Weapon. Tapi mereka melihat kerumunan yang berlari menjauhi pinggir desa. Mereka berlari ketakutan sambil berteriak bahwa liveless menyerang desa. Fred sadar dari arah berlarinya kerumunan itu kalau liveless memulai serangan dari tempat ia meninggalkan Dre, Daisy dan Irine untuk berlatih. Tanpa pikir panjang ia bergegas kesana diikuti yang lain.

Sesampai disana mereka menemukan bahwa Dre, Daisy dan Irine sudah dikepung sekelompok liveless, dan mereka tampak masih belum bisa menggunakan Eve Weapon mereka. Fred langsung mengaktifkan Eve Weaponnya dan menerobos liveless yang mengurung ketiganya diikuti Argharna.

  "You guys all right?" tanya Fred kepada teman-temannya.

  "We're fine. Terima kasih sudah datang." jawab Daisy.

  "No prob. Stay close to me guys." jawab Fred.

  "Okay, tapi Fred, apa ... eh, siapa .... ini?" Daisy masih ketakutan ketika melihat Argharna. Ekspresi yang sama juga diperlihatkan Dre dan Irine.

  "Ini Argharna, dia ada di pihak kita. Tapi Argharna, kenapa kau kesini? Siapa yang akan menjaga Andrew dan yang lain?". kata Fred.

  "Jangan khawatirkan mereka Fred, mereka dapat menjaga diri. Lihat saja." kata Argharna ringan.

  "Maksud mu?" tanya Fred.

  Argharna hanya tersenyum dan berteriak "T.K! Andrew! Kalian jaga yang lain dan jangan biarkan ada liveless yang selamat!" teriak Argharna.

"You got it!" teriak T.K dan Andrew bersamaan.

Fred yang masih bingung langsung melihat ke arah T.K dan Andrew. Dan ia terkejut mengetahui bahwa T.K dan Andrew bisa menggunakan Eve Weapon. Eve Weapon milik T.K berbentuk kapak raksasa sedangkan milik Andrew berbentuk sepasang sarung tinju.


  "Mereka bisa menggunakan Eve Weapon? Argharna, ini pasti ulahmu." Fred tampak masih sedikit terkejut.

  "Heh, kalau aku tidak mengajarkan mereka, aku juga repot." Argharna menimpali.

Fred dan Argharna kemudian menyerang liveless yang mengepung agar Dre, Daisy serta Irine dapat selamat sementara T.K dan Andrew mengalahkan liveless yang mencoba masuk ke dalam desa. Kombinasi keempatnya mampu membuat jalan yang bisa digunakan untuk Dre, Daisy dan Irine untuk menyelamatkan diri.

  "Now, segera berlari menuju T.K dan Andrew." kata Fred.

Mereka bertiga segera berlari ke arah T.K dan Andrew sembari Fred dan Argharna berjaga dibelakangnya. Namun ketika berlari Daisy mendadak terjatuh, Dre yang melihatnya secara refleks berhenti dan membantunya sementara Irine terus berlari. Ketika Dre sedang membantu Daisy tiba-tiba liveless muncul di hadapan Dre dan Daisy siap menembas mereka. Karena takut mereka menutup mata.

Setelah beberapa detik Dre membuka matanya. Ia pun terkejut ketika melihat sosok Fred muncul di depannya berusaha melindungi mereka. Fred dapat membunuh liveless tersebut dengan sekali tebas, tapi luka di perutnya terlalu dalam hingga membuatnya tidak bisa berdiri tegak.

  "Fred, are you all right?" tanya Dre dengan panik, Daisy berada disampingnya dan membantu Fred berdiri.

  "Luka ini tidak ada apa-apanya, kalian tetap berlari menuju T.K dan Andrew secepatnya." ujar Fred sambil menahan pendarahannya.

  "But ..." kata Dre.

Belum sempat Dre menyelesaikan kata-katanya liveless lainnya sudah ada dihadapan mereka untuk menyerang. Argharna terlalu jauh dari mereka dan kondisi Fred tidak memungkinkan untuk membalas. Dre tahu, kalau Fred terkena serangan lagi dirinya tidak akan selamat.


  "FREEEEEEEEEEEDDDD !!!!!!!!" Dre berteriak histeris.

Ketika berteriak, cahaya yang menyilaukan mata Dre mendadak muncul. Saking silaunya Dre tidak bisa melihat dengan benar hingga harus menutupi matanya.

  "Apa kau membutuhkan kekuatan?" suara tak dikenal Dre berbicara.

  "Ap ... apa?" Dre menjawab dengan masih menutupi matanya.

  "Apa kau membutuhkan kekuatan?" suara tersebut kembali berbicara padanya.

  "Asalkan kekuatan itu bisa melindungi teman-temanku, AKU MEMBUTUHKANNYA!" sahut Dre.

  "Baiklah, tapi ingat bahwa kekuatan itu hanyalah alat. Yang membuatnya baik atau buruk ialah dirimu. Apakah kau akan menyelamatkan dunia, atau malah menghancurkannya." suara itu berkata pada Dre.

Fred yang terluka berusaha melindungi dirinya dari serangan liveless, ia sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk bergerak apalagi membalas. Tiba-tiba liveless tersebut tumbang, dan dihadapan Fred berdiri Dre yang berhasil membangkitkan Eve Weapon-nya.

  "Aku tidak ingin kehilangan temanku, tidak teman terbaikku. Meskipun kau berubah, tapi aku tahu somewhere deep in your heart kau masih Fred yang dulu. Jadi tidak ada siapapun atau apapun akan kubiarkan untuk membunuhmu, tidak selama aku bisa melawan !" teriak Dre.

  "SCREAM! THANATOS!!!" teriak Dre sembari berlari menghadapi liveless yang masih tersisa.



........ ( bersambung )

27 komentar:

  1. sumpaah,ceritanya bang,duuh ga sabar kelanjutannya!!!!

    langsung ngefans sm dre,awww cepet lanjutin deh bang~~~

    BalasHapus
  2. Sebenernya ini ada berapa part rid? Jujur gue ga begitu suka cerbung, soalnya bikin penasaran :|

    Btw, ada typo dikit tuh huehehe-> "Aku bukan orang yang sama seperti dulu. Kau akan lihat perkembangku manusia." jawab manusia serigala bernama Argharna itu.

    Oia, bedanya makanan di Carnagia sama di dunia Fred apaan rid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai part terakhir, hahaha *biar tidak ada spoiler*

      Typonya darimana ? Itu maksudnya Arghana bilang kata 'manusia' itu maksud ke Fred. Jadi diakhir kalimatnya memang diakhiri dengan kata 'manusia'.

      Bedanya ada di rasa (dijelaskan di part berikutnya).

      Hapus
  3. Aku hanyut, dan merasakan emosi di dalam cerita ini. Luar biasa bang! :)

    Hanya satu pertanyaan saja, di percakapan paling awal itu Dre kah yg menjelaskan? Bukannya Fred yah? cmiiw :)

    Tag aku lagi di cerita selanjutnya! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya benar Sith, seharusnya itu Fred yang menjelaskan dan bukan Dre. Aku typo .__.
      Sudah diperbaiki dan terima kasih sudah mengingatkan :D #jadimalu

      Okesiap, kalau part selanjutnya muncul aku tag lagi ^^v

      Hapus
  4. wew.. keren sekali...
    penasaran kelanjutannya.. wkwkwk
    berasa nonton anime >,<

    BalasHapus
  5. wah tambah seru aja nih, tapi bang kalo mau dijadiin buku mendingan ga usah di post disini digabungin aja cerita semuanya trus dikirim penerbit. Yang suka juga banyak dan pada ngedukung jadiin buku . Semangat bang, lanjutkan !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum kepikiran mau dijadiin buku Sahil. Kalau benar itu terlalu ribet buat gua sekarang, hehe.
      Paling kalau hoki pas cerita ini udah selesai baru mau gua sodorin ke penerbit, syukur-syukur diterima (ngarep nasib mirip Radit).

      Hapus
  6. Jadi itu dre udh aktifin eve weapon nya?
    Haiyah bang cepet2 ya dtnggu lanjutannya;;)

    BalasHapus
  7. Sial !!! Eve weaponnya dre keren tuh :D , Bersayap :D .. apalagi T.K ama Andrew keren .. eve weaponnya Fred kaya gimana ?

    ditunggu kelanjutanyna :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan di part 1 udah dikasih tau eve weaponnya Fred itu pedang, wah kayanya belum baca nih .

      Hapus
    2. Eve Weaponnya Dre cuma deathscythe itu kok. Gambar hanya untuk membantu mengilustrasikan cerita (maklum ambil dari google).

      Benar kata Sahil, bentuk Eve Weapon Fred ialah pedang dan sudah dijelaskan di bagian pertama.

      Hapus
  8. keren!!!
    bagus nih ceritanya..seru..
    jd inget game Suikoden

    saya follow blog'a :D

    btw klo blh tahu ilustrasi'a dr mn aja yah?
    ky pnh lihat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suikoden? Ahahaha, kalau Suikoden itu sudah terlalu bagus konsepnya. Punya saya masih belum apa-apa kalau dibandingkan :P

      Ohiya, ilustrasinya diambil dari google. Sekedar untuk memudahkan pembaca dalam memvisualisasikan alur cerita di pikiran mereka.

      Hapus
  9. "Apa kau membutuhkan kekuatan?" sekilas gue mikir Dre bakal dikasih geass #eh
    keren, ceritanya gak datar.. ternyata rombongan yang lain ketemu sama Argharna, dan yang keren misteri sebenarnya kenapa sifat Fred jagung bagus (Cornwell) berubah masih disimpan dan dikasih petunjuk dikit-dikit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya yakinkan anda tidak ada Geass di cerita ini #eh.

      Err,, jagung bagus? =w= #terbang

      Hapus
  10. Keren2 gue makin suka ama Dre, oya bang ada sekadar tips nih...

    pas tokoh2nya berkomunikasi, kok kayanya kebanyakan nulis 'jawab Dre' 'Balas Fred' 'Tanya Waria'. sbaiknya dikurangi... kalo contoh yg benernya bisa cek di bbrapa novel2 fiksi yg udah beredar. Slamat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeh, thanks buat tipsnya Wildan ^^v

      Hapus
  11. Yey, udah di update! Dan jadi makin cinta sama Dre *__* eve weaponnya keren banget lagi itu.

    Ceritanya makin keren bang, jadi makin kerasa, konflik udah mulai banyak yang muncul. Dan yang Daisy nanyain ttg Fred itu kok kayaknya dia ada rasa ya, sama Fred /eh Chapter depan banyakin adegan action-nya ya bang?

    Dan bedanya makanan dan minuman di Carnagia sama di dunia biasa itu apa ya? :0

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu chapter berikutnya soal perasaan Daisy yah, hehehe :P
      Yup, doakan saja pas masuk inti cerita actionnya dibanyakin, semoga saya bisa 'berimajinasi liar'. ^^v

      Bedanya ada di rasa (dijelaskan di part berikutnya).

      Hapus
  12. makim keren ajang sob...

    BalasHapus
  13. ide eve weaponnya keren bang, mirip di cerita ueki pas gunain senjata dewa level 10 (maou). tapi konfliknya seru, tag lagi bang :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus keluarnya pak Hideyoshi #eh
      Okey, kalau update akan di-tag dirimu.

      Hapus
  14. Pedes mata gue bacanya. Gue suka Eve Weapon punya T.K, kayak senjata Optimus Prime jamannya Transformers jadul. Salut dah sama bang Ajrul :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang Optimus Prime pernah pakai sarung tinju? Ih wow gua baru tahu Ri.

      Hapus
  15. waaaaaaaaaaaaaaa... geregetan! masih bersambung lagi.
    tetep wow ceritanya. :)
    segera ya sambungannya :D

    BalasHapus
  16. beuh ending di sini kenapa kental banget bikin penasaran pembaca Argh!

    sumpeh imajinasi lo gilaaa..

    "Itu karena Eve Weapon memiliki sifat yang tak terduga saat pertama kali dibangkitkan. Dan ada juga kemungkinan Eve Weapon bertipe long-range yang malah bisa menciderai orang disebelah kalian. Aku juga tidak tahu sebenarnya berapa jarak aman, it's just a precaution act." jawab Fred santai.

    Berasa banget gw ikut ngebayangin..

    oke lanjutin..

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...