Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

4 Februari 2014

Band Jepang Dengan Konsep Yang Unik


Bila berbicara tentang musisi asal Jepang, khususnya band, tentu yang terbayang adalah formasi band yang 'standar' dengan balutan dandanan unik yang biasa dikatakan orang awam sebagai harajuku style. Band-band asal Jepang memang terkenal dengan keunikan mereka dalam penampilan, hal yang menginspirasi terbentuknya genre Visual-Kei.

Namun selain dari dandanan mereka yang unik, ada beberapa band asal Jepang yang memiliki konsep hingga jumlah personil unik. Tak jarang dari mereka mengusung 'tradisi' musik Jepang yang seakan memiliki makna tersembunyi dalam tiap lirik lagu mereka.

Berikut adalah beberapa band yang memiliki keunikan yang bisa membedakan mereka dengan band-band asal Jepang lainnya.


The Black Mages


The Black Mages adalah band hasil kolaborasi Nobuo Uematsu, Kenichiro Fukui dan Tsuyoshi Sekito yang merupakan komposer untuk perusahaan game asal Jepang ; SquareEnix. Lagu-lagu The Black Mages bisa dibilang merupakan lagu-lagu official untuk game-game SquareEnix, khususnya Final Fantasy Series.

Musik The Black Mages bisa dibilang merupakan gabungan musik rock dengan tambahan synthesizers. Meski The Black Mages terdiri dari enam orang member tetap, namun mereka jarang melakukan tur secara band. Hal ini disebabkan karena sebagian besar lagu The Black Mages membutuhkan bantuan orang dalam jumlah banyak dan (mungkin) bisa dikatakan sebagai penampilan orkestra.

Band ini sudah bubar pada tanggal 7 Agustus 2010.



Member ;
  • Nobuo Uematsu – keyboard
  • Kenichiro Fukui – keyboard
  • Tsuyoshi Sekito – gitar
  • Keiji Kawamori – bass
  • Arata Hanyuda – drum
  • Michio Okamiya – gitar 


Sound Horizon


Band 'fantasi' milik Revo yang 'sesungguhnya'. Mungkin sebagian besar dari kalian lebih mengenal Linked Horizon yang mengisi OST untuk anime terheboh saat ini ; Shingeki no Kyojin (Attack on Titan). Tapi sesungguhnya Linked Horizon 'hanyalah' side-project milik Revo, karena 'band' miliknya adalah Sound Horizon.

Sound Horizon bukanlah band yang menciptakan 'lagu', mereka menciptakan 'cerita' dari beberapa lagu mereka yang saling terhubung dalam satu album. Biasanya cerita dalam tiap album berbeda total dari album sebelumnya, meski ada beberapa kasus dimana salah satu lagu dari salah satu album memiliki keterkaitan dengan lagu di album sebelum maupun sesudahnya.

Lebih dikenal dengan penampilan mereka yang lebih mirip drama dengan dandanan ala abad pertengahan --tergantung cerita yang diusung-- Sound Horizon memiliki banyak musisi dan vokalis tak tetap, yang berarti mereka memiliki kemungkinan untuk diganti untuk album berikutnya.




Member ;
  • Revo - komposer



supercell


supercell adalah band anonim yang terdiri dari 11 orang member. Meski terhitung banyak, namun 10 orang member supercell adalah artist (pembuat art, dalam hal ini gambar) dan desainer, satu orang yang tersisa adalah sang komposer yang menangani keseluruhan lagu supercell yang lebih dikenal dengan nama alias Ryo.

supercell pertama kali mulai dikenal publik ketika Ryo membuat lagu dengan bantuan sistem VOCALOID dan disebar-luaskan melalui situs Nico Nico Douga. Hal ini membuat mereka semakin terkenal dan akhirnya merilis album-independen pertama pada tahun 2008 dengan judul "supercell".

Meski sudah terkenal dan berhasil mendapatkan Gold Disc Award dari Recording Industry Association of Japan karena berhasil menjual 100,000 kopi dalam setahun serta menjadi lima terbaik musisi Jepang pada tahun 2009 dan 2010 pada acara Japan Gold Disc Award competition, publik masih belum mengetahui wujud asli dari Ryo sang komposer.



Member ;
  • Ryo - komposer
  • Shiro Miwa - ilustrator
  • Huke - ilustrator
  • RedJuice - ilustrator
  • Suga - ilustrator
  • Maque - ilustrator dan animator
  • Yoshiki Usa at Wooserdesign - desain
  • Hei8ro (Heihachiro) - ilustrator dan photographer (support)
  • Guitar - ilustrator (support)
  • Crow - (support)
  • Golv - (support)



Wagakki Band


Sesuai dengan namanya, Wagakki Band yang apabila diterjemahkan secara harfiah berarti "alat musik tradisional Jepang" berhasil memadukan instrumen tradisional Jepang seperti shamisen, koto, wadaiko dan shakuhachi dengan alat musik modern macam gitar, bass dan drum.

Wagakki Band sejauh ini baru melakukan cover terhadap beberapa lagu VOCALOID dan mengubahnya agar sesuai dengan gaya musik mereka. Hasilnya? Wagakki Band bisa membuktikan bahwa meski zaman sekarang (setidaknya di Jepang) beberapa vokalis telah digantikan dengan suara VOCALOID, namun dengan sentuhan yang tepat suara manusia tidak kalah bila dibandingkan dengan VOCALOID.



Member ;
  • Yuko Suzuhana -- vokal
  • Daisuke Kaminaga -- Shakuhachi
  • Kiyoshi Ibukuro -- koto
  • Beni Ninagawa -- Shamisen
  • Kurona -- Wadaiko
  • Machiya -- Gitar
  • Asa -- Bass
  • Wasabi -- Drum

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...