Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

1 Juni 2011

Final Basket Putra OMI : FAHUTAN vs FEM


Bagi para penikmat sepakbola, terutama penikmat Liga Spanyol tentu tidak asing dengan yang namanya El Classico. Duel dua tim terkuat di Spanyol yang bertabur pemain bintang dan menyajikan atmosfer pertandingan yang tidak bisa disaingi duel tim mana pun di La Liga.

Di IPB sendiri, istilah El Classico ternyata ada pada setiap pagelaran Olimpade Mahasiswa IPB atau lebih populer dengan sebutan OMI. El Classico di IPB dikatakan ketika dua fakultas "terkuat" di IPB bertemu di lapangan pertandingan (biasanya terjadi di partai final), atmosfer pertandingan yang "panas" tidak hanya tercermin dari duel atlit di lapangan, tapi juga "duel" kedua belah supporter masing-masing fakultas.


31 Mei 2011
Gymnasium IPB

Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, dimana pelataran gym mulai dipenuhi dengan mahasiswa, sebagian dari mereka ada yang telanjang dada, ada pula yang telanjang dada sambil mengenakan celana boxer yang dibalut tali rafia hingga tampak seperti rumbai-rumbai para penari hula-hula.Diantara mereka ada juga segelintir mahasiswa dan mahasiswi yang memegang alat bedak (gua nggak tahu namanya apa) untuk memutihkan wajah dan botol-botol cat poster.

Melihat keramaian disana, timbullah keinginan gua untuk menghampiri kerumunan tersebut. Ternyata antrian untuk mengekspresikan kreativitas yang ada pada diri kami dalam betuk coret-coretan indah pada wajah sudah cukup panjang, dengan sabar gua menunggu hingga akhirnya giliran gua tiba.
Senior : lu mau digambar apa ?
Gua : terserah abang sajalah, ane pasrah
Senior : bener lu ya
Gua : iye bang
Setelah percakapan singkat tersebut gua memejamkan mata dan menyerahkan muka ini sepenuhnya kepada sang senior untuk diekspresikan se"fahutan"nya, dan ketika gua melihat cermin .........


Dan gua cuma terkagum-kagum melihat hasil karya sang senior tersebut. Bisa dikatakan bahwa ini adalah "dandanan" paling seram diantara dandanan-dandanan yang lain #sotoy.

emang lagi ada acara apa kk sampai harus corat-coret muka kk yang ganteng itu ?

Bagi kalian yang tidak tahu dan mungkin tidak sadar, akan gua beritahukan bahwa malam tanggal 31 Mei 2011 kemarin ada pertandingan final OMI cabang basket putra antara Fakultas Kehutanan (FAHUTAN) melawan Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM). Berhubung dresscode FAHUTAN pada malam itu adalah "jungle-ethnic", gua nggak punya kostum yang bisa pas dengan dresscode dan ada kesempatan untuk mengekspresikan diri bagi mereka yang tidak memiliki kostum, maka tidak ada salahnya kalau gua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut mengekspresikan diri.

Berhubung waktu masih sekitar jam delapan malam dan pertandingan bakset putri antara FEMA dengan Diploma belum selesai, maka kesempatan itu gua manfaatkan untuk istirahat dan menjaga agar make-up keren ini tidak luntur. Meski begitu saat menunggu pertandingan banyak juga yang ngajakin gua untuk sekedar foto-foto.

Berikut penelusurannya ....



Setelah cukup lama jadi bahan foto-foto orang-orang yang berseliweran kesana-kemari di dalam gym (tapi lumayan, gua bisa foto sama pak Dekan ), akhirnya pertandingan FEMA melawan Diploma selesai juga. Itu artinya ; saat kami para RimbaCadas untuk masuk ke tribun kami untuk menggetarkan gymnasium IPB.

FAHUTAN masuk lapangan dan menempati tribun kami, sebelum pertandingan dimulai kami (KAMI, dan bukan panitia) menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh segenap RimbaCadas dan (mungkin) segelintir panitia, anak-anak FEM dan penoton lainnya (entah karena tidak hapal atau bagaimana gua juga tidak mengerti).

Setelah itu ada sepatah dua patah kata dari Presma (Presiden Mahasiswa) IPB dan permintaan maaf (sekali lagi) dari "artis dadakan" IPB ; Apriva Nanda Saputra yang pernah gua ulang di entri sebelumnya.

Setelah berbagai acara "pembukaan" dilaksanakan, maka menu utama dari malam ini dimulai ; pertandingan final basket putra antara FAHUTAN vs FEM. Pertandingan berjalan panas, baik di lapangan maupun di tribun masing-masing supporter, kedua fakultas seakan tidak mau kalah baik di lapangan maupun di tribun.

FAHUTAN mulai menyanyikan yel-yel yang telah disiapkan sebelumnya sambil mengikuti dengan pasti gerakan sang konduktor di masing-masing wing, tiga konduktor di tiga wing menciptakan lautan gerakan manusia yang sangat aduhai untuk dilihat (dan anak FEM pasti iri melihatnya). Sesuai lirik di salah satu yel-yel nya, "RimbaCadas slalu berdoa agar FAHUTAN jadi juara", maka tribun FAHUTAN seakan tidak pernah sepi dari suara-suara yang mendukung dengan sepenuh hati agar FAHUTAN menjadi juara.



Meski hasil akhir FAHUTAN harus kalah, tapi sorak-sorai para RimbaCadas tetap terdengar sampai lampu-lampu di gymnasium dipadamkan. Sedikit off-topic tapi hati terasa miris melihat setelah penyerahan medali semua orang kecuali RimbaCadas bergegas meninggalkan gymnasium, meninggalkan sampah-sampah botol di kedua tribun, tentu saja tribun tempat FAHUTAN kami bersihkan dari segala macam sampah, tapi bagaimana dengan tribun tetangga? Setelah pertandingan selesai mereka (termasuk panitia) meninggalkan gymnasium begitu saja tanpa rasa berdosa sama sekali.

BONUS

ini foto gua ketika sampai di kontrakan


dan ini muka tampan gua ketika make-up itu sirna ^^v


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...