Bacot Gue Suka Suka Gue

Bacot Gue Suka Suka Gue
Art by @yulianzone

11 Februari 2013

Idol, Idol Grup Serta Boyband dan Girlband

Hatsune Miku
(Virtual Idol)
Kata idol pertama kali booming di Indonesia ketika acara pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol (yang merupakan versi Indonesia dari acara American Idol) tayang di televisi nasional Indonesia. Semenjak saat itu pemahaman orang tentang apa itu 'idol' hanya menjadi sebatas musisi yang menyanyi di panggung megah dengan kualitas nomor wahid.

Kemudian pada akhir 2011 masyarakat Indonesia pun mengenal 'idol grup' sebagai efek dari kemunculan JKT48, sister grup dari idol grup AKB48 yang merupakan salah satu idol grup terpopuler di negeri Sakura, Jepang.

Sejak saat itu para fans yang kebanyakan berasal dari kaum adam mulai membanding-bandingkan idol grup mereka (JKT48) dengan boyband maupun girlband yang bermunculan di Indonesia akibat pengaruh Korean wave beberapa bulan sebelum kemunculan JKT48.

Namun tahukah kalian bahwa 'idol grup' dari Jepang dengan boyband(BB)/girlband(GB) asal Korea sebenarnya memiliki lebih banyak kesamaan dibandingkan perbedaan?

Pasti banyak yang bertanya-tanya dimana letak persamaan idol grup dengan BB/GB? Karena selama ini mereka mengenal kalau idol grup itu adalah produk Jepang, seperti AKB48 dan JKT48, sedangkan BB/GB merupakan produk negeri ginseng Korea, seperti Super Junior atau SM*SH.

IDOL merupakan kata dalam bahasa Inggris yang berarti berhala di bahasa Indonesia. Kata 'idol' ini kemudian menjadi sebuah status dalam dunia entertainment (khususnya di negara Asia Timur) untuk merujuk pada seorang remaja yang pada awalnya tidak dikenal namun mendapatkan kesempatan untuk menjadi bintang.

Dunia bisnis hiburan Jepang mulai mengenal kata idol sebagai perlambangan untuk artis baru yang sedang meniti karir menjadi bintang besar pada awal 1970-an. Kata 'idol' kemudian dapat ditujukan kepada musisi atau aktris cantik di kisaran umur 14-16 tahun dan musisi pria tampan pada kisaran umur 15-18 tahun.

Pada tahun 1980-an trend idol di Jepang mencapai titik tertingginya semenjak diperkenalkan pertama kali, meskipun banyak dari mereka yang hanya memperoleh ketenaran sesaat dan hanya beberapa yang berhasil menjaga kepopuleran mereka sampai saat ini, salah satunya adalah Seiko Matsuda.

Kemudian pada awal tahun 2000 idol di Jepang menjadi semakin bervariasi dan lebih muda daripada sebelumnya. Sebut saja kemunculan "V6", "Speed" dan "Morning Musume" yang menjadi pioner trend idol grup, Kyoko Date yang mempopulerkan jenis virtual idol hingga Yoko Matsugane, Rio Natsume dan Eiko Koike yang sukses menjadi gravure idol.
Kyoko Date
Sedangkan di Korea definisi idol masih sama dengan di Jepang, yaitu remaja pria maupun wanita yang sedang meniti karir menjadi bintang besar. Bedanya ialah di Korea para selebriti/musisi ini dilatih dalam sebuah agensi sebelum dijual ke pasaran. Agensi-agensi idol di Korea mencari bakat-bakat muda dan dilatih hingga disatukan dalam satu grup (idol grup) oleh agensi mereka. Karena itu sistem pembibitan idol di Korea terkesan seperti sebuah pabrik besar.

IDOL GRUP seperti yang dijabarkan diatas, idol grup adalah kumpulan beberapa idol yang disatukan dalam sebuah grup. Jadi nama-nama beken asal Jepang seperti Morning Musume, Idoling!, SMAP dan AKB48 dan nama-nama idol grup terkenal asal Korea seperti Big Bang, Super Junior hingga SNSD sebenarnya memiliki definisi yang sama. Sebuah kumpulan idol yang tergabung dalam suatu grup.

Lalu kenapa di Indonesia seakan membedakan idol dengan BOYBAND dan GIRLBAND?

Hal ini lebih kepada masalah bahasa dan shock culture yang dialami masyarakat Indonesia ketika JKT48 menyatakan diri mereka sebagai idol grup. Sesungguhnya negara-negara di Asia Timur menggunakan kata idol untuk seorang remaja yang menjadi bintang baru dan idol grup untuk sebuah grup yang diisi lebih dari satu bintang baru yang sama-sama di gandrungi oleh masyarakat mereka. Intinya masyarakat Asia Timur menyebut apa yang orang Indonesia sebut sebagai boyband atau girlband sebagai idol grup.

"Orang Jepang mungkin menyebut smash sebagai idol grup juga kok. Problem?"
Salah satu alasan bagi mereka membedakan antara idol grup dengan boyband/girlband adalah karena menurut mereka idol grup (dalam hal ini, JKT48) adalah idol yang bisa ditemui setiap hari, terdiri dari jumlah orang yang banyak dan memiliki sistem yang dinamakan kelulusan sedangkan boyband/girlband (dalam hal ini, SM*SH/CherryBelle) seperti artis Indonesia umumnya yang hanya tampil di acara-acara atau event-event tertentu saja.

B*tch please. Ada-tidaknya sistem seperti graduate (kelulusan dalam 48Family) terjadi karena sistem pelaksaan dalam agensi/manajemennya yang berbeda. Untuk idol grup lain mungkin kata graduate/lulus bisa dianggap sebagai kata ganti yang halus dari dipecat/mengundurkan diri.

Karena itu bagi kalian yang suka membeda-bedakan idol grup dengan boyband/girlband mulai sekarang sebaiknya berhenti melakukan hal tersebut, sebelum kalian ditertawakan oleh orang-orang Asia Timur maupun orang yang paham soal idols. Masih tidak percaya dengan tulisan ini? Kalian bisa mencari informasinya di mesin pencari google, setelahnya terserah kalian sendiri.


*tulisan ini ditujukan khususnya bagi mereka yang belum paham betul tentang idol grup, mungkin kalian bisa membantu dengan menyebarkannya pada teman kalian yang belum paham atau salah kaprah tentang apa itu idol grup sebenarnya. Tapi itu semua kembali ke individu masing-masing. Terima kasih sudah membaca tulisan ini sampai selesai.*

26 komentar:

  1. Jadi jkt48 sama aja kayak ceribel gitu bang? Cuma beda sistem?? .__.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam konsep keseluruhan memang sama. Bedanya mungkin kalau di JKT48 mereka show di theater sendiri tiap hari, ga boleh pacaran dll. Sedangkan CherryBelle tampil kalau diundang di event tertentu, dan baru nyari member kalau ada yang keluar atau memang harus ditambah membernya, beda sama 48Family yang (semacam) pakai sistem angkatan.

      Hapus
  2. Hmm gitu ya, iya nih masih banyak banget yang salah kaprah ttg idol grup.
    Terus sebenernya perbedanya apa bang? Cuma beda penyebutan di Indonesia aja? :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum beda idol grup sama boyband/girlband itu ya cuma beda cara penyebutannya saja. Kayak nama karakter Digimon. Dimana orang Amrik nyebut tamer Gabumon itu Matt sedangkan di Jepang tamer Gabumon disebut Yamato.

      Hapus
  3. secara umum saya sih paham soal idols ini.tapi secara khusus macem BKT48 (Banjir Kanal Timur 48. kata adjis doa ibu) dengan ceribel.baru ngerasa paham setelah baca tulisan ini.

    BalasHapus
  4. emang harusnya kembali ke individu masing2 aja. tiap pendapat dan opini orang kan beda2 haha

    BalasHapus
  5. aku malah baru tau definisi idol '-'

    BalasHapus
  6. makasihi inponya, sanagt bermanfaat,,, hahaha.... baru tau, kalo ngga baca ini mungkin ngga tau seumur hidup

    BalasHapus
  7. oh jadi gini sebenernya, baru ngeh. Tapi sepertinya kalaupun ada manajemen/agensi yang meniru sistem dari manajemen entah itu theater atau kelulusannya, masyarakat tetep bilang girlband / boyband deh. Udah melekat gitu diotaknya cewek/cowok nyanyi + dance diatas panggung dipanggil girl/boy band.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Informatif banget :D

    Gue Idol loh, walaupun bukan musisi dsb.. Idol para waria (Bodo)

    BalasHapus
  10. oh gitu ya.. kalo gue sih orangnya ga pernah terlalu memikirkan sama artis2 yg lagi beken.. sekedar tau aja..

    BalasHapus
  11. Gue KPOPERS tapi cinta VOCALOID!!semova bsa konser ke Indonesia aminn

    BalasHapus
  12. Gue KPOPERS tapi cinta VOCALOID!!semova bsa konser ke Indonesia aminn

    BalasHapus
  13. Gue KPOPERS tapi cinta VOCALOID!!semova bsa konser ke Indonesia aminn

    BalasHapus
  14. Gue KPOPERS tapi cinta VOCALOID!!semova bsa konser ke Indonesia aminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. #DukungVocaloidKonserdiIndonesia ~~ ( 'w')9

      Hapus
  15. haha aku baru tau malah kalau ada yg membedakannya karna menurutku semua sama, KB/GB atau idol group cuma beda penyebutan :D kalau CB sama JKT48 sih juga sama aja haha wajah mereka sama2 susah dibedain >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe itu sih di awal2 aja lu susah bedain, klo sdh terbiasa perhatiin wajahnya mudah koq bedainnya

      Hapus
  16. weh hebat banget ya sm*sh produk korea ternyata -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. SM*SH yang Indonesia atau SM*SH yang Korea?

      Kalau yang versi Indonesia memang menganut sistem idol grup/boyband ala KPop.

      Hapus
  17. klw tidak salah di kamus jepang girlband dan boyband adalah
    On'nanoko bando dan Bōibando yang bisa di bilang rumit untuk di ucapkan sehingga mereka sederhana kan agar lebih mudah menjadi idol group

    BalasHapus
    Balasan
    1. <-- baru tahu.

      Thank you buat informasinya :))

      Hapus
  18. ngikut ketawa aja kalo ngebaca tulisan orang yang masih aja ngebedain istilah BB/GB sama idol group.Dan sepertinya JOT juga menganggap idol group itu beda dengan BB/GB (MV River) dan bisa jadi member jkt-nya juga berpikiran sama(atau jangan2 strategi market?)... aneh memang.. walaupun hal sepele tapi ngebuat gak nyaman juga soalnya banyak fanwar sana-sini,

    saya sebagai penyuka unyu2 dari jepang,korea, dan indonesia mengharapkan ketentraman setiap masuk forum masing2.(dunia 'idoling' tanpa fanwar pasti indah banget)... *ngarep*

    BalasHapus
  19. Memang, dulu sebelum masyarakat indon diserang virus "idoling", sekumpulan cewe nyanyi sambil joget2 yaa mereka sebut GB.. Wajar, gak salah sama sekali (walaupun secara definisi 'Band' itu sendiri udah salah).. Tapi setelah JKT48 datang, yg notabene-nya bagian dari 48fams, menawarkan konsep girlsgroup yg berbeda dari konsep girlsgroup2 sebelumnya, yaitu konsep Idol Group yg diusung oleh keluarga 48.. Dan di sini masyarakat terjadi pergolakan, antara yg masih berpegang pada prinsip lama "cewe2 nyanyi keroyokan dan sambil dance yaa GB" dan yg mulai mempelajari prinsip Idol Group dari 48fams.. Yang gue liat di sini, mirisnya adalah, para aktivis dan orator dari 2 kubu ini ternyata gak tau apa2 soal istilah GB dan IG, justifikasi mereka gak valid dan kebanyakan cuma nyomot dari sumber sekuler.. Tau-tau mereka koar2 seakan udah ngerti tetek-bengek soal 48, dsb.. Mungkin ada sedikit persamaan dari analogi ini, coba tengok Antropologi dan Sosiologi, bagi orang awam, sekilas terlihat sama2 mempelajari tetek-bengek kehidupan manusia, bukan? Tapi jika ditelaah sedikit lebih dalam, lo bakal menemukan perbedaan yg banyak dan esensial.. Yaa tapi itulah, perbedaannya hanya bisa dipahami bagi orang2 yg mau belajar dan membuka pikiran..
    Jadi istilah penyebutan JKT gak perlu menclok2 ke kpop lah ke barat lah, mereka punya istilah sendiri untuk menyebut vocal group & dance.. Sedangkan JKT adalah bagian dari 48 fams, so kalo lo ngaku fans/wota/penggemar dr 48, gunakanlah istilah2 yg berlaku di sana.. Yaa sah2 aja sih kalo orang luar (non-fans) nyebut JKT sbg GB, karena bagi mereka, 2 hal tsb gak ada bedanya SAMA SEKALI.. Nah kalau kita sebagai fans dalam mengkategorikan JKT48? Yang (harusnya) sudah tau dan paham makna dan konsep IG menurut Aki-P, sang pendiri 48, masihkah berani menyebutkan konsep GB dan konsep IG48 itu SAMA? :)
    Satu hal nih yg mau gue tekankan, jepang boleh aja menyebut SEMUA girlsgroup itu sebagai Idol Group, tapi di Indonesia? Cukup JKT aja kali ya hahaha
    Jadi yah, jangan sampai thread2 gak berisi dan sok kritis ky gini muncul membuat mind-blow, menyalahkan fans dan manajemen, lalu seakan menyamarkan perbedaan antara IG48 dan GB di INDONESIA.. Dan inget, manajemen JKT48 (JOT) lebih paham tetek-bengek peridolan 48 daripada elu2, wots.. Sekian dan terima nasi..

    BalasHapus

Dapat berkomentar menggunakan G+ namun mohon maaf tidak memperbolehkan akun anonim.

Sangat terbuka dengan segala macam komentar, apalagi yang bisa membangun untuk kemajuan blog ini.

Tidak disarankan untuk melakukan copas (copy-paste) terhadap segala tulisan di blog ini karena sewaktu-waktu dapat dilaporkan kepada DMCA Google yang menyebabkan blog si plagiat dapat dihapus dalam kondisi terparah.

Akhir kata, terima kasih sudah berkomentar ^^v

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...